• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Senin, Oktober 12, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Surat Presiden ACIKITA Jumiarti Agus dari Kobe Jepang; Salah Satu Sisi Unik Sekolah di Jepang, Belajar Tidak Monoton di Dalam Kelas Saja

11 Oktober 2026
in Feature
Reading Time: 5min read
Views: 117
Saat pertukaran jam pelajatan. (Foto : JA)

PENGANTAR REDAKSI;
Dari Kobe Jepang, Presiden Internasional ACIKITA Dr Eng Jumiarti Agus berkirim surat/cerita kepada redaksi forumsumbar.com, mengenai aktivitas/kegiatan lembaga ACIKITA yang ia pimpin. Dan juga cerita-cerita/pengalaman menarik tentang kehidupan di Jepang yang enak untuk dibaca. Berikut tulisan dari Jumiarti Agus –yang bersama keluarga telah lama bermukim di Kobe Jepang;

SALAH satu sisi unik kehidupan sekolah di Jepang yang menarik untuk diperhatikan adalah kebiasaan murid-murid berpindah ruangan saat pergantian jam pelajaran. Bukan hanya di tingkat SMP atau SMA, di sekolah dasar pun murid-murid sudah terbiasa bergerak dari satu ruang ke ruang lain sesuai dengan jenis pelajaran dan kegiatan yang akan mereka ikuti.

Jika kita membayangkan sekolah sebagai tempat murid duduk di bangku yang sama dari pagi hingga siang, suasana di sejumlah sekolah Jepang bisa memberikan gambaran yang berbeda. Di sini, kegiatan belajar tidak selalu berlangsung di satu ruang kelas.

Lihat Juga

Surat Presiden ACIKITA Jumiarti Agus dari Kobe Jepang; ACIKITA Student Exchange, Belajar Lintas Negara, Menjalin Persahabatan dan Membangun Kenangan yang Tak Terlupakan

Surat Presiden ACIKITA Jumiarti Agus dari Kobe Jepang; ACIKITA Student Exchange, Belajar Lintas Negara, Menjalin Persahabatan dan Membangun Kenangan yang Tak Terlupakan

11 Oktober 2026
19
Surat Jumiarti Agus dari Kobe Jepang; Melalui ACIKITA Student Exchange, Alhamdulillah Terhubung Silaturrahmi Internasional dengan Kolega Lama

Surat Jumiarti Agus dari Kobe Jepang; Melalui ACIKITA Student Exchange, Alhamdulillah Terhubung Silaturrahmi Internasional dengan Kolega Lama

11 Oktober 2026
23
Blusukan Rahasia Sang Smiling General: Saat Soeharto Menyusuri Desa demi Desa Tanpa Protokol

Blusukan Rahasia Sang Smiling General: Saat Soeharto Menyusuri Desa demi Desa Tanpa Protokol

8 November 2025
59

Ada waktunya murid menuju ruang musik, hall, lapangan olahraga, ruang berkarya atau art room, ruang kesehatan atau hoken shitsu, hingga perpustakaan. Bahkan, ada pula kegiatan yang berlangsung di ruang menjahit dan ruang memasak.

Dengan pola seperti di atas, sekolah terasa lebih dinamis. Murid tidak hanya berpindah dari satu materi pelajaran ke materi lainnya, tetapi juga berpindah lingkungan belajar sesuai dengan kegiatan yang dilakukan.

Dari Ruang Kelas ke Ruang Musik, Perpustakaan, hingga Dapur Sekolah

Coba bayangkan suasana ketika bel pergantian pelajaran berbunyi. Murid-murid mulai merapikan perlengkapan mereka, memeriksa buku atau alat yang perlu dibawa, kemudian berjalan menuju ruangan berikutnya.

Jika jadwalnya pelajaran musik, mereka menuju ruang musik yang menyediakan berbagai alat untuk mendukung kegiatan bernyanyi dan memainkan instrumen. Ketika waktunya berolahraga, mereka bergerak ke lapangan atau hall, tergantung jenis kegiatan dan kondisi yang tersedia.

Pada pelajaran seni atau art, murid dapat menggunakan ruang berkarya yang mendukung kegiatan menggambar, melukis, membuat kerajinan, dan berbagai aktivitas kreatif lainnya.

Ketika pelajaran membutuhkan sumber bacaan, mereka menuju perpustakaan. Sementara itu, kegiatan tertentu dapat dilaksanakan di ruang khusus untuk menjahit atau memasak, sehingga murid memiliki kesempatan untuk belajar keterampilan praktis melalui pengalaman langsung.

Ada pula ruang kesehatan yang dikenal dengan istilah hoken-shitsu (保健室), yaitu ruangan yang digunakan untuk kebutuhan kesehatan dan tempat murid memperoleh bantuan ketika merasa tidak sehat. Ruangan ini memiliki fungsi yang berbeda dari ruang pelajaran biasa.

Tentu saja, penggunaan ruangan dan fasilitas tersebut berbeda-beda di setiap sekolah, sesuai dengan fasilitas, jadwal, serta kurikulum yang diterapkan.

Saat pertukaran jam pelajaran, lalu lintas sibuk, tapi tak ada tabrakan, karen ada aturan yang berjalan, dan naik turun tangga. Yang sudah mulai ditanamkan sejak SD. (Foto : JA)

Anak SD Pun Sudah Terbiasa Berpindah Ruangan

Hal menariknya, kegiatan berpindah ruangan ini bukan hanya menjadi bagian dari kehidupan murid yang sudah beranjak remaja. Di sekolah dasar Jepang, murid juga dapat menjalani kegiatan belajar di berbagai tempat sesuai kebutuhan pelajaran.

Pengalaman ini membuat mereka mengenal lingkungan sekolah secara lebih luas. Mereka belajar bahwa setiap ruangan memiliki fungsi dan aturan yang berbeda.

Saat menuju ruang musik, misalnya, mereka perlu mempersiapkan perlengkapan yang sesuai. Ketika akan berolahraga, mereka mengikuti aturan keselamatan dan menggunakan fasilitas dengan tertib. Saat berkegiatan di ruang seni atau memasak, mereka belajar menjaga alat, merapikan tempat, serta mengikuti petunjuk guru.

Dari rutinitas tersebut, anak-anak berkesempatan mengembangkan kemandirian dan tanggung jawab sejak dini. Mereka tidak hanya belajar memahami materi pelajaran, tetapi juga berlatih mengatur barang bawaan, memperhatikan jadwal, menjaga ketertiban, dan memanfaatkan fasilitas sekolah dengan baik.

Tentu, semua itu tidak terjadi secara otomatis hanya karena murid berpindah ruangan. Peran guru, pembiasaan, dan aturan sekolah tetap menjadi bagian penting dalam membentuk perilaku tersebut.

Di SMP, Ruang Belajar Bisa Semakin Beragam

Memasuki jenjang SMP, kegiatan berpindah ruangan dapat menjadi semakin beragam karena mata pelajaran dan kebutuhan pembelajaran bertambah.

Selain ruang musik, seni, perpustakaan, dan fasilitas olahraga, murid dapat menggunakan laboratorium sains serta ruang teknologi. Di laboratorium teknologi, misalnya, kegiatan belajar bisa melibatkan penggunaan peralatan, pengenalan teknologi, pembuatan karya, atau praktik sesuai materi yang diajarkan.

Murid tidak sekadar membaca teori dari buku, tetapi juga memiliki kesempatan untuk melihat, mencoba, membuat, dan mengamati secara langsung.

Perbedaan fungsi setiap ruangan membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih sesuai dengan karakter mata pelajaran. Belajar sains terasa berbeda ketika dilakukan di laboratorium, sebagaimana kegiatan memasak dan menjahit membutuhkan peralatan serta lingkungan yang mendukung praktik.

Inilah salah satu hal yang membuat kehidupan sekolah terasa lebih bervariasi. Setiap pergantian pelajaran dapat menghadirkan suasana, perlengkapan, dan pengalaman yang berbeda.

Ageela-chan dan Hime-chan, dua anak Indonesia yang berbeda sekolah bisa dipertemukan dalam event ACIKITA Student Exchange. (Foto : JA)

Sekolah Tidak Monoton, Murid Pun Tidak Terus Duduk di Tempat yang Sama

Berpindah ruangan memberikan perubahan suasana di tengah rutinitas sekolah. Murid memiliki kesempatan untuk bergerak, melihat lingkungan yang berbeda, dan berinteraksi dengan teman-teman ketika menuju ruang berikutnya.

Perpindahan tersebut memang hanya berlangsung dalam waktu singkat. Namun, jika menjadi bagian dari rutinitas harian, aktivitas ini ikut membentuk ritme kehidupan sekolah yang lebih dinamis.

Murid tidak hanya duduk di bangku kelas, mendengarkan penjelasan guru, mencatat, lalu mengerjakan soal. Ada saatnya mereka bernyanyi, berolahraga, membaca buku di perpustakaan, membuat karya, melakukan percobaan, atau mempraktikkan keterampilan sehari-hari.

Dengan demikian, kegiatan belajar tidak hanya berpusat pada penyampaian materi, tetapi juga memberi ruang bagi pengalaman langsung dan aktivitas yang beragam.

Meski demikian, sistem berpindah ruangan juga memerlukan pengaturan yang baik. Jadwal harus jelas, waktu perpindahan perlu diperhitungkan, dan murid harus terbiasa menjaga ketertiban agar kegiatan belajar tetap efektif.

Apa yang Bisa Dipelajari dari Pengalaman Sekolah di Jepang?

Pengalaman ini memberikan inspirasi bahwa suasana belajar dapat dibangun melalui pemanfaatan ruang dan fasilitas sekolah secara optimal.

Sekolah tidak harus selalu mengandalkan satu ruang kelas untuk semua kegiatan. Jika fasilitas memungkinkan, ruang-ruang khusus dapat digunakan sesuai kebutuhan pembelajaran. Bahkan, kegiatan di perpustakaan, halaman, atau ruang terbuka pun dapat memberikan suasana berbeda tanpa harus membangun fasilitas yang terlalu rumit.

Bagi sekolah di Indonesia, tentu tidak semua sistem perlu ditiru secara persis. Kondisi bangunan, jumlah murid, ketersediaan ruangan, dan kebutuhan setiap sekolah berbeda-beda. Namun, semangat untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih beragam dapat menjadi inspirasi yang berharga.

Sebab, anak-anak belajar bukan hanya melalui apa yang mereka dengar dari guru atau baca di buku. Mereka juga belajar melalui gerakan, pengamatan, percobaan, kreativitas, dan pengalaman melakukan sesuatu secara langsung.

Informasi mengenai program ACIKITA 2027. (Foto : JA)

Sekolah Bukan Sekadar Ruang Kelas

Salah satu sisi menarik sekolah di Jepang adalah bagaimana berbagai ruang dapat menjadi bagian dari pengalaman pendidikan sehari-hari. Dari ruang musik hingga laboratorium teknologi, dari perpustakaan hingga ruang memasak, setiap tempat memiliki peran dalam mendukung kegiatan belajar.

Bagi murid sekolah dasar, kebiasaan ini menjadi kesempatan untuk mengenal berbagai aktivitas dan melatih kemandirian. Sementara bagi murid SMP, bertambahnya variasi mata pelajaran membuat penggunaan ruang khusus semakin relevan.

Pada akhirnya, yang menarik bukan semata-mata kebiasaan murid berjalan dari satu ruangan ke ruangan lainnya. Hal yang lebih penting adalah bagaimana lingkungan sekolah dirancang agar anak-anak dapat belajar dengan cara yang beragam, aktif, dan sesuai dengan kebutuhan mereka.

Sekolah bukan hanya tempat untuk duduk dan mendengarkan. Sekolah adalah lingkungan tempat anak-anak bergerak, mencoba, berkarya, berinteraksi, dan menemukan pengalaman baru setiap harinya.

Dan mungkin, dari sinilah kita bisa melihat bahwa suasana belajar yang menarik tidak selalu membutuhkan sesuatu yang mewah. Terkadang, pemanfaatan ruang yang tepat dan kesempatan untuk belajar melalui pengalaman langsung sudah dapat membuat kehidupan sekolah terasa lebih hidup dan tidak monoton.

Di foto yang diisertkan pada postingan ini, terlihat Hime-chan murid pertukaran pelajar dari Indonesia juga bergerak menuju perpindahan ruangan, pengalaman yang tidak semua anak Indonesia merasakannya. Maka setiap anak Indonesia yang datang belajar ke sekolah di Jepang selalu berucap, “Aku senang banget bersekolah di sini.”

Semoga pengalaman mengikuti ACIKITA Student Exchange ini bisa makin menyemangati mereka untuk serius menamatkan sekolah di tanah, dan sukses menuju universitas impiannya.

Aamiin YRA

Bagi yang ingin melejitkan anak-anaknya, ingin mengikuti pertukaran pelajar di sekolah Jepang, bisa menghubungi ACIKITA, WA +81-80-3333-1327.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Jumiarti Agus
Presiden Internasional ACIKITA

Kobe, 10 Oktober 2026

#ACIKITAStudentExchange
#sistempendidikanJepang

(Putrie)

Dr Eng Jumiarti Agus, Presiden Internasional ACIKITA. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

Surat Presiden ACIKITA Jumiarti Agus dari Kobe Jepang; ACIKITA Student Exchange, Belajar Lintas Negara, Menjalin Persahabatan dan Membangun Kenangan yang Tak Terlupakan

Next Post

Surat Presiden ACIKITA Jumiarti Agus dari Kobe Jepang; PTU ACIKITA Antarkan Anak-anak Indonesia Jadi Anak Dunia Lebih Dini, Azaddy dan Nawaz Berangkat ke Jepang

BeritaTerkait

Surat Presiden ACIKITA Jumiarti Agus dari Kobe Jepang; ACIKITA Student Exchange, Belajar Lintas Negara, Menjalin Persahabatan dan Membangun Kenangan yang Tak Terlupakan
Feature

Surat Presiden ACIKITA Jumiarti Agus dari Kobe Jepang; ACIKITA Student Exchange, Belajar Lintas Negara, Menjalin Persahabatan dan Membangun Kenangan yang Tak Terlupakan

11 Oktober 2026
19
Surat Jumiarti Agus dari Kobe Jepang; Melalui ACIKITA Student Exchange, Alhamdulillah Terhubung Silaturrahmi Internasional dengan Kolega Lama
Feature

Surat Jumiarti Agus dari Kobe Jepang; Melalui ACIKITA Student Exchange, Alhamdulillah Terhubung Silaturrahmi Internasional dengan Kolega Lama

11 Oktober 2026
23
Blusukan Rahasia Sang Smiling General: Saat Soeharto Menyusuri Desa demi Desa Tanpa Protokol
Feature

Blusukan Rahasia Sang Smiling General: Saat Soeharto Menyusuri Desa demi Desa Tanpa Protokol

8 November 2025
59
Selamat Datang di Jepang untuk Murid-murid ACIKITA Summer School 10
Feature

Selamat Datang di Jepang untuk Murid-murid ACIKITA Summer School 10

20 Juli 2025
70
Sebuah Catatan Perjalanan Rafles Rajo Endah (3/Tamat) : “Mengenang Kenangan yang Tak Terlupakan Saat Bertugas di Samarinda”
Feature

Sebuah Catatan Perjalanan Rafles Rajo Endah (3/Tamat) : “Mengenang Kenangan yang Tak Terlupakan Saat Bertugas di Samarinda”

10 September 2024
152
Kebijakan Pemerintah dan Kampus yang Menguntungkan Pelajar Asing di Jepang
Feature

Kebijakan Pemerintah dan Kampus yang Menguntungkan Pelajar Asing di Jepang

8 September 2024
147
Next Post
Surat Presiden ACIKITA Jumiarti Agus dari Kobe Jepang; PTU ACIKITA Antarkan Anak-anak Indonesia Jadi Anak Dunia Lebih Dini, Azaddy dan Nawaz Berangkat ke Jepang

Surat Presiden ACIKITA Jumiarti Agus dari Kobe Jepang; PTU ACIKITA Antarkan Anak-anak Indonesia Jadi Anak Dunia Lebih Dini, Azaddy dan Nawaz Berangkat ke Jepang

Please login to join discussion

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (41,103)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (37,012)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (36,324)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (36,018)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,471)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (35,426)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,940)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,422)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,693)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,768)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
210
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
438
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
528
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
265
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
145
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
185
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
157
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
226
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
162

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In