• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Sabtu, November 7, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Asal Usul Nama Silungkang dan Gelar Datuk pada Laki-laki di Silungkang

14 Maret 2023
in Opini
Reading Time: 3min read
Views: 3,381
Annisa Azzahra, Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. (Foto : Dok)

Oleh: Annisa Azzahra

SETIAP wilayah atau daerah memiliki histori terhadap nama daerahnya, begitu juga dengan Nagari Silungkang. Bahkan Silungkang memiliki keistimewaan terhadap gelar bagi anak laki-lakinya. Keistimewaan tersebut terpakai hingga ke anak cucu sampai sekarang ini.

Gelar di dalam KBBI yaitu sebutan kehormatan, kebangsawaan ataupun kesarjanaan yang biasanya ditambahkan pada nama orang. Contohnya penambahan sutan, raden, tengku, dokter, serjana pertanian, serjana ekonomi dan lainnya pada bagian depan ataupun belakang nama orang tersebut.

Lihat Juga

Mitigasi Bencana Jangan Menunggu Korban

Mitigasi Bencana Jangan Menunggu Korban

4 November 2026
11
Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Menjadi Pemuda Patriotik, Gigih, Berempati untuk Indonesia Emas 2045

Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Menjadi Pemuda Patriotik, Gigih, Berempati untuk Indonesia Emas 2045

28 Oktober 2026
45
Pelebaran Jalan Simpang BIM-Ketaping, Mendesak

Pelebaran Jalan Simpang BIM-Ketaping, Mendesak

27 Oktober 2026
26

Di setiap daerah pemberian atau pengangkatan gelar ini berbeda-beda. Dalam asal usul nama Silungkang ini berasal dari mulut ke mulut secara lisan. Di Nagari Silungkang terdapat kisah dari pendapatan gelar datuk yang berhubungan dengan adu kerbau yaitu, pada zaman dahulu Silungkang bernama “TALANG TULUIH BATU BADAGUA“.

Kapan berubah menjadi Silungkang tidak diketahui, sebab perubahan nama sehingga menjadi SILUNGKANG ada beberapa versi yang berkembang di masyarakat antara lain:

Versi pertama : Silungkang berasal dari nama Lurah (anak sungai) yang ada di Silungkang, yaitu lurah Lungkang di Surau Bingkuang.

Versi Kedua : Silungkang berasal dari kata Lungkang yang berarti air yang tergenang, karena Silungkang terletak di sebuah lembah yang diapit oleh perbukitan.

Versi ketiga : Berkaitan dengan peristiwa adu kerbau yang sudah melegenda di seluruh Minangkabau. Peristiwa ini kemungkinan terjadi pada masa Kerajaan Bukit Batu Patah, yang berlokasi di daerah Padang Panjang.

Pada zaman itu Kerajaan Pagaruyung belum ada. Singkat cerita, pada waktu itu datang ancaman atau ultimatum dari sebuah kerajaan di pulau Jawa agar Kerajaan Bukit Batu Patah takluk dan menjadi jajahan kerajaan dari Jawa tersebut, dan membayar upeti setiap tahun. Kalau tidak, Kerajaan Bukit Batu Patah akan diserang oleh kerajaan dari Jawa tersebut.

Ketika itu yang menjadi penasehat kerajaan adalah seorang yang bernama Lungkang, dan berasal dari Nagori Talang Tuluih yang sudah terkenal akan kecerdikannya.

Segera raja dan para menteri serta penasehat kerajaan berunding untuk mengatasi hal ancaman tersebut. Penasehat kerajaan yang bernama Lungkang ini mengusulkan agar di adakan adu kerbau, karena kalau dilawan dengan cara peperangan hampir bisa dipastikan bahwa Kerajaan Bukit Batu Patah akan kalah karena kerajaan dari Jawa tersebut kerajaan yang besar, dan selain itu tentu akan jatuh korban yang banyak.

Dalam adu kerbau ini diajukan persyaratan apabila kerbau dari Kerajaan Bukit Batu Patah yang kalah maka kerajaan dari Jawa berhak menjajah dan Kerajaan Bukit Batu Patah akan takluk tanpa perlawanan.

Akan tetapi jika kerbau dari Kerajaan Bukit Batu Patah yang menang, maka kerajaan dari Jawa tersebut tidak berhak menjajah Kerajaan Bukit Batu Patah sampai kapan pun. Adapun persyaratan tersebut disetujui oleh kerajaan dari pulau Jawa tersebut.

Singkat cerita tibalah hari diadakannya adu kerbau ini, kerajaan dari Jawa membawa seekor kerbau yang sangat besar, sedangkan Kerajaan Bukit Batu Patah mempersiapkan seekor kerbau kecil  yang masih menyusu dan dipisahkan dengan induknya selama tiga hari, kemudian di mulut anak kerbau tersebut diikatkan sebuah pisau yang berbentuk kerucut yang sangat tajam.

Setelah kedua kerbau dilepaskan, kerbau kecil tadi mengira kerbau besar tersebut adalah induknya, kemudian kerbau kecil tersebut berlari mengejar untuk menyusu. Tentu saja perut kerbau besar robek ususnya terburai lalu kemudian mati.

Dengan demikian, Kerajaan Bukit Batu Patah tetap berkuasa dan utusan kerajaan dari Jawa pulang dengan membawa kekalahan.

Dengan kemenangan adu kerbau tersebut, nama Si Lungkang menjadi terkenal dan jadi pembicaraan dimana-mana, sampai ke pelosok-pelosok negeri yang dibicarakan orang hanya tentang adu kerbau dan usul dari Si Lungkang Sang Penasehat Raja.

Karena usul adu kerbau ini datangnya dari Si Lungkang, raja menanyakan ingin hadiah apa sebagai penghargaan atas jasanya sehingga memperoleh kemenangan.

Pada saat Raja menanyakan tentang hadiah tersebut, Raja memperkirakan tentu Si Lungkang akan meminta emas atau pun perak. Akan tetapi jawaban Si Lungkang di luar perkiraan raja tersebut. Si Lungkang menjawab bahwa dia ingin hadiah yang tidak bisa habis sampai kapan pun.

Lama raja terdiam mendengar permintaan dari Si Lungkang ini, kemudian raja berkata; “Kalau begitu di Nagori Talang Tuluih dimana Si Lungkang berasal berhak memakai gelar datuk untuk semua laki-laki mau yang besar atau pun yang kecil”.

Dalam hal ini, pengertian dari kata datuk tersebut adalah abang sebagai panggilan dari yang kecil kepada yang lebih tua. Dimana di daerah lain di Minangkabau yang berhak memakai gelar DATUK ini adalah seorang Penghulu Adat yang mana mengepalai sebuah suku dan untuk peresmiannya harus dengan pesta Batogak Pangulu dengan memotong seekor kerbau.

Sampai sekarang ini satu-satunya nagari di Minangkabau yang semua penduduk laki-lakinya di panggil Datuk, yang berarti abang hanya di Silungkang.

Lalu kita beralih ke Si Lungkang tadi, dia menjadi buah bibir masyarakat banyak. Saat itu dimana-mana pembicaraan penduduk hanya tentang adu kerbau dan Si Lungkang. Lama kelamaan nama Talang Tuluih Batu Badagua hilang, kalah populer dengan nama Si Lungkang. Dan semenjak adu kerbau tersebut nama Nagori Talang Tuluih berubah menjadi SILUNGKANG.

Lalu wilayah Kerajaan Bukit Batu Patah tersebut dari kata MENANG KABAU, lama kelamaan menjadi sebutan MINANGKABAU yang tetap lestari sampai saat ini.*)

 

Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas

ShareTweetSendShare
Previous Post

Nevi Zuairina: Kolaborasi BUMN dengan UMKM Perkuat Ekonomi Masyarakat

Next Post

Randang Lokan dari Inderapura

BeritaTerkait

Mitigasi Bencana Jangan Menunggu Korban
Opini

Mitigasi Bencana Jangan Menunggu Korban

4 November 2026
11
Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Menjadi Pemuda Patriotik, Gigih, Berempati untuk Indonesia Emas 2045
Opini

Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Menjadi Pemuda Patriotik, Gigih, Berempati untuk Indonesia Emas 2045

28 Oktober 2026
45
Pelebaran Jalan Simpang BIM-Ketaping, Mendesak
Opini

Pelebaran Jalan Simpang BIM-Ketaping, Mendesak

27 Oktober 2026
26
Sebuah Refleksi; Anas Malik, dari Kabupaten Tertinggal, Hingga Nomor Satu!
Opini

Sebuah Refleksi; Anas Malik, dari Kabupaten Tertinggal, Hingga Nomor Satu!

20 Oktober 2026
43
Frustasi Sosial Anak Muda Perancis
Opini

Frustasi Sosial Anak Muda Perancis

20 Oktober 2026
35
Ahmad Syaukani Meniti Karier dari Sekdes hingga Camat
Opini

Ahmad Syaukani Meniti Karier dari Sekdes hingga Camat

17 Oktober 2026
33
Next Post
Randang Lokan dari Inderapura

Randang Lokan dari Inderapura

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (41,228)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (37,137)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (36,456)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (36,129)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (35,817)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,588)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (35,068)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,567)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,822)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,892)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
215
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
457
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
535
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
268
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
151
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
200
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
160
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
230
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
170

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In