• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Randang Lokan dari Inderapura

15 Maret 2023
in Opini
Reading Time: 3min read
Views: 725
Ayu Azhara, Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand). (Foto : Dok)

Oleh: Ayu Azhara

KABUPATEN Pesisir Selatan merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Sumatera Barat dengan ibukotanya Painan. Selain banyak tempat wisata yang indah, Kabupaten Pesisir Selatan juga mempunyai berbagai makanan khas, salah satunya yaitu Randang Lokan yang ada di Kanagarian Inderapura Kecamatan Pancung Soal.

Randang Lokan adalah makanan khas masyarakat Inderapura yang dibuat dengan menggunakan bahan baku kerang atau disebut dengan lokan, kemudian dikasih santan kelapa dan bumbu-bumbu yang berbagai macam ragam.

Lihat Juga

IHSG Anjlok, Apakah Hanya Kesalahan OJK?

IHSG Anjlok, Apakah Hanya Kesalahan OJK?

1 Februari 2026
52
Masyarakat Adat dan Bencana Hidrometeorologi: Posisi dan Peran dalam Mitigasi

Masyarakat Adat dan Bencana Hidrometeorologi: Posisi dan Peran dalam Mitigasi

30 Januari 2026
34
Sakali Ota Gadang, Sakali Picayo Barubah

Sakali Ota Gadang, Sakali Picayo Barubah

27 Januari 2026
66

Makanan Randang Lokan ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, bahkan telah menjadi makanan sehari-hari masyarakat Inderapura yang telah mengakar sampai sekarang ini

Lokan atau kerang untuk bahan baku utama Randang Lokan didapatkan dengan penuh perjuangan dari dasar sungai di Muaro Sakai di Kanagarian Inderapura, karena biasanya ada buaya.

Lokan atau kerang tersebut didapatkan ketika buaya sedang pergi mencari makanan, dan saat itulah masyarakat bisa mengambilnya di dasar sungai tersebut, dan kemudian dijadikan sebagai makanan khas Inderapura.

Selain Randang Lokan, kerang atau lokan juga bisa dijadikan berbagai varian makanan lainnya seperti Sate Lokan, Samba Lado Lokan, Gulai Lokan dan Asam Padeh Lokan.

Ada dalam pepatah tentang lokan, yaitu berbunyi; Alam Takambang Jadi Guru. Itulah filosofinya saat masyarakat Minangkabau berinteraksi melalui alam.

Ketersediaan lokan yang mudah didapatkan di Inderapura itulah yang menjadi faktor kenapa masyarakat Inderapura lebih memilih lokan sebagai bahan utama pembuatan Rendang Lokan dari pada daging sapi, maupun kerbau, karena dengan harganya yang lebih bisa dijangkau dan banyak ditemukan.

Seiiring dengan berjalannya waktu, rendang tetap menjadi menu utama walaupun bahan utamanya berubah menjadi lokan atau disebut dengan kerang.

Selain mendapatkannya dengan ekstrem, saat memasak Randang Lokan juga membutuhkan tenaga yang ekstra, dimana butuh berjam-jam untuk menggaduk sampai menunggu matang.

Randang Lokan menggunakan kelapa atau santan yang cukup banyak karena itulah yang akan menjadi ketentuan dalam membuat Randang Lokan serta menggunakan bumbu-bumbu rempah lainnya.

Bagi masyarakat Minangkabau mungkin sudah tahu apa saja bahan dalam pembuatan rendang, tetapi bagi masyarakat di luar Sumbar belum tentu bisa membuat Randang Lokan, karena biasanya mereka hanya tahu membuat Randang Daging. Padahal rendang itupun sangat banyak macam ragam jenisnya. Di antaranya; rendang ayam, rendang telur dan lainnya.

Menu Pokok

Di Inderapura, Randang Lokan sudah menjadi bagian yang tidak boleh ditinggalkan, atau menjadi menu pokok utama yang harus ada di acara penting, seperti acara pernikahan, acara sunatan, dan acara lainnya.

Randang Lokan ini komplit karena dengan rasa yang enak, bergizi, pedas, maknyus, bumbunya melimpah dan bikin ketagihan tentunya.

Selain itu alasan masyarakat Inderapura memilih Randang Lokan juga dijamin lemaknya tidak sebanyak daging sapi ataupun kerbau.

Lokan itu cangkangnya berwarna hitam, dan berbagai macam ukuran, dari yang kecil sampai yang besar. Masyarakat Inderapura saat membuat Randang Lokan akan memilih lokan dengan ukuran yang sedikit besar, karena akan lebih terasa saat dimakan. Sedangkan ukuran yang kecil biasanya masyarakat membuatnya untuk sate lokan.

Keunikan yang terjadi pada Randang Lokan di Kenagarian Inderapura adalah terletak pada bahan utamanya, yaitu lokan itu sendiri. Karena lokan merupakan sejenis kerang sungai yang banyak ditemukan di Kenagarian Inderapura.

Awal kemunculan Randang Lokan yaitu merupakan hasil adaptasi dari masyarakat Minang yang tinggal di sekitaran pesisir dan memanfaatkan lokan sebagai sumber daya alam yang berada di sekitaran masyarakat Kenagarian Inderapura.

Dalam pembuatan Randang Lokan sebenarnya saat proses memasak dan bahan utamanya tidak jauh berbeda dari rendang pada umumnya, tetapi Randang Lokan justru lebih mudah memasaknya, lokan hanya perlu dimasak sampai kecoklatan keemasan saat sudah menjadi Randang Lokan akan dibaluti bumbu-bumbu yang kaya akan rempah ciri khas rendang itu sendiri.

Kebanyakan masyarakat Kenagarian Inderapura memasak Randang Lokan dengan menambahkan pakis, ataupun kentang kecil, tersebut sebagai pelengkap dari Randang Lokan agar menambah kenikmatan saat memakannya, dan akan membuat seseorang akan jatuh cinta dengan masakan Randang Lokan yang begitu nikmatnya, apalagi dimakan ramai-ramai bersama keluarga.

Cara Membuat Randang Lokan

Cara membuat Randang Lokan sama dengan membuat rendang pada umumnya, yakni;

Pertama, cuci bersih lokan yang telah dibuka dari cangkangnya, lalu tiriskan.

Kedua, campurkan semua bumbu-bumbu rendang. Setelah itu campurkan dengan cabe yang telah digiling beberapa takaran, lalu aduk bumbu beserta cabe dengan lokan.

Ketiga, siapkan wajan yang agak besar supaya rendang tidak tumpah saat menggaduknya. Setelah wajan diletakkan di atas kompor, lalu tuangkan santan yang telah ditakarkan banyaknya.

Kempat, setelah santan dimasukkan ke dalam wajan, lalu aduk-aduk santan dan jangan sampai tidak menggaduknya, takutnya santan tersebut pecah.

Kelima, setelah santan sudah seperti berminyak, maka ambil lokan yang sudah dilumuri bumbu tersebut, lalu masukkan ke dalam wajan yang telah berisi santan yang telah berubah seperti berminyak lalu aduk sampai masak berwarna kecoklatan.

Keenam, setelah berwarna kecoklatan Randang Lokan siap disajikan

Itulah sedikit ringkasan cara membuat atau memasak Rendang Lokan. *)

 

Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya (FIBl) Universitas Andalas (Unand) 

ShareTweetSendShare
Previous Post

Asal Usul Nama Silungkang dan Gelar Datuk pada Laki-laki di Silungkang

Next Post

Sejarah Film Indonesia: 30 Maret Hari Film Nasional

BeritaTerkait

IHSG Anjlok, Apakah Hanya Kesalahan OJK?
Opini

IHSG Anjlok, Apakah Hanya Kesalahan OJK?

1 Februari 2026
52
Masyarakat Adat dan Bencana Hidrometeorologi: Posisi dan Peran dalam Mitigasi
Opini

Masyarakat Adat dan Bencana Hidrometeorologi: Posisi dan Peran dalam Mitigasi

30 Januari 2026
34
Sakali Ota Gadang, Sakali Picayo Barubah
Opini

Sakali Ota Gadang, Sakali Picayo Barubah

27 Januari 2026
66
Re-Launching Gedung Abdullah Kamil: Lonceng yang Baru Digantung atau Bunyi yang Tak Pernah Dipukul
Opini

Re-Launching Gedung Abdullah Kamil: Lonceng yang Baru Digantung atau Bunyi yang Tak Pernah Dipukul

24 Januari 2026
82
193th Padang Pariaman, Menuju Bangkit Lebih Kuat
Opini

193th Padang Pariaman, Menuju Bangkit Lebih Kuat

12 Januari 2026
25
Tradisi Anti Kemiskinan-Kelaparan dalam Manajemen Bencana di Minangkabau
Opini

Tradisi Anti Kemiskinan-Kelaparan dalam Manajemen Bencana di Minangkabau

5 Januari 2026
91
Next Post
Sejarah Film Indonesia: 30 Maret Hari Film Nasional

Sejarah Film Indonesia: 30 Maret Hari Film Nasional

Most Viewed Posts

  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (35,980)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,072)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,249)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,215)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (29,291)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (28,659)
  • Tabuik, ‘Perang Karbala’ di Jantung Kota Pariaman (23,580)
  • Sijunjung Jebol, Seluruh Sumbar Zona Merah Covid-19 (22,389)
  • Blaster, Klub Motor Legendaris Kota Padang (22,384)
  • Boy Rafli Amar Dt Rangkayo Basa Termasuk 5 Komjen Calon Kapolri yang Diajukan Kompolnas ke Presiden (22,126)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
137
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
311
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
471
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
216
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
107
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
137
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
118
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
180
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
117

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In