
PADANG, forumsumbar — Rencananya Hamas (Himpunan Media Sumbar) yang bekerjasama dengan FBS UNP (Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang), PLS (Penyala Literasi Sumbar), PPIPM-Indonesia (Pondok Puisi Inspirasi Pemikiran Masyarakat), dan PPIC (Poetry-Pen International Comunity), akan menggelar acara “PUISI MERAH PUTIH: Padusi Baca Puisi” pada tanggal 9 Agustus 2025, pukul 08.30-13.00 Wib, bertempat di Teater Tertutup Prof Mursal Esten FBS UNP, Air Tawar Padang.
Menurut Isa Kurniawan dari Hamas, acara ini di samping membumikan Gerakan Berkesenian dan Berkebudayaan (GBB) di Sumbar, juga untuk memeriahkan 80 Tahun Indonesia Merdeka.
“Kita menjalin kerjasama dengan beberapa pihak yang satu gerakan, agar berkesenian dan berkebudayaan menjadi bagian dari upaya membangun peradaban,” ujar Isa Kurniawan, Selasa (22/7/2025).
Isa juga mengucapkan terima kasih kepada pimpinan FBS UNP yang telah memberi izin untuk pemakaian Teater Tertutup Prof Mursal Esten FBS UNP di Air Tawar Padang.
Untuk pemuisi, kata Isa, semuanya dari kalangan perempuan (padusi), dan istimewanya pada penampilan nanti ada tiga orang aktivis perempuan Sumbar yang akan mengguncang panggung “PUISI MERAH PUTIH: Padusi Baca Puisi”, yakni Yeny Zafitri, SE, Ka’bati, MSi dan Patra Rina Dewi, SSi, MSc.
“Mereka ini aktivis perempuan senior di Sumbar, dan juga memiliki jiwa seni, di antaranya dengan menjadi penulis,” kata Isa.
“Semua tahu-lah mereka ini sangat aktif di jalurnya masing-masing,” tambah Isa.

Yeny Zafitri aktif di berbagai organisasi perempuan Sumbar. Ka’bati di organisasi perempuan sayap partai serta kampus, dan merupakan penulis novel “Padusi”. Sementara Patra Rina Dewi aktif di organisasi kebencanaan dan pramuka.
Disampaikan Isa, pada saat acara akan ada Orasi Budaya yang akan disampaikan oleh Prof Yenni Rozimela, MEd, PhD yang merupakan Guru Besar FBS UNP, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pascasarjana UNP.
Prof Yenni akan membahas dan memberikan kisi-kisi bagaimana padusi Minang menghadapi tantangan di era digital yang semakin kompleks.
Kemudian, lanjut Isa, pihaknya sedang menjajaki agar Ketua BKOW Sumbar Dianita Maulin Vasco bisa memberikan sambutan, dan ikut baca puisi.

Isa berharap, mudah-mudahan nantinya, para pemuisi yang sudah dihubungi dan dikonfirmasi bisa hadir, di antaranya; Prof Dr Diana Kartika (Rektor Universitas Bung Hatta), dan Annisa Suci Ramadhani, SH, LLM (Bupati Dharmasraya).
Ada juga pemuisi lainnya, yakni Dr Minda Sari, MPd (Sastrawati/Mantan Guru), Ir Corri Saidan, MSi (Birokrat), Eka Teresia, SPd, MM (Guru SMKN 6 Padang/Sastrawati), Leni Marlina, SS, MM (Dosen UNP/Sastrawati), Angelina Anggraini (Mahasiswi UM Sumbar), Belha Je Venru (Mahasiswi UNP) dan Afiqa Carrisa Makmur (Siswi SMPN 2 Padang).
Di samping Orasi Budaya dan Parade Baca Puisi, akan ada pula Achievement Award, penghargaan kepada mereka yang dinilai Hamas telah mengangkat harkat dan martabat padusi Minang dengan prestasi/kiprah mereka di jalur masing-masing.

“Berdasarkan diskusi, kajian dan rekam jejak yang dimiliki para padusi Minang, Hamas memberikan apresiasi atas pencapaian mereka di dalam mengangkat harkat dan martabat padusi Minang di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ungkap Owner forumsumbar.com ini.
“Dan penghargaan ini adalah versi Hamas. Jadi kalau ada penilaian-penilaian lain silahkan saja. Buat pula sendiri;” tegas alumni Kimia Unand ini.
Ditambahkan Isa, untuk pemberian Achievement Award ini Hamas bukan latah. Sudah banyak tokoh, khususnya para sastrawan dan wartawan, yang diberi Achievement Award. Di antaranya sastrawan dan wartawan Rusli Marzuki Saria, Hamid Jabbar, Chairul Harun, Upita Agustine (Prof Raudha Thaib), Prof Harris Effendi Thahar, Abrar Yusra, dan terakhir sang legenda penulis Indonesia, Makmur Hendrik.
“Kebetulan saat ini yang diberikan penghargaan adalah padusi Minang. Jadi, pergerakan Hamas ini bukan kaleng-kaleng. Ini bagian bagaimana kita menghargai seseorang. Kadang kekurangan kita itu tidak pandai menghargai pencapaian seseorang,” pungkas Isa.
(Tan)























