
Oleh: Jumiarti Agus
(Presiden ACIKITA Internasional)
ALHAMDULILLAH murid-murid ACIKITA Summer School 10, sudah sampai di Jepang, dalam dua tahap kedatangan.
Panitia yang bertugas untuk penjemputan di bandara adalah Feby-san, murid PTU ACIKITA asal Pariaman Sumbar, yang saat ini belajar di sekolah Bahasa Jepang, Interculture Language Academy (ILA), sekolah bahasa Jepang terbaik di Kobe, yang bekerjasama dengan ACIKITA.
Karena hari ini ada jadwal mendan (pertemuan dengan Sensei/guru walas Abang Rais), saya baru sampai di rumah jam 2:30. Setelah usai sholat, mempersiapkan makanan halal untuk dibawa ke hotel, untuk dimakan anak anak SS 10.
Dari SS 1 hingga 9, biasanya anak-anak menginap di satu rumah Jepang, sehingga bisa berlatih bekerjasama, dalam piket kebersihan, belajar home economic (pekerjaan ke rumahtanggaan), tapi karena kali ini group kecil, anak-anak menginap di hotel, tapi makanan halal insyaAllah kami support untuk mereka.
Bila makan tidak halal, maka 40 hari amalan akan tertolak. Saya walaupun sudah 24 tahun, tinggal di Jepang, tak pernah menggampangkan diri makan dan masuk restoran di Jepang.
Jadi para orangtua tak usah risau dengan makanan anak, karena kami tetap menjalankan syariat Islam, halal dan haram sangat jadi perhatian kami.

Kepada anak-anak juga sudah diberikan arahan, dan rencana kegiatan visit esok hari. Serta seikatsu di Jepang. Setiap pulang visit, wajib mandi, ada air panas, karena dari luar banyak bakteri yang terus berkembang biak di tubuh, bila tidak mandi. Saat di tempat tidur malam hari adalah masa cukup lama.
“Semua berucap, baik Bu.”
“Mohon kerjasama ananda semua, karena tidak ada panitia stay di hotel, kalau ada apa apa hubungi kami. Kita bisa WA dan telpon”.
Kondisi kamar pun sudah kami pastikan semua dalam keadaan baik. Listrik kulkas di dalam kamar pun sudah dalam kondisi terhubung/siap digunakan.
Usai mengantakan anak-anak kami, para panitia yang bertugas lanjut belanja kebutuhan bahan makanan untuk makanan halal anak-anak.

Ikut berjuang, Bapak Pembina ACIKITA. Bapak Prihardi Kahar, alhamdulillah ini adalah group istimewa, karena Pembina ikut bantu kegiatan teknis.
“Kami dari ACIKITA mengucapkan terimakasih banyak untuk Pak Pri, atas support lahir dan bathinnya. Semoga semuanya berbalas amal jariyah dari Allah”.
“Kami harapkan ananda selalu sehat walafiat, bisa mengikuti kegiatan yang sudah dipersiapkan jauh hari. InsyaAllah banyak ilmu dan hal menarik untuk ananda semua”.
“Mohon dibaca boklet Summer School ACIKITA yang sudah dibuatkan jauh hari sebelum keberangkatan. Untuk menerapkan aturan hidup dan etika di Jepang, karena ananda adalah duta bangsa, duta ACIKITA, dan jangan pernah buang sampah disembarang tempat. Sampah sendiri di simpan di dalam tas, sudah ketemu tong sampah, baru dibuang”.
Ganbatte kudasai, minnasan!
Wassalamu’alaikum Wr. Wb. *)
























