• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Asal Usul Nama Silungkang dan Gelar Datuk pada Laki-laki di Silungkang

14 Maret 2023
in Opini
Reading Time: 3min read
Views: 2,755
Annisa Azzahra, Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. (Foto : Dok)

Oleh: Annisa Azzahra

SETIAP wilayah atau daerah memiliki histori terhadap nama daerahnya, begitu juga dengan Nagari Silungkang. Bahkan Silungkang memiliki keistimewaan terhadap gelar bagi anak laki-lakinya. Keistimewaan tersebut terpakai hingga ke anak cucu sampai sekarang ini.

Gelar di dalam KBBI yaitu sebutan kehormatan, kebangsawaan ataupun kesarjanaan yang biasanya ditambahkan pada nama orang. Contohnya penambahan sutan, raden, tengku, dokter, serjana pertanian, serjana ekonomi dan lainnya pada bagian depan ataupun belakang nama orang tersebut.

Lihat Juga

IHSG Anjlok, Apakah Hanya Kesalahan OJK?

IHSG Anjlok, Apakah Hanya Kesalahan OJK?

1 Februari 2026
52
Masyarakat Adat dan Bencana Hidrometeorologi: Posisi dan Peran dalam Mitigasi

Masyarakat Adat dan Bencana Hidrometeorologi: Posisi dan Peran dalam Mitigasi

30 Januari 2026
37
Sakali Ota Gadang, Sakali Picayo Barubah

Sakali Ota Gadang, Sakali Picayo Barubah

27 Januari 2026
66

Di setiap daerah pemberian atau pengangkatan gelar ini berbeda-beda. Dalam asal usul nama Silungkang ini berasal dari mulut ke mulut secara lisan. Di Nagari Silungkang terdapat kisah dari pendapatan gelar datuk yang berhubungan dengan adu kerbau yaitu, pada zaman dahulu Silungkang bernama “TALANG TULUIH BATU BADAGUA“.

Kapan berubah menjadi Silungkang tidak diketahui, sebab perubahan nama sehingga menjadi SILUNGKANG ada beberapa versi yang berkembang di masyarakat antara lain:

Versi pertama : Silungkang berasal dari nama Lurah (anak sungai) yang ada di Silungkang, yaitu lurah Lungkang di Surau Bingkuang.

Versi Kedua : Silungkang berasal dari kata Lungkang yang berarti air yang tergenang, karena Silungkang terletak di sebuah lembah yang diapit oleh perbukitan.

Versi ketiga : Berkaitan dengan peristiwa adu kerbau yang sudah melegenda di seluruh Minangkabau. Peristiwa ini kemungkinan terjadi pada masa Kerajaan Bukit Batu Patah, yang berlokasi di daerah Padang Panjang.

Pada zaman itu Kerajaan Pagaruyung belum ada. Singkat cerita, pada waktu itu datang ancaman atau ultimatum dari sebuah kerajaan di pulau Jawa agar Kerajaan Bukit Batu Patah takluk dan menjadi jajahan kerajaan dari Jawa tersebut, dan membayar upeti setiap tahun. Kalau tidak, Kerajaan Bukit Batu Patah akan diserang oleh kerajaan dari Jawa tersebut.

Ketika itu yang menjadi penasehat kerajaan adalah seorang yang bernama Lungkang, dan berasal dari Nagori Talang Tuluih yang sudah terkenal akan kecerdikannya.

Segera raja dan para menteri serta penasehat kerajaan berunding untuk mengatasi hal ancaman tersebut. Penasehat kerajaan yang bernama Lungkang ini mengusulkan agar di adakan adu kerbau, karena kalau dilawan dengan cara peperangan hampir bisa dipastikan bahwa Kerajaan Bukit Batu Patah akan kalah karena kerajaan dari Jawa tersebut kerajaan yang besar, dan selain itu tentu akan jatuh korban yang banyak.

Dalam adu kerbau ini diajukan persyaratan apabila kerbau dari Kerajaan Bukit Batu Patah yang kalah maka kerajaan dari Jawa berhak menjajah dan Kerajaan Bukit Batu Patah akan takluk tanpa perlawanan.

Akan tetapi jika kerbau dari Kerajaan Bukit Batu Patah yang menang, maka kerajaan dari Jawa tersebut tidak berhak menjajah Kerajaan Bukit Batu Patah sampai kapan pun. Adapun persyaratan tersebut disetujui oleh kerajaan dari pulau Jawa tersebut.

Singkat cerita tibalah hari diadakannya adu kerbau ini, kerajaan dari Jawa membawa seekor kerbau yang sangat besar, sedangkan Kerajaan Bukit Batu Patah mempersiapkan seekor kerbau kecil  yang masih menyusu dan dipisahkan dengan induknya selama tiga hari, kemudian di mulut anak kerbau tersebut diikatkan sebuah pisau yang berbentuk kerucut yang sangat tajam.

Setelah kedua kerbau dilepaskan, kerbau kecil tadi mengira kerbau besar tersebut adalah induknya, kemudian kerbau kecil tersebut berlari mengejar untuk menyusu. Tentu saja perut kerbau besar robek ususnya terburai lalu kemudian mati.

Dengan demikian, Kerajaan Bukit Batu Patah tetap berkuasa dan utusan kerajaan dari Jawa pulang dengan membawa kekalahan.

Dengan kemenangan adu kerbau tersebut, nama Si Lungkang menjadi terkenal dan jadi pembicaraan dimana-mana, sampai ke pelosok-pelosok negeri yang dibicarakan orang hanya tentang adu kerbau dan usul dari Si Lungkang Sang Penasehat Raja.

Karena usul adu kerbau ini datangnya dari Si Lungkang, raja menanyakan ingin hadiah apa sebagai penghargaan atas jasanya sehingga memperoleh kemenangan.

Pada saat Raja menanyakan tentang hadiah tersebut, Raja memperkirakan tentu Si Lungkang akan meminta emas atau pun perak. Akan tetapi jawaban Si Lungkang di luar perkiraan raja tersebut. Si Lungkang menjawab bahwa dia ingin hadiah yang tidak bisa habis sampai kapan pun.

Lama raja terdiam mendengar permintaan dari Si Lungkang ini, kemudian raja berkata; “Kalau begitu di Nagori Talang Tuluih dimana Si Lungkang berasal berhak memakai gelar datuk untuk semua laki-laki mau yang besar atau pun yang kecil”.

Dalam hal ini, pengertian dari kata datuk tersebut adalah abang sebagai panggilan dari yang kecil kepada yang lebih tua. Dimana di daerah lain di Minangkabau yang berhak memakai gelar DATUK ini adalah seorang Penghulu Adat yang mana mengepalai sebuah suku dan untuk peresmiannya harus dengan pesta Batogak Pangulu dengan memotong seekor kerbau.

Sampai sekarang ini satu-satunya nagari di Minangkabau yang semua penduduk laki-lakinya di panggil Datuk, yang berarti abang hanya di Silungkang.

Lalu kita beralih ke Si Lungkang tadi, dia menjadi buah bibir masyarakat banyak. Saat itu dimana-mana pembicaraan penduduk hanya tentang adu kerbau dan Si Lungkang. Lama kelamaan nama Talang Tuluih Batu Badagua hilang, kalah populer dengan nama Si Lungkang. Dan semenjak adu kerbau tersebut nama Nagori Talang Tuluih berubah menjadi SILUNGKANG.

Lalu wilayah Kerajaan Bukit Batu Patah tersebut dari kata MENANG KABAU, lama kelamaan menjadi sebutan MINANGKABAU yang tetap lestari sampai saat ini.*)

 

Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas

ShareTweetSendShare
Previous Post

Nevi Zuairina: Kolaborasi BUMN dengan UMKM Perkuat Ekonomi Masyarakat

Next Post

Randang Lokan dari Inderapura

BeritaTerkait

IHSG Anjlok, Apakah Hanya Kesalahan OJK?
Opini

IHSG Anjlok, Apakah Hanya Kesalahan OJK?

1 Februari 2026
52
Masyarakat Adat dan Bencana Hidrometeorologi: Posisi dan Peran dalam Mitigasi
Opini

Masyarakat Adat dan Bencana Hidrometeorologi: Posisi dan Peran dalam Mitigasi

30 Januari 2026
37
Sakali Ota Gadang, Sakali Picayo Barubah
Opini

Sakali Ota Gadang, Sakali Picayo Barubah

27 Januari 2026
66
Re-Launching Gedung Abdullah Kamil: Lonceng yang Baru Digantung atau Bunyi yang Tak Pernah Dipukul
Opini

Re-Launching Gedung Abdullah Kamil: Lonceng yang Baru Digantung atau Bunyi yang Tak Pernah Dipukul

24 Januari 2026
82
193th Padang Pariaman, Menuju Bangkit Lebih Kuat
Opini

193th Padang Pariaman, Menuju Bangkit Lebih Kuat

12 Januari 2026
25
Tradisi Anti Kemiskinan-Kelaparan dalam Manajemen Bencana di Minangkabau
Opini

Tradisi Anti Kemiskinan-Kelaparan dalam Manajemen Bencana di Minangkabau

5 Januari 2026
92
Next Post
Randang Lokan dari Inderapura

Randang Lokan dari Inderapura

Most Viewed Posts

  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (35,980)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,072)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,249)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,215)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (29,292)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (28,659)
  • Tabuik, ‘Perang Karbala’ di Jantung Kota Pariaman (23,581)
  • Sijunjung Jebol, Seluruh Sumbar Zona Merah Covid-19 (22,389)
  • Blaster, Klub Motor Legendaris Kota Padang (22,384)
  • Boy Rafli Amar Dt Rangkayo Basa Termasuk 5 Komjen Calon Kapolri yang Diajukan Kompolnas ke Presiden (22,126)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
137
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
311
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
471
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
216
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
107
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
137
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
118
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
180
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
117

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In