• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Sabtu, Juli 18, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Dialek Bahasa Minangkabau di Kampung Panas Nagari Tandikek Padang Pariaman

17 Juni 2023
in Opini
Reading Time: 4min read
Views: 2,041
Fajri Frayoga, Mahasiswa Jurusan Sastra Minangakabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. (Foto : Ist)

Oleh: Fajri Frayoga

(Mahasiswa Jurusan Sastra Minangakabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)

MINANGKABAU adalah suku yang kaya akan adat, budaya, dan bahasanya. Setiap daerah di Minangkabau mempunyai dialek bahasanya tersendiri. Bahasa Minangkabau yang umumnya digunakan di ibukota provinsi yaitu Kota Padang dinamakan dengan bahasa Minangkabau Standar. Sedangkan bahasa yang digunakan setiap daerah di Ninangkabau yang berbeda – beda disebut dialek.

Lihat Juga

Dari Anak Pulau Menjadi Pamong: Kisah Pengabdian yang Menginspirasi

Dari Anak Pulau Menjadi Pamong: Kisah Pengabdian yang Menginspirasi

11 Juli 2026
22
OTT Bupati Tak Kunjung Berhenti

OTT Bupati Tak Kunjung Berhenti

4 Juli 2026
50
Hoyak Tabuik dalam Jejak Budaya Lintas Peradaban

Hoyak Tabuik dalam Jejak Budaya Lintas Peradaban

21 Juni 2026
76

Pada artikel ini penulis akan memaparkan beberapa dialek bahasa Minangkabau yang digunakan di tempat tinggal penulis.

Berikut ini dialek bahasa Minangkabau yang terdapat di Kampung Panas, Nagari Tandikek Barat, Kabupaten Padang Pariaman.

1. Alie

Elok – elok jalan e alie tu mah.

Makna kata alie dalam kalimat di atas adalah licin. Di Kampung Panas kata ini sering digunakan untuk memperingatkan atau memberitahukan kepada seseorang bahwa jalan atau benda yang basah dan licin yang bisa menyebabkan seseorang terjatuh.

Dalam bahasa Minangkabau standar yaitu Kota Padang sebagai ibukota provinsi Sumatera Barat orang lebih sering menggunakan kata “licin”.

2. Cipie/Pinggan

Basuah lah cipie tu lai Fajri!.

Basuah lah pinggan tu lai Fajri!.

Makna kata cipie/pinggan dalam kalimat di atas adalah piring. Di Kampung Panas kata ini sering digunakan untuk menunjukkan benda yang digunakan sebagai wadah untuk makan yang terbuat dari kaca atau keramik, kalau yang terbuat dari plastik sering disebut “pinggan karah”.

Dalam bahasa Minangkabau standar yaitu Kota Padang sebagai ibukota provinsi Sumatera Barat orang lebih sering menggunakan kata “piriang”.

3. Loteang

A lo lah nan babunyi ateh loteang ko a.

Makna kata loteang dalam kalimat di atas adalah sedikit ruangan yang terdapat di atas rumah. Di Kampung Panas kata ini sering digunakan jika ada yang berbunyi di atas rumah seperti tikus ataupun orang ingin menunjukkan bagian rumahnya kepada seseorang.

Dalam bahasa Minangkabau standar yaitu Kota Padang sebagai ibukota provinsi Sumatera Barat orang lebih sering menggunakan kata “atok”.

4. Galaih

Atakkan galaih kumuah ko kalakang ji.

Makna kata galaih dalam kalimat di atas adalah gelas. Di Kampung Panas orang menggunakan kata galaih untuk benda yang digunakan untuk minum sedangkan galeh digunakan untuk menunjukkan jualan atau dagangan.

Dalam bahasa Minangkabau standar yaitu Kota Padang sebagai ibukota provinsi Sumatera Barat orang lebih sering menggunakan kata “galeh”.

5. Lunau

Dari ma ang tadi ko balunau kaki ang a.

Makna kata lunau dalam kalimat diatas adalah lumpur. Di Kampung Panas orang menggunakan kata lunau jika ada jalan yang berlumpur atau orang yang bergelimang dengan lumpur.

Dalam bahasa Minangkabau standar yaitu Kota Padang sebagai ibukota provinsi Sumatera Barat orang lebih sering menggunakan kata “luluak”.

6. Badie

Bisuak bali badie ka balai mak dih.

Makna kata badie dalam kalimat di atas adalah pistol. Di Kampung Panas tradisinya pada saat lebaran anak-anak pergi pasar untuk membeli pistol mainan. Tradisi barayo di Kampung Panas masih tetap ada sampai sekarang. Barayo itu adalah jika ada pemuda di Kampung Panas yang menikah di tahun itu dan ia harus memberitahukan ketua pemuda di kampung dan nantinya akan ada rombongan anak- anak dan pemimpin kampung yang pergi barayo ke rumah istri dari pemuda tersebut untuk makan nasi dan soto yang sudah disediakan di rumah itu.

Dalam bahasa Minangkabau standar yaitu Kota Padang sebagai ibukota provinsi Sumatera Barat orang lebih sering menggunakan kata “tembak”.

7. Anciak

Anciak na badan asoe pai ka sawah ko.

Makna kata anciak dalam kalimat di atas adalah malas. Di Kampung Panas orang akan sering menggunakan kata ini kepada dirinya sendiri jika ia malas melakukan sesuatu dan kata ini juga digunakan jika ia menolak ajakan atau perintah orang lain.

Dalam bahasa Minangkabau standar yaitu Kota Padang sebagai ibukota provinsi Sumatera Barat orang lebih sering menggunakan kata “maleh”.

8. Dama

Bali minyak tanah untuak dama ko lah.

Makna kata dama dalam kalimat ini adalah pelita/lampu.

Di Kampung Panas biasanya dama ini digunakan jaman dulu sebelum adanya listrik atau saat mati lampu. Bahan bakarnya dari minyak tanah dan biasanya cukup tahan lama.

Dalam bahasa Minangkabau standar yaitu Kota Padang sebagai ibukota provinsi Sumatera Barat orang lebih sering menggunakan kata “lampu togok“.

9. Pato

Carian pato ciek ji sipaku ko lungga a.

Makna kata pato dalam kalimat ini adalah palu. Di Kampung Panas pato ini digunakan sebagai alat pemukul jika ingin membuat suatu bangunan seperti kandang ayam atau sejenisnya yang menggunakan paku sebagai penghubung antar kayunya.

Dalam bahasa Minangkabau standar yaitu Kota Padang sebagai ibukota provinsi Sumatera Barat orang lebih sering menggunakan kata “panokok”.

10. Kodah

Kodah na ang ko maludah sumbarang jo.

Makna kata kodah dalam kalimat ini adalah kotor/kumuh.

Tetapi kata ini diungkapkan kepada sifat seseorang yang jorok bukan untuk suatu tempat yang kotor/kumuh.

Dalam bahasa Minangkabau standar yaitu Kota Padang sebagai ibukota provinsi Sumatera Barat orang lebih sering menggunakan kata “kumuah”.

Itulah beberapa dialek bahasa Minangkabau yang ada di tempat tinggal penulis. Bagaimana dengan tempat tinggalmu? Apakah ada kesamaan atau bahkan jauh berbeda? *)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Di Balik Makna Buah Tangan dalam Adat Minangkabau

Next Post

Bakri Maulana: Pembangunan Ekonomi Pesisir Selatan Itu Harus Berkeadilan

BeritaTerkait

Dari Anak Pulau Menjadi Pamong: Kisah Pengabdian yang Menginspirasi
Opini

Dari Anak Pulau Menjadi Pamong: Kisah Pengabdian yang Menginspirasi

11 Juli 2026
22
OTT Bupati Tak Kunjung Berhenti
Opini

OTT Bupati Tak Kunjung Berhenti

4 Juli 2026
50
Hoyak Tabuik dalam Jejak Budaya Lintas Peradaban
Opini

Hoyak Tabuik dalam Jejak Budaya Lintas Peradaban

21 Juni 2026
76
DPRD Jangan Lagi Jadi Pelengkap Penderita
Opini

DPRD Jangan Lagi Jadi Pelengkap Penderita

19 Juni 2026
38
Deepfake AI (Artificial Intelligence) dan Masa Depan Demokrasi Indonesia
Opini

Deepfake AI (Artificial Intelligence) dan Masa Depan Demokrasi Indonesia

16 Juni 2026
43
Bonus Kepala Daerah
Opini

Bonus Kepala Daerah

13 Juni 2026
36
Next Post
Bakri Maulana: Pembangunan Ekonomi Pesisir Selatan Itu Harus Berkeadilan

Bakri Maulana: Pembangunan Ekonomi Pesisir Selatan Itu Harus Berkeadilan

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,717)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,642)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,922)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,612)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,057)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,528)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (33,828)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,002)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,295)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,392)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
181
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
374
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
505
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
248
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
124
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
167
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
139
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
206
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
137

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In