• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Sabtu, Juli 25, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

“Jangan Sampai Ayat Ini Diketahui Para Poligamisme”

25 Juli 2026
in Opini
Reading Time: 3min read
Views: 68
Ilustrasi. (Foto : Irawan Winata)

Oleh: Irawan Winata
(Seniman)

DALAM wacana keagamaan awam hari ini, poligami kerap diangkat sebagai bentuk “sunnah” yang dirayakan dengan penuh rasa bangga. Berbagai seri pengajian, buku, hingga seminar motivasi mengagungkan amalan ini seolah-olah ia adalah ukuran utama ketinggian iman seorang pria. Namun, di balik narasi manis ini, terdapat satu ayat Al-Qur’an yang seolah coba dilupakan, ayat yang jika dipahami secara jujur akan meruntuhkan seluruh argumen dan acuan para penganjur poligami.

“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. An-Nisa: 129).

Lihat Juga

Jika ASN Menolak, Jabatan Melayang; Jika Menurut, Masuk Penjara

Jika ASN Menolak, Jabatan Melayang; Jika Menurut, Masuk Penjara

22 Juli 2026
22
Gaji Kepala Daerah Setara UMR, Korupsi Tak Akan Pernah Putus

Gaji Kepala Daerah Setara UMR, Korupsi Tak Akan Pernah Putus

19 Juli 2026
21
Dari Anak Pulau Menjadi Pamong: Kisah Pengabdian yang Menginspirasi

Dari Anak Pulau Menjadi Pamong: Kisah Pengabdian yang Menginspirasi

11 Juli 2026
25

Firman ini adalah ketetapan ilahi yang sangat tegas. Allah SWT menyatakan secara mutlak bahwa manusia tidak akan pernah mampu berlaku adil di antara istri-istrinya, betapa pun keras usaha dan keinginan mereka untuk berbuat demikian.

Manusia Biasa vs Manusia Pilihan (Nabi dan Rasul)

Lelaki hari ini kerap lupa diri dan merasa mampu meneladani seluruh tindakan Nabi secara mentah-mentah. Padahal, sejatinya manusia biasa itu lemah, terbatas, dan tidak punya daya upaya selain dorongan nafsu yang rawan disusupi godaan setan. Manusia biasa tidak akan pernah bisa menyamai sikap adil yang dimiliki oleh manusia pilihan seperti para Nabi dan Rasul.

Secara logika dan sejarah, poligami yang dilakukan oleh Rasulullah SAW bukanlah keputusan berlandaskan syahwat, melainkan misi diplomatik, sosial, dan dakwah. Mayoritas wanita yang dinikahi Nabi adalah janda-janda tua korban perang yang kehilangan pelindung ekonomi, atau tokoh dari suku-suku berpengaruh demi menyatukan kabilah Arab yang saling bermusuhan saat itu. Satu-satunya wanita muda yang dinikahi Nabi hanyalah Sayyidatu Aisyah r.a., yang secara logis berperan strategis sebagai perawi ribuan hadis dan pengajar hukum Islam bagi kaum wanita di kemudian hari. Bahkan, sepanjang masa mudanya selama lebih dari 25 tahun Nabi memilih hidup secara monogami bersama Sayyidatu Khadijah r.a. hingga beliau wafat.

Membandingkan keadilan Nabi yang dibimbing wahyu dengan manusia biasa yang didorong libido adalah kekeliruan logika yang fatal. Bagi manusia biasa hari ini, apa yang sering digelarkan sebagai “menjalankan sunnah” hakikatnya tak lebih dari dorongan biologis yang dibungkus rapi dengan argumen agama.

Antara Syahwat dan Kedok Agamis

Jika motivasinya murni karena orientasi syahwat, poligami sebenarnya tidak perlu dilegalkan atau distempel dengan label syariat. Pria yang bernafsu dangkal cukup melakukan perselingkuhan, bermain mata, atau memuji keindahan tubuh orang lain, hal yang mirisnya kerap dilakukan oleh beberapa oknum yang mengklaim dirinya kelompok “agamis” dan ahli sunnah. Menggunakan dalih agama demi memuluskan keinginan biologis adalah bentuk manipulasi spiritual yang nyata.

Kedok ini kerap menyasar para istri yang termakan bujuk rayuan poligami atas nama “kepatuhan” atau imbalan surga. Namun, ketika tulisan dan pemahaman ayat ini sampai ke tangan mereka, para istri akan tersadar: suami yang selama ini mendoktrin mereka bukanlah sosok ahli ibadah yang mahir meneladani Rasulullah, melainkan sekadar pria yang ahli dalam berbicara.

Hukum Fiqih dan Realita Lapangan

Tulisan ini tentu tidak sedang mengharamkan apa yang diizinkan syariat dalam kondisi darurat sosial atau kemanusiaan tertentu. Dalam hukum Fiqih, poligami memiliki ketentuan ketat yang sifatnya “pengecualian” (al-ashlu fil-fiihi al-ibahah ma’a al-karahah atau bahkan bergeser hukumnya menjadi haram jika diyakini akan menimbulkan kezaliman). Yang dikritik di sini adalah fenomena romantisisasi dan komodifikasi poligami yang digerakkan oleh nafsu belaka.

Ketidakmampuan menjaga keadilan lahir dan batin ini pada akhirnya berujung pada kezaliman. Data publikasi *lBadan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada 959 kasus perceraian resmi di Pengadilan Agama yang dipicu oleh poligami. Lebih jauh lagi, data BPS juga mencatat bahwa mayoritas perceraian di Indonesia (mencapai lebih dari 78%) merupakan cerai gugat yaitu perceraian yang diajukan oleh pihak istri. Hal ini membuktikan bahwa praktik poligami yang tidak adil melahirkan korban para istri yang terlantar secara emosional dan akhirnya memilih mengambil jalur hukum untuk menyelamatkan diri.

Luka yang Diwariskan kepada Anak

Namun, korban paling tidak berdosa dari egoisme ini adalah anak-anak. Kata “terkatung-katung” (ka al-mu’allaqah) dalam Surah An-Nisa ayat 129 tidak hanya berdampak pada nasib istri, tetapi juga meretakkan fondasi psikologis buah hati. Anak-anak yang tumbuh dalam rumah tangga poligami yang tidak adil harus menyaksikan ibunya menangis dalam senyap, kehilangan kehangatan figur ayah yang membagi perhatiannya secara timpang, dan belajar tentang pengkhianatan sejak usia dini. Ayah yang sibuk mengejar “sunnah” fiktifnya kerap lupa bahwa tugas utamanya adalah memberikan rasa aman, cinta yang utuh, dan keteladanan bagi darah dagingnya sendiri.

Monogami adalah Pintu Keselamatan

Apabila ayat 129 ini digabungkan dengan ayat ke-3 dalam surah yang sama yang meletakkan syarat adil sebagai tiang utama poligami, pesan Al-Qur’an menjadi sangat jelas karena keadilan mutlak itu mustahil dicapai oleh manusia biasa, maka monogami adalah pintu keselamatan utama dari perbuatan zalim.

Sudah saatnya masyarakat dan para pendakwah menghentikan romantisisasi poligami yang hanya berorientasikan syahwat. Menjalankan agama harus berpandukan kesadaran atas kelemahan diri sendiri. Sunnah Rasulullah yang paling nyata dalam berumah tangga bukanlah tentang menambah jumlah istri, melainkan tentang bagaimana seorang pria menjadi manusia yang paling lembut, paling bertanggung jawab, dan paling memuliakan anak dan istrinya. *)

 

Irawan Winata, Seniman. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

Wabup Agam Iqbal Terima Yayasan Buddha Tzu Chi, 160 Huntap Siap Dibangun di Salareh Aia

Next Post

Perkuat Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan di Sawahlunto, KAI Divre II Sumbar Kembali Salurkan Program TJSL

BeritaTerkait

Jika ASN Menolak, Jabatan Melayang; Jika Menurut, Masuk Penjara
Opini

Jika ASN Menolak, Jabatan Melayang; Jika Menurut, Masuk Penjara

22 Juli 2026
22
Gaji Kepala Daerah Setara UMR, Korupsi Tak Akan Pernah Putus
Opini

Gaji Kepala Daerah Setara UMR, Korupsi Tak Akan Pernah Putus

19 Juli 2026
21
Dari Anak Pulau Menjadi Pamong: Kisah Pengabdian yang Menginspirasi
Opini

Dari Anak Pulau Menjadi Pamong: Kisah Pengabdian yang Menginspirasi

11 Juli 2026
25
OTT Bupati Tak Kunjung Berhenti
Opini

OTT Bupati Tak Kunjung Berhenti

4 Juli 2026
52
Hoyak Tabuik dalam Jejak Budaya Lintas Peradaban
Opini

Hoyak Tabuik dalam Jejak Budaya Lintas Peradaban

21 Juni 2026
78
DPRD Jangan Lagi Jadi Pelengkap Penderita
Opini

DPRD Jangan Lagi Jadi Pelengkap Penderita

19 Juni 2026
38
Next Post
Perkuat Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan di Sawahlunto, KAI Divre II Sumbar Kembali Salurkan Program TJSL

Perkuat Pemberdayaan Masyarakat dan Pendidikan di Sawahlunto, KAI Divre II Sumbar Kembali Salurkan Program TJSL

Please login to join discussion

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,742)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,660)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,945)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,629)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,085)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,549)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (33,916)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,019)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,318)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,413)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
181
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
377
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
506
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
248
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
124
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
168
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
139
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
207
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
137

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In