• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Selasa, Oktober 20, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Sebuah Refleksi; Anas Malik, dari Kabupaten Tertinggal, Hingga Nomor Satu!

20 Oktober 2026
in Opini
Reading Time: 4min read
Views: 48
Anas Malik, Bupati Padang Pariaman yang merakyat. Memimpin selama dua periode, 1980-1985 dan 1985-1990. (Foto : Wiztian Yoetri)

Oleh: Wiztian Yoetri
(Wartawan Senior)

SETIAP orang ada masanya, setiap masa ada orangnya. Adalah Kolonel Anas Malik, yang diamanahkan memimpin Kabupaten Padang Pariaman, selama dua periode, 1980-1985 dan 1985-1990. Ketika itu, belum ada Kabupaten Kepulauan Mentawai, juga belum lahir Kota Pariaman. Dua daerah itu, masih dalam pangkuan Kabupaten Padang Pariaman.

Anas memimpin Kabupaten Padang Pariaman dengan “gaya” blusukan. Pagi hari, misalnya, berkeliling di kota Pariaman dengan naik sepeda. Sambil mengontrol Ketertiban Kebersihan dan Keindahan Kota Pariaman yang jadi ibukota Kabupaten Padang Pariaman.

Lihat Juga

Frustasi Sosial Anak Muda Perancis

Frustasi Sosial Anak Muda Perancis

20 Oktober 2026
13
Ahmad Syaukani Meniti Karier dari Sekdes hingga Camat

Ahmad Syaukani Meniti Karier dari Sekdes hingga Camat

17 Oktober 2026
29
Rajo Sampono: Ninik Mamak Harus Berperan dalam Pembebasan Lahan Tol dan Tarok City

Rajo Sampono: Ninik Mamak Harus Berperan dalam Pembebasan Lahan Tol dan Tarok City

11 Oktober 2026
31

Tak jarang terjadi dialog ‘interaksi’ antara pemimpin dengan warga, terutama yang sampahnya masih bersileweran di pekarangan rumah. Atau sebagian masyarakat kedapatan menjemur pakaian di depan rumah. Anas minta sampah dibersihkan, dan pakaian dipindahkan ke bagian belakang. Karena akan merusak pemandangan.

Pada awal Anas memimpin Padang Pariaman, mantan Kepala Penerangan Laksusda Jakarta Raya ini, melakukan penertiban terhadap pantai Pariaman. Pantai yang jadi arena buang hajat masyarakat itu, ditertibkan melalui Peraturan Daerah. Mereka yang kedapatan buang air besar, akan dikenakan sanksi denda.

Tapi sebelumnya Anas Malik menyiapkan dulu, sebagai antisipasi sejumlah WC umum dan memberikan secara gratis rangka jamban siap bangun kepada masyarakat sepanjang pantai, yang rumahnya belum punya WC.

Faktanya, langkah Bupati Anas Malik berbuah hasil. Pantai Pariaman, jadi bersih dan dihijaukan dengan pohon Aru. Walaupun Anas, tak lepas dari cemooh orang Piaman, ”jauh-jauh” dari Jakarta menjadi bupati, hanya untuk membereskan urang tacirik,” tapi Anas tak bergeming, justru cemooh itu, menjadi spirit bagi Anas, tokoh yang mendapat dukungan besar perantau Padang Pariaman itu.

Langkah Bupati Anas Malik menghijaukan pantai Pariaman, melahirkan seorang tokoh yang meraih penghargaan Kalpataru tingkat nasional. Namanya, Zaini, putra Sungai Limau.

Zaini menghijaukan pantai Pariaman, mulai dari pantai Sunur, hingga pantai Gasan, yang dikenal dengan objek wisata Pantai Aru Taba (Arta). Zaini, juga sempat diundang Walikota Padang Syahrul Ujud, untuk menghijaukan kawasan komplek Universitas Bung Hatta di Padang.

Tentang gaya pemerintahan Anas Malik, penataan pemerintah diawali dengan menyiapkan pejabat teras di kantor Bupati, mulai dari Camat hingga sekretaris daerah. Anas “mengajak” putra-putra terbaik asal Padang Pariaman yang bertugas di tingkat provinsi, dan di berbagai kabupaten – kota di Sumbar, untuk pulang kampung, guna membangun Padang Pariaman yang sedang “terpuruk” dalam gerakkan pembangunan.

Bukan tak percaya kepada pejabat yang ada, namun Anas Malik menangkap ada suasana kebatinan yang kurang bersemangat, Padang Pariaman seolah tertinggal di Sumbar. Tak ada program unggulan dan prorakyat. Saatnya diperlukan refreshing pejabat staf dan kepala-kepala Dinas-Instansi.

Ada, nama-nama pejabat itu antara lain, Baharudin Chatib, Asdisyah, Jalaluddin Jakfar, Firdaus Amin, hingga Fachridin Amir serta Martias Mahyudin.

Manunggal Bhakti, adalah strategi Anas Malik dalam membuka isolasi daerah. Mengingat sebagian besar daerah di Padang Pariaman masih terisolir, menggunakan transportasi kuda beban, banyak jalan tak layak dan jembatan tidak ada.

Maka, Anas menggerakkan tenaga TNI bersama masyarakat bahu membahu, dengan kegiatan yang diberi nama Manunggal Bhakti. Langsung di bawah support Pemkab Padang Pariaman. Dibangunlah sejumlah jembatan darurat dengan memanfaatkan pohon kelapa, dan dibukalah berkilometer jalan baru.

Semangat kerja keras yang ditularkan Anas Malik, itu berbuah manis, pada periode kedua kepemimpinan Anas Malik, Kabupaten Padang Pariaman meraih “Pataka Parasamya Purna Nugraha”. Merupakan penghargaan tertinggi dari pemerintah pusat terhadap sukses Pembangunan lima tahun Padang Pariaman.

Penghargaan diterima Padang Pariaman sejalan dengan penghargaan yang sama diraih provinsi Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Gubenur Ir Azwar Anas.

Gambaran lain, kepemimpinan Anas Malik, menyelesaikan setiap bengkalai di lapangan. Tak jarang, irigasi yang rusak, jalan yang harus diperlebar, tali bandar yang macet berdampak banjir diselesaikan Anas di lapangan. Anas “memindahkan” kantor Bupati ke lokasi irigasi, jalan dan tali bandar yang diperbaiki tersebut selama beberapa hari.

Anas menongkrongi kegiatan pekerjaan sampai tuntas. Kegiatan melibatkan masyarakat untuk “sato sakaki” dalam kegiatan pembangunan. Dengan dukungan dinas terkait. Ketika itu, Kadis PU-nya, Mukhtar M, orang tuanya Walikota Pariaman Yota Balad. Cukup sibuk di lapangan.

Suasana kebatinan lain, yang masih bisa dikenang adalah, dalam kapasitas Anas yang juga Ketua Umum PKDP se-Dunia, selain rajin berkeliling ke perantau, Anas juga memerankan diri sebagai “agen” perantau.

Anas sering dititipi bantuan perantau untuk menyalurkan berbagai kegiatan pembangunan di kampung halaman, misalnya untuk pembangunan rumah ibadah, sekolah, maupun bantuan untuk bedah rumah. Artinya, Anas, selain Bupati masyarakat di ranah, juga Bupati urang Piaman di rantau, dimana saja penjuru dunia.

Anas Malik, membangun Padang Pariaman, dengan semangat mambangkik batang tarandam dengan adigium; tangan urang Pariaman harus terampil, dada urang Pariaman senantiasa berdzikir, serta kepala urang Pariaman harus berfikir.

Selain mampu membawa Padang Pariaman menjadi kabupaten nomor satu di Sumbar, juga ada prestasi luar biasa, Anas tanpa gembar gembor dalam pembangunan sumber daya manusia, berhasil mendirikan lima perguruan tinggi di Padang Pariaman; Sekolah Tinggi Ekonomi Sumatera Barat (STE-SB), Akademi Koperasi Sumbar (AKOP), Akademi Pembangunan Pertanian (Apperta) Sumbar, Sekolah Tinggi Islam Tarbiyah (STIT) Syech Burhanuddin, Akademi Perawat Pemda, dan sebuah sekolah kejuruan Sekolah Menengah Pekerja Sosial (SMPS) di Lubuk Alung.

“Perguruan tinggi dan sekolah-sekolah yang didukung Forum Sarjana Piaman Sumbar itu dibangun untuk memudahkan orang Pariaman menuntut ilmu, dan dengan biaya terjangkau,” ungkap Bupati Haji Anas Malik, ketika itu.

Anas, adalah putra Sungai Sariak Malai Sungai Limau, suami dari Hajjah Juwita Anas yang putri Batu Gadang, Sungai Geringging, dengan gagasan cemerlangnya yang hari ini, masih mengingatkan orang Padang Pariaman sebagai refleksi 36 tahun lalu, dan tercatat pada tinta sejarah yang tak lapuk oleh hujan dan tak lekang oleh panas.*)

 

Wiztian Yoetri, Wartawan Senior. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

Frustasi Sosial Anak Muda Perancis

BeritaTerkait

Frustasi Sosial Anak Muda Perancis
Opini

Frustasi Sosial Anak Muda Perancis

20 Oktober 2026
13
Ahmad Syaukani Meniti Karier dari Sekdes hingga Camat
Opini

Ahmad Syaukani Meniti Karier dari Sekdes hingga Camat

17 Oktober 2026
29
Rajo Sampono: Ninik Mamak Harus Berperan dalam Pembebasan Lahan Tol dan Tarok City
Opini

Rajo Sampono: Ninik Mamak Harus Berperan dalam Pembebasan Lahan Tol dan Tarok City

11 Oktober 2026
31
Jakarta Jangan Khianati Yogyakarta
Opini

Jakarta Jangan Khianati Yogyakarta

10 Oktober 2026
41
MK Menutup Pintu PHPU, DPR Jangan Tutup Mata
Opini

MK Menutup Pintu PHPU, DPR Jangan Tutup Mata

8 Oktober 2026
47
Pemimpin Tak Harus Mengambil Alih Segalanya
Opini

Pemimpin Tak Harus Mengambil Alih Segalanya

1 Oktober 2026
28
Please login to join discussion

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (41,143)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (37,048)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (36,376)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (36,052)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (35,571)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,509)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,983)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,462)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,731)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,806)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
211
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
445
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
530
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
265
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
148
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
190
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
158
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
227
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
163

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In