• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Rabu, Juni 10, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Koto Tinggi-Bonjol, Pelintasan Gerilyawan BPNK dan “Harimau Pua”

12 Maret 2020
in Feature
Reading Time: 3min read
Views: 5,111

LIMAPULUH KOTA, forumsumbar —Koto Tinggi (Kabupaten Limapuluh Kota) dan Bonjol (Kabupaten Pasaman) sejak zaman Paderi mempunyai hubungan yang erat. Pembuktiannya dari cerita orang tua-tua, dan adanya jejak-jejak sejarah perang terhadap pasukan Belanda yang terjadi di daerah tersebut.

Seperti kisah yang ditulis oleh Komandan Barisan Pengawal Nagari dan Kota (BPNK) Koto Tinggi dan “Harimau Pua” Ilyas Salim dan Syamsari. Adapun BPNK merupakan gerakan terbesar gerilyawan di Sumbar yang ikut melawan Belanda.

Ada tempat-tempat yang menjadi jejak sejarah tadi, di antaranya di atas sebuah bukit yang tidak berapa jauh dari Koto Tinggi terdapat Gua Imam Bonjol dan Benteng Syech Lubuak Aua, serta benteng Belanda di sebuah bukit di Pua Data yang menghadang jalan arah Bonjol.

Lihat Juga

Blusukan Rahasia Sang Smiling General: Saat Soeharto Menyusuri Desa demi Desa Tanpa Protokol

Blusukan Rahasia Sang Smiling General: Saat Soeharto Menyusuri Desa demi Desa Tanpa Protokol

8 November 2025
35
Selamat Datang di Jepang untuk Murid-murid ACIKITA Summer School 10

Selamat Datang di Jepang untuk Murid-murid ACIKITA Summer School 10

20 Juli 2025
57
Sebuah Catatan Perjalanan Rafles Rajo Endah (3/Tamat) : “Mengenang Kenangan yang Tak Terlupakan Saat Bertugas di Samarinda”

Sebuah Catatan Perjalanan Rafles Rajo Endah (3/Tamat) : “Mengenang Kenangan yang Tak Terlupakan Saat Bertugas di Samarinda”

10 September 2024
138

Jalan yang menghubungkan Koto Tinggi dengan Bonjol bisa kita tempuh dengan berjalan kaki, melalui hutan yang lebat dan sungai yang deras air nya. Tak asing lagi dengan Batang Kuriman, nama seorang pertapa yang menjadi batu di masa dulu, di tempat itu yang sampai sekarang masih jadi Legenda.

Jalan yang bersejarah sejak Tuanku Imam Bonjol, yang terkenal dengan Aia Papo, sebuah sungai kecil yang pernah menjadi tempat pertempuran hebat antara pasukan Paderi dengan Belanda, pun juga kalau kita dari Koto Tinggi menuju Bonjol kita akan menempuh penurunan Batu Badoro, jalan di atas batu terjal yang curam.

Jalan ini sejak tahun 1945 sampai tahun 1950 ramai dilalui orang, sebab Koto Tinggi dan Bonjol, ada kaitan ekonomi yang saling membutuhkan.

Kalau kita lihat sekarang banyak sumando Koto Tinggi yang berasal dari Bonjol dan begitu pula sebaliknya.

Jalan Koto Tinggi-Bonjol ini dapat ditempuh dalam 5 jam perjalanan santai, dan jalan inilah yang ditempuh oleh rombongan pemuda Nawi, anggota BPNK Koto Tinggi yang tergabung dalam pasukan “Harimau Pua”.

Nawi berbadan jangkung dan perawakan tegap, yang sedang menjalankan tugas dari Komandan-nya Ilyas Salim untuk membawa tawanan sebanyak 2 orang (satu Belanda satu lagi Indonesia) ke daerah Pasaman.

Komandan BPNK Koto Tinggi dan “Harimau Pua” Ilyas Salim dan Syamsari. (Foto : Dok)

Menurut cerita, Belanda itu dikirim ke Indonesia adalah untuk menjadi pegawai, sebab Indonesia sudah aman. Ini diceritakan oleh Belanda tersebut kepada Komandan BPNK Koto Tinggi Ilyas Salim, tapi di atas kapal terbang yang membawanya ke Indonesia dia diberi senjata dan pakaian militer.

Dengan selamat, sampai lah rombongan Nawi tersebut di Bonjol pada sore harinya, jurusan tawanan selanjut nya diserahkan kepada CPM, dan Nawi bermalam di sana.

Keesokkan harinya Nawi berangkat meninggalkan Bonjol menuju Koto Tinggi. Tiba tiba saja pesawat capung menderu di udara di atas daerah Bonjol sambil menjatuhkan bom.

Tuhan tidak membiarkan Belanda leluasa, bom meletus di atas pesawat. Sebab sudah itu pesawat capung tersebut melayang-layang rendah dan jatuh, sayapnya robek sebelah.

Pesawat capung Belanda tersebut jatuh ke sungai, dan kebetulan Nawi tidak berapa jauh dari tempat kejadian itu.

Pemuda Bonjol datang mengerumuni pesawat capung tersebut sambil mancari pilot Belanda yang ada di pesawat itu.

Bersama pemuda Bonjol yang bernama Guru Ali yang bersenjatakan kapak, Nawi ikut bersama sama ke tempat kejadian itu.

Banyak pemuda-pemuda tersebut mencari ke dalam air, sebab di dalam pesawat tidak ditemui pilotnya.

Di pinggir sungai Nawi dan Guru Ali menemui jejak yang mengarah naik ke bukit kecil menuju pinggir hutan. Dengan semangat yang meluap-luap Nawi dan Guru Ali mengikuti jejak tersebut sehingga ditemui kayu yang masih basah bekas dilalui orang.

Tidak berapa lama antaranya, Nawi melihat 2 orang Belanda duduk di atas batu, yang seorang sedang memasang verban pada tangan kawannya yang cedera.

Nawi langsung menyelinap ke pinggir batu yang banyak di situ, guna mendekati musuh, tapi malang, Belanda melihat Guru Ali dan menembakkan pistol nya. Sehingga mengenai bahu Guru Ali, Guru Ali mengeluarkan kata-kata, “Mengapa kau tembak saya???”

Nawi tidak membuang kesempatan yang baik itu, lalu melompati Belanda itu dan sekaligus melakukan tendangan ke tangan Belanda yang memegang pistol. Pistol itu meletus dan terpelanting jauh.

Terjadilah pergumulan antara Nawi dan si Belanda. Hempas menghempaskan, himpit menghimpit. Rupanya Belanda itu mempunyai kemampuan bela diri yang lumayan bagus, sehingga Nawi merasa terdesak.

Di saat-saat yang menegangkan itu, Nawi teringat sebuah pisau yang terselip dipinggangnya dan seketika itu juga Nawi menikamkan pisaunya kepada Belanda tersebut dan Belanda itu menemui ajalnya di tangan Nawi.

Sesudah itu Nawi melihat Belanda yang seorang lagi telah melarikan diri.

Dan waktu Nawi akan melangkahkan kakinya terasa agak pegal, dan dilihat rupanya betis yang sebelah kanan kena peluru waktu dia menyepak Belanda tadi.

Nawi terduduk, dan tak lama kemudian datang lah pemuda-pemuda ke tempat kejadian itu, langsung membawa Nawi dan Guru Ali, yang lain menyusul Belanda yang hilang tadi.

Tidak lama kemudian Belanda yang hilang ditemukan tidak jauh dari situ, sadang bersembunyi di dalam hutan.

Keesokkan harinya Nawi pulang kembali ke Koto Tinggi dengan kaki yang pincang dan membawa sobekan telinga Belanda serta sobekan sayap pesawat capung yang jatuh itu.

Demikian lah kisah Nawi seorang anggota Pasukan BPNK Koto Tinggi, yang dikenal sebagai pasukan “Harimau Pua”.

 

(Kisah ini ditulis oleh Komandan BPNK Koto Tinggi dan “Harimau Pua” Ilyas Salim dan Syamsari)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Polda Sumbar: Hati-hati, Ada yang Memanfaatkan Isu Virus Corona untuk Kejahatan

Next Post

Memperkuat Wajah Penyiaran Indonesia, KPI Sinergi dengan Perguruan Tinggi

BeritaTerkait

Blusukan Rahasia Sang Smiling General: Saat Soeharto Menyusuri Desa demi Desa Tanpa Protokol
Feature

Blusukan Rahasia Sang Smiling General: Saat Soeharto Menyusuri Desa demi Desa Tanpa Protokol

8 November 2025
35
Selamat Datang di Jepang untuk Murid-murid ACIKITA Summer School 10
Feature

Selamat Datang di Jepang untuk Murid-murid ACIKITA Summer School 10

20 Juli 2025
57
Sebuah Catatan Perjalanan Rafles Rajo Endah (3/Tamat) : “Mengenang Kenangan yang Tak Terlupakan Saat Bertugas di Samarinda”
Feature

Sebuah Catatan Perjalanan Rafles Rajo Endah (3/Tamat) : “Mengenang Kenangan yang Tak Terlupakan Saat Bertugas di Samarinda”

10 September 2024
138
Kebijakan Pemerintah dan Kampus yang Menguntungkan Pelajar Asing di Jepang
Feature

Kebijakan Pemerintah dan Kampus yang Menguntungkan Pelajar Asing di Jepang

8 September 2024
123
Sebuah Catatan Perjalanan Rafles Rajo Endah (2) : “Dari Kuala Lumpur Terbang ke Balikpapan, Terus ke Samarinda”
Feature

Sebuah Catatan Perjalanan Rafles Rajo Endah (2) : “Dari Kuala Lumpur Terbang ke Balikpapan, Terus ke Samarinda”

8 September 2024
129
Sebuah Catatan Perjalanan Rafles Rajo Endah (1) : “Ke Samarinda Aku Kembali”
Feature

Sebuah Catatan Perjalanan Rafles Rajo Endah (1) : “Ke Samarinda Aku Kembali”

7 September 2024
163
Next Post
Memperkuat Wajah Penyiaran Indonesia, KPI Sinergi dengan Perguruan Tinggi

Memperkuat Wajah Penyiaran Indonesia, KPI Sinergi dengan Perguruan Tinggi

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,552)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,470)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,743)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,447)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,878)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,367)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,818)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,623)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,128)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,221)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
175
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
359
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
503
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
240
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
120
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
159
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
136
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
197
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
131

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In