
PENGANTAR REDAKSI;
Dari Kobe Jepang, Presiden Internasional ACIKITA Dr Eng Jumiarti Agus berkirim surat/cerita kepada redaksi forumsumbar.com, mengenai aktivitas/kegiatan lembaga ACIKITA yang ia pimpin. Dan juga cerita-cerita/pengalaman menarik tentang kehidupan di Jepang yang enak untuk dibaca. Berikut tulisan dari Jumiarti Agus –yang bersama keluarga telah lama bermukim di Kobe Jepang;
DUA hari terakhir Hime-chan bersekolah di SMP Hiyodoridai, Jepang, menjadi momen yang penuh haru. Tanpa disadari air mata Hime-chan tak bisa dibendungnya.
Tidak hanya Hime-chan, Harel-kun yang sudah pulang tanggal 9 Oktober, juga mengalami hal yang sama.
Tanggal 8 Oktober adalah wakarekai, acara perpisahan dengan Harel-kun dan Hime-chan dengan teman satu kelas. Baik Harel-kun maupun Hime-chan menangis meninggalkan kelas pada hari itu.
Setelah menjalani hari-hari yang menyenangkan sebagai peserta ACIKITA Student Exchange, tibalah saatnya kemarin 9 Oktober, Hime-chan speech, mengucapkan selamat tinggal kepada teman-teman dan guru-guru yang telah menjadi bagian berharga dari pengalaman belajarnya di Jepang.
Air mata Hime-chan pun mengalir. Bukan karena kesedihan semata, tetapi juga karena begitu banyak kenangan indah yang telah ia dapatkan selama bersekolah di sekolah Jepang. Perpisahan ini terasa berat karena ia telah merasa nyaman, diterima, dan menjadi bagian dari lingkungan sekolah yang begitu hangat.
Dengan penuh perasaan, Hime-chan mengungkapkan betapa bahagianya ia selama bersekolah di Jepang.
“Aku sangat senang bisa bersekolah di Jepang. Teman-temanku semuanya baik, guru-gurunya juga baik. Aku suka sistem pendidikannya. Terima kasih untuk semuanya,” ujar Hime-chan.
Ungkapan sederhana tersebut menggambarkan betapa bermaknanya pengalaman yang telah Hime-chan jalani. Baginya, program pertukaran pelajar bukan hanya tentang belajar di sekolah negara lain, tetapi juga tentang mengenal budaya baru, membangun persahabatan, belajar beradaptasi, dan merasakan secara langsung kehidupan sehari-hari di Jepang.

Kebaikan teman-teman, perhatian para guru, serta suasana sekolah yang membuatnya nyaman telah meninggalkan kesan mendalam di hati Hime-chan. Pengalaman ini menjadi bukti bahwa pendidikan lintas negara mampu menghadirkan pelajaran yang jauh lebih luas daripada yang diperoleh di dalam kelas.
Melalui ACIKITA Student Exchange, para murid Indonesia mendapatkan kesempatan untuk belajar, berinteraksi, dan bertumbuh di lingkungan pendidikan Jepang. Mereka tidak hanya membawa pulang pengetahuan baru, tetapi juga kenangan, persahabatan, dan pengalaman hidup yang akan terus mereka ingat.
Kami di ACIKITA sangat berterimakasih kepada Kepala Sekolah SMP Hiyodoridai, atas sambutan hangat dan pengalaman berharga yang telah diberikan kepada Hime-chan. Terima kasih kepada seluruh guru dan teman-teman yang telah membuat hari-harinya di Jepang terasa menyenangkan. Semoga persahabatan yang terjalin tetap terjaga meskipun jarak dan waktu memisahkan.
Pada kesempatan ini, kami dari ACIKITA juga ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Aqeela, anak Indonesia yang lahir dan bersekolah di Jepang dari hoikuen (prasekolah). Ia sangat support program ACIKITA. Aqeela selalu diminta gurunya menjadi penanggung jawab bagi setiap murid pertukaran pelajar dari Indonesia di kelasnya. Bahkan Aqeela duduk disebelah murid murid yang datang dari Indonesia.
Terima kasih, Aqeela, atas perhatian, bantuan, dan kepedulian dalam mendampingi teman-teman dari Indonesia. Bantuan Aqeela sangat berarti dalam membantu semua murid dari Indonesia untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah, memahami kebiasaan sehari-hari, serta merasa diterima dan nyaman di tengah teman-teman baru.

Peran seperti ini mungkin terlihat sederhana, tetapi sesungguhnya sangat penting. Kehadiran seorang teman sebangsa yang bersedia membantu dapat membuat murid yang datang dari negara lain merasa lebih percaya diri, tidak canggung, dan akhirnya dapat menikmati pengalaman belajar di Jepang dengan penuh kegembiraan.
Kami bersyukur karena para murid yang mengikuti program ACIKITA Student Exchange dapat merasakan suasana sekolah yang ramah dan menyenangkan.
Semua ini tentu tidak terlepas dari dukungan pihak sekolah, para guru, teman-teman sekelas, serta orang-orang baik seperti Aqeela yang dengan tulus membantu proses adaptasi mereka.
Juga keberadaan anak anak Indonesia bisa belajar di Jepang bisa berlangsung berkat perjuangan para penggiat pendidikan di ACIKITA, mulai dari persiapan, persyaratan masuk Jepang, pengurusan visa yang saat ini tidak mudah, hingga proses kedatangan ke Jepang.
Saya sebagai Presiden Internasional ACIKITA mengucapkan terimakasih untuk semua yang sudah men-support perjuangan melejitkan anak anak Indonesia, menjadi anak dunia, ini.
Juga terimakasih untuk murid murid PTU-ACIKITA yang sudah banyak membantu.

Semoga semuanya berbalas pahala dari Allah. Aamiin YRA.
Hari terakhir Hime-chan di SMP Hiyodoridai mungkin menjadi akhir dari satu perjalanan, tetapi bukan akhir dari persahabatan dan kenangan indah yang telah terukir. Air mata yang jatuh hari itu menjadi tanda bahwa pengalaman ini begitu berarti baginya.
Selamat melanjutkan perjalanan, Hime-chan! Bawalah pulang semua kenangan indah, pelajaran, dan persahabatan yang telah didapatkan di Jepang. Semoga pengalaman ini menjadi bekal berharga untuk masa depan Hime-chan nantinya.
Terima kasih tim ACIKITA, baik di Internasional maupun nasional, terimakasih untuk keluarga besar SMP Hiyodoridai. Terima kasih, Aqeela, dan para murid PTU-ACIKITA di Kobe. Terima kasih kepada semua yang telah membuat perjalanan Hime-chan begitu istimewa.
ACIKITA Student Exchange — belajar lintas negara, menjalin persahabatan, dan membangun kenangan yang tak terlupakan.
Untuk anak anak Indonesia yang ingin merasakan dan punya pengalaman bersekolah di negara maju, bisa mengikuti ACIKITA Student Exchange, pendaftaran via WA +81-80-3333-1327.
Mari kita support dan hadirkan pendidikan terbaik untuk anak-anak kita, demi masa depan mereka yang lebih baik.
Ganbarimashou!!
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Jumiarti Agus
Presiden Internasional
Kobe, 10 Oktober 2026
(Putrie)
























