
PENGANTAR REDAKSI;
Dari Kobe Jepang, Presiden Internasional ACIKITA Dr Eng Jumiarti Agus berkirim surat/cerita kepada redaksi forumsumbar.com, mengenai aktivitas/kegiatan lembaga ACIKITA yang ia pimpin. Dan juga cerita-cerita/pengalaman menarik tentang kehidupan di Jepang yang enak untuk dibaca. Berikut tulisan dari Jumiarti Agus –yang bersama keluarga telah lama bermukim di Kobe Jepang;
ALHAMDULILLAH, malam ini menjadi momen istimewa bagi PTU ACIKITA. Dua murid kami, Azaddy dan Nawaz, yang bersahabat, berangkat menuju Jepang untuk memulai babak baru dalam perjalanan pendidikan dan kehidupan mereka.
Perjalanan ini bukan sekadar perjalanan dari Indonesia menuju Jepang. Lebih dari itu, ini adalah langkah awal bagi dua anak Indonesia untuk mengenal dunia lebih dekat, belajar hidup mandiri, beradaptasi dengan budaya yang berbeda, serta membangun keberanian untuk meraih masa depan yang lebih luas.
Insyaallah, malam ini mereka akan terbang menuju Osaka. Setibanya di sana, perjalanan dilanjutkan dengan bus menuju Sannomiya, Kobe, kemudian menuju Hiyodoridai, tempat rumah ACIKITA khusus untuk student putera berada.
Ada cerita menarik dan mengharukan sebelum keberangkatan mereka malam ini.
Minggu lalu, orangtua Azaddy dan Nawaz bersama seorang murid SMP, Ibu Widia (orangtua Azaddy), telah berkunjung langsung ke Kobe, Jepang. Mereka tidak hanya melihat lingkungan sekitar, tetapi juga mengunjungi sekolah bahasa tempat Azaddy dan Nawaz akan belajar. Mereka juga berkesempatan melihat secara langsung rumah ACIKITA khusus student putera yang berlokasi di Hiyodoridai, Kobe.
Kunjungan ini menjadi bagian penting dari ikhtiar kami untuk memastikan bahwa anak-anak akan tinggal dan belajar di lingkungan yang aman, nyaman, serta mendukung proses tumbuh kembang mereka.
Bagi orangtua, melepas anak untuk belajar jauh dari rumah tentu bukan perkara sederhana. Ada rasa haru, ada kekhawatiran, tetapi juga ada harapan besar yang menyertai setiap langkahnya. Karena itu, melihat langsung sekolah dan tempat tinggal anak menjadi hal yang sangat berarti.
Alhamdulillah, setelah melihat sendiri kondisi rumah ACIKITA, orangtua Azaddy menyampaikan sebuah kalimat yang sederhana, tetapi begitu bermakna:

“Rumahnya sangat nyaman untuk anak-anak, Bu.”
Bagi kami, kalimat tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri. Sebab, rumah bukan hanya tempat untuk beristirahat setelah seharian belajar. Rumah juga harus menjadi tempat anak-anak merasa aman, diterima, diperhatikan, dan memiliki lingkungan yang mendukung mereka untuk terus berkembang.
Kami memahami bahwa keberanian orangtua untuk mempercayakan anaknya menempuh pendidikan di luar negeri tumbuh dari keyakinan bahwa anak-anak mereka berada dalam lingkungan yang baik. Karena itu, pendampingan, kenyamanan tempat tinggal, serta perhatian terhadap kebutuhan anak menjadi bagian penting dari perjalanan pendidikan ini.
Mengapa PTU ACIKITA menghadirkan kesempatan belajar di Jepang sejak usia muda?
Karena kami percaya bahwa anak-anak Indonesia perlu mendapatkan kesempatan untuk mengenal dunia lebih dini.
Menjadi anak dunia bukan berarti melupakan tanah air atau meninggalkan jati diri sebagai bangsa Indonesia. Justru, dengan mengenal berbagai budaya, bahasa, cara berpikir, dan kebiasaan masyarakat dunia, anak-anak diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang lebih terbuka, mandiri, percaya diri, dan mampu menghargai perbedaan.
Mereka belajar bahwa dunia begitu luas. Bahwa ada banyak hal yang bisa dipelajari, banyak tantangan yang bisa dihadapi, dan banyak peluang yang bisa diraih jika mereka mau berusaha serta terus mengembangkan diri.

Di Jepang, Azaddy dan Nawaz akan belajar lebih dari sekadar bahasa. Mereka akan belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan baru, mengatur keseharian, membangun tanggung jawab, menghargai kedisiplinan, serta menjalin pertemanan lintas budaya.
Tentu, perjalanan ini tidak selalu mudah. Akan ada saat-saat ketika mereka merindukan keluarga, harus menghadapi tantangan, atau membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Namun, justru melalui pengalaman itulah karakter dan kemandirian mereka akan terus bertumbuh.
Dan betapa beruntungnya Azaddy dan Nawaz menjalani langkah awal ini bersama seorang sahabat. Mereka dapat saling menyemangati, berbagi pengalaman, dan belajar menghadapi lingkungan baru bersama-sama.
Malam ini, dua anak muda Indonesia melangkah menuju pengalaman baru. Ada doa orangtua yang mengiringi, ada harapan yang dititipkan, dan ada ikhtiar pendidikan yang terus kami upayakan.
Semoga perjalanan Azaddy dan Nawaz menuju Jepang diberikan kelancaran dan keselamatan. Semoga mereka tiba dengan selamat di Kobe, dapat beradaptasi dengan baik, belajar dengan penuh semangat, serta tumbuh menjadi generasi Indonesia yang berwawasan global, berkarakter kuat, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebaikan.
Terima kasih kepada orangtua Azaddy dan Nawaz atas kepercayaan yang diberikan kepada PTU ACIKITA. Semoga langkah ini menjadi awal dari perjalanan panjang yang penuh manfaat, bukan hanya bagi kedua anak ini, tetapi juga bagi masa depan mereka dan Indonesia.

PTU ACIKITA: Mengantarkan Anak-Anak Indonesia Menjadi Anak Dunia Lebih Dini
Karena kami percaya, mempersiapkan generasi masa depan tidak harus menunggu mereka dewasa. Kesempatan untuk mengenal dunia, membangun kemandirian, dan menumbuhkan wawasan global dapat dimulai sejak usia muda, dengan persiapan yang matang, pendampingan yang tepat, serta dukungan penuh dari keluarga.
Selamat berangkat, Azaddy dan Nawaz!
Bawalah semangat Indonesia ke Jepang. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, jadilah anak-anak yang mandiri dan bertanggung jawab, dan manfaatkan setiap kesempatan untuk bertumbuh.
Langkah kalian malam ini adalah awal dari cerita besar yang sedang kalian bangun.
Bismillah. Selamat menempuh perjalanan, selamat belajar, dan selamat menjadi anak dunia!
🇮🇩 ❤️ 🇯🇵
Jumiarti Agus
Presiden Internasional ACIKITA
Kobe, 10 Oktober 2026
#PTUACIKITA #AnakDunia #PendidikanGlobal #BelajarDiJepang #KemandirianAnak #GenerasiIndonesiaMendunia
(Putrie)
























