Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi

PAYAKUMBUH, forumsumbar —Masyarakat Kota Payakumbuh dihebohkan dengan pernyataan salah seorang di grup WhatsApp FP Karang Taruna Payakumbuh, Sabtu (4/4) siang.

Dalam pernyataan tersebut diinformasikan kepada Walikota Payakumbuh Riza Falepi, bahwa ada salah seorang warga kota itu berstatus Pasien Dalam Pengawasan (PDP) baru saja meninggal dunia di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi.

Mengenai informasi ini, Kepala Dinas Kesehatan Payakumbuh Bakhrizal belum bisa memberikan keterangan. Saat dihubungi via seluler, ia mengaku tengah sibuk mengurus pemakaman jenazah.

“Nanti telepon lagi. Saya sedang mengurus pemakaman jenazah,” sebut Bakhrizal, kepada awak media.

Ditanya soal jenazah PDP dari Bukittinggi, Bakhrizal mengatakan nanti akan diinformasikan lebih lengkap.

“Nanti diberikan info yang lengkap. Sekarang saya sedang mengurus pemakaman jenazah,” ucapnya.

Di grup WhatsApp tersebut, pasien meninggal dunia yang berstatus PDP masuk ke Rumah Sakit Yarsi Ibnu Sina pada subuh hari dalam keadaan stroke.

Kemudian tim medis melakukan rontgen dan melakukan pemeriksaan laboratorium Conaul dengan SP Paru. Hasilnya tidak mengarah pada Covid-19.

Setelah itu tim medis, melakukan wawancara kepada keluarga pasien. Dalam wawancara ini tidak ada yang mengaku dari daerah terjangkit.

Kemudian pasien dirujuk ke RS Achmad Mochtar Bukittinggi dengan diagnosa stroke Hemoragig. Sesampai di UGD RSAM pasien diperiksa ulang dan kelihatan paru-paru penuh cairan.

Pihak medis RSAM pun melakukan wawancara kembali kepada keluarga pasien. Di sini keluarga baru mengaku bahwa ada yang baru saja pulang dari daerah terjangkit, yakni Jakarta.

Tidak lama dilakukan tindakan medis di RSAM, pasien meninggal dunia dan akan dimakamkan sesuai SOP penanganan pasien Covid-19.

Pihak RSAM meminta untuk pengiriman jenazah almarhum diiringi oleh pihak Satpol PP dan kepolisian.

Sedangkan untuk RS Yarsi Ibnu Sina, diminta untuk mendata semua petugas yang melakukan penanganan medis sebelumnya agar diisolasi, termasuk untuk mensterilkan tempat penerimaan pasien dan di non-aktifkan terlebih dahulu.

(Ryo)