• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Minggu, Juni 14, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Masyarakat Adat dan Bencana Hidrometeorologi: Posisi dan Peran dalam Mitigasi

30 Januari 2026
in Opini
Reading Time: 3min read
Views: 522
Khairil Anwar, Dosen Universitas Andalas / Ketua ATL Cabang Sumbar. (Foto : Dok)

Oleh: Khairil Anwar
(Dosen Universitas Andalas / Ketua ATL Cabang Sumbar)

MASYARAKAT adat merupakan kelompok sosial yang secara turun-temurun hidup dan bergantung pada wilayah adat tertentu dengan sistem nilai, pengetahuan, dan praktik pengelolaan alam yang khas. Seperti, Masyarakat Adat Badui di Sunda dan Nagari di Minangkabau. Posisi masyarakat adat dalam bencana hidrometeorologi tidak dapat dilepaskan dari kedekatan mereka dengan alam. Mereka umumnya tinggal di wilayah yang memiliki kerentanan ekologis tinggi, seperti hutan, pegunungan, daerah aliran sungai, dan pesisir. Ketergantungan langsung terhadap sumber daya alam menjadikan masyarakat adat sebagai kelompok yang paling terdampak ketika terjadi perubahan iklim dan bencana hidrometeorologi.

Bencana hidrometeorologi adalah bencana yang dipicu oleh faktor perubahan cuaca dan iklim yang ekstrim, seperti banjir, tanah longsor, kekeringan, angin puting beliung, gelombang pasang, dan badai. Dalam beberapa dekade terakhir, intensitas dan frekuensi bencana hidrometeorologi di Indonesia terus meningkat sebagai dampak dari perubahan iklim global dan degradasi lingkungan, seperti yang menimpa propinsi Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh Darussalam di Pulau Sumatra Dalam konteks ini, masyarakat adat menempati posisi yang sangat penting sekaligus rentan dalam menghadapi bencana tersebut.

Lihat Juga

Bonus Kepala Daerah

Bonus Kepala Daerah

13 Juni 2026
26
Ujian Nyata Desentralisasi Fiskal di 39 Daerah

Ujian Nyata Desentralisasi Fiskal di 39 Daerah

11 Juni 2026
13
Nagari Ketapiang Menuju Sebuah Kecamatan Otonom

Nagari Ketapiang Menuju Sebuah Kecamatan Otonom

8 Juni 2026
35

Dari sisi posisi sosial, masyarakat adat sering kali berada dalam kondisi yang kurang menguntungkan. Keterbatasan akses terhadap layanan publik, minimnya pengakuan hukum atas wilayah adat, serta marginalisasi dalam proses pengambilan kebijakan membuat mereka lebih rentan terhadap dampak bencana. Ketika terjadi banjir, longsor, atau kekeringan, masyarakat adat kerap mengalami kerugian besar, baik secara ekonomi, sosial, maupun budaya. Bahkan, bencana dapat mengancam keberlangsungan sistem pengetahuan dan identitas budaya mereka.

Meskipun berada dalam posisi rentan, masyarakat adat bukanlah pihak yang pasif dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Justru, mereka memiliki peran strategis dalam upaya mitigasi, adaptasi, dan pengurangan risiko bencana. Salah satu peran utama masyarakat adat adalah sebagai penjaga ekosistem. Melalui kearifan lokal, masyarakat adat telah lama menerapkan praktik pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, seperti perlindungan hutan adat, pengaturan tata guna lahan, serta pengelolaan air secara tradisional. Praktik-praktik ini terbukti mampu menjaga keseimbangan ekologi dan mengurangi potensi bencana.

Dalam menghadapi bencana hidrometeorologi, masyarakat adat juga berperan penting dalam mitigasi berbasis pengetahuan lokal. Banyak komunitas adat memiliki sistem pengetahuan tentang tanda-tanda alam, seperti perubahan arah angin, perilaku hewan, atau kondisi vegetasi, yang digunakan sebagai peringatan dini terhadap bencana. Pengetahuan ini diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari sistem adaptasi masyarakat adat terhadap perubahan lingkungan. Dalam konteks tertentu, sistem peringatan dini tradisional ini bahkan lebih responsif dibandingkan sistem modern yang belum menjangkau wilayah adat secara optimal.

Peran masyarakat adat juga terlihat dalam pengelolaan ruang dan permukiman. Tata ruang berbasis adat biasanya mempertimbangkan aspek keamanan dan keberlanjutan ekologis. Misalnya, larangan membangun permukiman di kawasan rawan longsor atau banjir, serta aturan adat terkait pembukaan lahan dan pengambilan materil pohon di situs-situs ekologis yang berada di hutan sekitar pemukiman mereka. Dengan demikian, masyarakat adat secara tidak langsung telah menerapkan prinsip pengurangan risiko bencana dalam kehidupan sehari-hari mereka. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat adat bukan hanya korban bencana, tetapi juga aktor penting dalam membangun ketahanan wilayah.

Selain mitigasi, masyarakat adat memiliki peran besar dalam proses adaptasi terhadap bencana hidrometeorologi. Adaptasi dilakukan melalui penyesuaian pola tanam, diversifikasi sumber penghidupan, serta penguatan solidaritas sosial. Dalam menghadapi perubahan pola curah hujan dan musim yang tidak menentu, masyarakat adat sering kali menyesuaikan kalender tanam berdasarkan pengalaman dan pengamatan terhadap alam. Di sisi lain, nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan dalam masyarakat adat menjadi modal sosial yang kuat dalam menghadapi situasi krisis akibat bencana.

Pada tahap tanggap darurat dan pemulihan pascabencana, peran masyarakat adat juga sangat signifikan, mereka jadi pelaku utama. Struktur sosial yang kuat memungkinkan mobilisasi bantuan secara cepat di tingkat komunitas. Masyarakat adat saling membantu dalam evakuasi, pemenuhan kebutuhan dasar, serta pembangunan kembali rumah dan fasilitas bersama. Proses pemulihan berbasis komunitas ini sering kali lebih berkelanjutan karena disesuaikan dengan kondisi sosial, budaya, dan lingkungan setempat.

Namun demikian, peran masyarakat adat dalam menghadapi bencana hidrometeorologi belum sepenuhnya diakui dan didukung oleh kebijakan negara maupun oleh lembaga-lembaga donor peduli bencana. Pendekatan penanggulangan bencana yang bersifat top-down sering kali mengabaikan pengetahuan lokal dan partisipasi masyarakat adat. Akibatnya, program mitigasi dan adaptasi bencana kurang efektif dan tidak berkelanjutan. Selain itu, perampasan wilayah adat, deforestasi, dan eksploitasi sumber daya alam justru memperbesar risiko bencana hidrometeorologi di wilayah adat.

Oleh karena itu, penguatan posisi masyarakat adat menjadi langkah penting dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Pengakuan dan perlindungan hak masyarakat adat atas wilayah dan sumber daya alam merupakan prasyarat utama untuk membangun ketahanan bencana. Selain itu, integrasi pengetahuan lokal masyarakat adat ke dalam kebijakan pengurangan risiko bencana dan adaptasi perubahan iklim perlu dilakukan secara sistematis dan partisipatif.

Ke depan, masyarakat adat harus diposisikan sebagai mitra strategis dalam penanggulangan bencana hidrometeorologi. Pemerintah, lembaga penanggulangan bencana, akademisi, dan organisasi masyarakat sipil perlu membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi masyarakat adat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kebijakan kebencanaan. Dengan demikian, upaya menghadapi bencana tidak hanya bersifat teknokratis, tetapi juga berakar pada kearifan lokal dan keadilan sosial.

Akhir kata, masyarakat adat memiliki posisi yang unik sekaligus krusial dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Di tengah kerentanan yang mereka alami, masyarakat adat melalui tradisi lisan yang telah berlangsung dari satu generasi ke generasi saat ini memainkan peran penting sebagai penjaga lingkungan, pelaku mitigasi berbasis kearifan lokal, serta penguat ketahanan komunitas, bukan sebagai objek. Oleh karena itu, mengakui, memberdayakan, dan memperkuat posisi serta peran masyarakat adat bukan hanya soal keadilan, tetapi juga merupakan strategi efektif untuk menghadapi tantangan bencana hidrometeorologi di masa depan secara berkelanjutan. *)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Tinjau Pasar Serikat C Batusangkar, Menteri PU Dody: Segera Dibangun dengan Dana Pusat

Next Post

Taslim: Ada Semangat Baru dengan Kepengurusan DPP IKA Unand Periode 2025-2029

BeritaTerkait

Bonus Kepala Daerah
Opini

Bonus Kepala Daerah

13 Juni 2026
26
Ujian Nyata Desentralisasi Fiskal di 39 Daerah
Opini

Ujian Nyata Desentralisasi Fiskal di 39 Daerah

11 Juni 2026
13
Nagari Ketapiang Menuju Sebuah Kecamatan Otonom
Opini

Nagari Ketapiang Menuju Sebuah Kecamatan Otonom

8 Juni 2026
35
Menata Ulang MBG: Selamat Datang Kantin Sekolah
Opini

Menata Ulang MBG: Selamat Datang Kantin Sekolah

8 Juni 2026
19
Bupati JKA Putar Roda Menjemput Aspirasi
Opini

Bupati JKA Putar Roda Menjemput Aspirasi

7 Juni 2026
97
Teori Genggam Anak Ayam dalam Politik Desentralisasi
Opini

Teori Genggam Anak Ayam dalam Politik Desentralisasi

30 Mei 2026
20
Next Post
Taslim: Ada Semangat Baru dengan Kepengurusan DPP IKA Unand Periode 2025-2029

Taslim: Ada Semangat Baru dengan Kepengurusan DPP IKA Unand Periode 2025-2029

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,566)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,486)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,763)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,464)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,897)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,379)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,835)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,706)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,145)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,241)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
175
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
361
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
504
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
240
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
121
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
159
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
136
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
197
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
132

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In