• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Rabu, Mei 27, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Randang Lokan dari Inderapura

15 Maret 2023
in Opini
Reading Time: 3min read
Views: 793
Ayu Azhara, Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand). (Foto : Dok)

Oleh: Ayu Azhara

KABUPATEN Pesisir Selatan merupakan salah satu kabupaten yang ada di Provinsi Sumatera Barat dengan ibukotanya Painan. Selain banyak tempat wisata yang indah, Kabupaten Pesisir Selatan juga mempunyai berbagai makanan khas, salah satunya yaitu Randang Lokan yang ada di Kanagarian Inderapura Kecamatan Pancung Soal.

Randang Lokan adalah makanan khas masyarakat Inderapura yang dibuat dengan menggunakan bahan baku kerang atau disebut dengan lokan, kemudian dikasih santan kelapa dan bumbu-bumbu yang berbagai macam ragam.

Lihat Juga

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
64
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

8 Mei 2026
36
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

27 April 2026
106

Makanan Randang Lokan ini sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu, bahkan telah menjadi makanan sehari-hari masyarakat Inderapura yang telah mengakar sampai sekarang ini

Lokan atau kerang untuk bahan baku utama Randang Lokan didapatkan dengan penuh perjuangan dari dasar sungai di Muaro Sakai di Kanagarian Inderapura, karena biasanya ada buaya.

Lokan atau kerang tersebut didapatkan ketika buaya sedang pergi mencari makanan, dan saat itulah masyarakat bisa mengambilnya di dasar sungai tersebut, dan kemudian dijadikan sebagai makanan khas Inderapura.

Selain Randang Lokan, kerang atau lokan juga bisa dijadikan berbagai varian makanan lainnya seperti Sate Lokan, Samba Lado Lokan, Gulai Lokan dan Asam Padeh Lokan.

Ada dalam pepatah tentang lokan, yaitu berbunyi; Alam Takambang Jadi Guru. Itulah filosofinya saat masyarakat Minangkabau berinteraksi melalui alam.

Ketersediaan lokan yang mudah didapatkan di Inderapura itulah yang menjadi faktor kenapa masyarakat Inderapura lebih memilih lokan sebagai bahan utama pembuatan Rendang Lokan dari pada daging sapi, maupun kerbau, karena dengan harganya yang lebih bisa dijangkau dan banyak ditemukan.

Seiiring dengan berjalannya waktu, rendang tetap menjadi menu utama walaupun bahan utamanya berubah menjadi lokan atau disebut dengan kerang.

Selain mendapatkannya dengan ekstrem, saat memasak Randang Lokan juga membutuhkan tenaga yang ekstra, dimana butuh berjam-jam untuk menggaduk sampai menunggu matang.

Randang Lokan menggunakan kelapa atau santan yang cukup banyak karena itulah yang akan menjadi ketentuan dalam membuat Randang Lokan serta menggunakan bumbu-bumbu rempah lainnya.

Bagi masyarakat Minangkabau mungkin sudah tahu apa saja bahan dalam pembuatan rendang, tetapi bagi masyarakat di luar Sumbar belum tentu bisa membuat Randang Lokan, karena biasanya mereka hanya tahu membuat Randang Daging. Padahal rendang itupun sangat banyak macam ragam jenisnya. Di antaranya; rendang ayam, rendang telur dan lainnya.

Menu Pokok

Di Inderapura, Randang Lokan sudah menjadi bagian yang tidak boleh ditinggalkan, atau menjadi menu pokok utama yang harus ada di acara penting, seperti acara pernikahan, acara sunatan, dan acara lainnya.

Randang Lokan ini komplit karena dengan rasa yang enak, bergizi, pedas, maknyus, bumbunya melimpah dan bikin ketagihan tentunya.

Selain itu alasan masyarakat Inderapura memilih Randang Lokan juga dijamin lemaknya tidak sebanyak daging sapi ataupun kerbau.

Lokan itu cangkangnya berwarna hitam, dan berbagai macam ukuran, dari yang kecil sampai yang besar. Masyarakat Inderapura saat membuat Randang Lokan akan memilih lokan dengan ukuran yang sedikit besar, karena akan lebih terasa saat dimakan. Sedangkan ukuran yang kecil biasanya masyarakat membuatnya untuk sate lokan.

Keunikan yang terjadi pada Randang Lokan di Kenagarian Inderapura adalah terletak pada bahan utamanya, yaitu lokan itu sendiri. Karena lokan merupakan sejenis kerang sungai yang banyak ditemukan di Kenagarian Inderapura.

Awal kemunculan Randang Lokan yaitu merupakan hasil adaptasi dari masyarakat Minang yang tinggal di sekitaran pesisir dan memanfaatkan lokan sebagai sumber daya alam yang berada di sekitaran masyarakat Kenagarian Inderapura.

Dalam pembuatan Randang Lokan sebenarnya saat proses memasak dan bahan utamanya tidak jauh berbeda dari rendang pada umumnya, tetapi Randang Lokan justru lebih mudah memasaknya, lokan hanya perlu dimasak sampai kecoklatan keemasan saat sudah menjadi Randang Lokan akan dibaluti bumbu-bumbu yang kaya akan rempah ciri khas rendang itu sendiri.

Kebanyakan masyarakat Kenagarian Inderapura memasak Randang Lokan dengan menambahkan pakis, ataupun kentang kecil, tersebut sebagai pelengkap dari Randang Lokan agar menambah kenikmatan saat memakannya, dan akan membuat seseorang akan jatuh cinta dengan masakan Randang Lokan yang begitu nikmatnya, apalagi dimakan ramai-ramai bersama keluarga.

Cara Membuat Randang Lokan

Cara membuat Randang Lokan sama dengan membuat rendang pada umumnya, yakni;

Pertama, cuci bersih lokan yang telah dibuka dari cangkangnya, lalu tiriskan.

Kedua, campurkan semua bumbu-bumbu rendang. Setelah itu campurkan dengan cabe yang telah digiling beberapa takaran, lalu aduk bumbu beserta cabe dengan lokan.

Ketiga, siapkan wajan yang agak besar supaya rendang tidak tumpah saat menggaduknya. Setelah wajan diletakkan di atas kompor, lalu tuangkan santan yang telah ditakarkan banyaknya.

Kempat, setelah santan dimasukkan ke dalam wajan, lalu aduk-aduk santan dan jangan sampai tidak menggaduknya, takutnya santan tersebut pecah.

Kelima, setelah santan sudah seperti berminyak, maka ambil lokan yang sudah dilumuri bumbu tersebut, lalu masukkan ke dalam wajan yang telah berisi santan yang telah berubah seperti berminyak lalu aduk sampai masak berwarna kecoklatan.

Keenam, setelah berwarna kecoklatan Randang Lokan siap disajikan

Itulah sedikit ringkasan cara membuat atau memasak Rendang Lokan. *)

 

Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya (FIBl) Universitas Andalas (Unand) 

ShareTweetSendShare
Previous Post

Asal Usul Nama Silungkang dan Gelar Datuk pada Laki-laki di Silungkang

Next Post

Sejarah Film Indonesia: 30 Maret Hari Film Nasional

BeritaTerkait

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan
Opini

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
64
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing
Opini

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

8 Mei 2026
36
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan
Opini

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

27 April 2026
106
Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman
Opini

Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman

26 April 2026
117
Efisiensi APBN 2026: Pareto, Subsidi Energi dan Politik Pengorbanan
Opini

Efisiensi APBN 2026: Pareto, Subsidi Energi dan Politik Pengorbanan

25 April 2026
54
Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak
Opini

Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak

24 April 2026
49
Next Post
Sejarah Film Indonesia: 30 Maret Hari Film Nasional

Sejarah Film Indonesia: 30 Maret Hari Film Nasional

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (39,420)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,410)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,657)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,794)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (34,325)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (33,242)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,735)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,223)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (30,001)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,145)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
172
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
351
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
497
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
237
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
119
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
152
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
133
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
193
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
128

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In