• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Kamis, Mei 28, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Beberapa Tradisi Menjelang Ramadhan di Pesisir Selatan

13 April 2023
in Opini
Reading Time: 4min read
Views: 924
Uswah Qoimah, Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand). (Foto : Dok)

Oleh: Uswah Qoimah

BULAN RAMADHAN adalah bulan yang paling dinantikan oleh seluruh umat muslim di seluruh dunia, salah satunya negara Indonesia. Hal ini karena masyarakat Indonesia mayoritasnya beragama islam.

Kali ini saya akan membahas beberapa tradisi yang biasa dilakukan dan mungkin juga sudah mulai dilupakan di Kabupaten Pesisir Selatan. Beberapa tradisi yang akan saya bahas kali ini yaitu mandi balimau, malamang, ziarah,  marandang, maobor, mantaan nasi ka rumah mintuo, dan mandoa basamo.

Lihat Juga

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
64
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

8 Mei 2026
36
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

27 April 2026
106

Salah satu tradisi yang paling sering didengar untuk menyambut bulan Ramadhan adalah mandi balimau, bukan hanya di Pesisir Selatan saja, tapi di daerah lain pun juga ada tradisi ini.

Tradisi ini merupakan tradisi yang paling terkenal dibandingkan tradisi yang lain. Ketika akan memasuki bulan suci Ramadhan, mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, orang tua akan pergi ke sebuah sungai atau tempat pemandian lainnya untuk mandi balimau.

Mandi balimau sudah ada dari dulu di Minangkabau. Dulu mandi balimau ini digunakan untuk membersihkan diri sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Orang dulu, mandi balimau menggunakan limau karena dulu belum ada sabun untuk mandi, tetapi seiring perkembangan zaman seperti sekarang orang-orang menggunakan sabun dan shampoo untuk mandi balimau.

Tradisi selanjutnya yaitu malamang. Malamang ini juga cukup terkenal, namun belakangan ini di beberapa daerah di Sumatera Barat tradisi malamang ini mulai tidak terlaksana lagi.

Termasuk Pesisir Selatan, di beberapa daerah tradisi malamang ini mulai tidak terlaksana lagi. Dari beberapa orang yang saya ajukan pertanyaan mengenai mengapa malamang ini mulai tidak dilakukan lagi, rata-rata jawaban mereka sama, yaitu: malamang itu tidak lah mudah dan memakan waktu yang lumayan lama. Tetapi masih banyak juga daerah yang melakukan tradisi malamang .

Selanjutnya ada tradisi ziarah ke kuburan. Sampai saat ini tradisi ini masih dilakukan oleh masyarakat Pesisir Selatan. Bukan hanya di Pesisir Selatan, tetapi juga seluruh Indonesia.

Biasanya yang dilakukan ketika ziarah ke kuburan itu adalah membersihkan makam dan membacakan doa untuk keluarga yang sudah meninggal. Biasanya ziarah ke kuburan ini dilakukan dua minggu atau seminggu menjelang bulan Ramadhan.

Tradisi selanjutnya yaitu marandang. Tidak terlalu banyak daerah yang melakukan tradisi ini, hanya beberapa daerah saja yang masih mempertahankan tradisi ini. Seperti contoh di Pesisir Selatan yaitu di daerah Bayang, tradisi ini masih di lakukan. Walaupun tidak semua masyarakatnya yang melakukan tradisi marandang ini.

Tradisi ini biasanya dilakukan sehari sebelum puasa dimulai. Randang yang dimasak ini digunakan untuk menjadi lauk ketika sahur pertama dan berbuka puasa pertama di bulan Ramadhan.

Tradisi marandang ini juga ada di daerah lain selain Pesisir Selatan, contohnya di daerah Tanah Datar tradisi marandang masih dilakukan, tetapi bedanya dengan yang ada di Pesisir Selatan itu adalah di Tanah Datar menggunakan daging kerbau, sedangkan di Pesisir Selatan menggunakan daging sapi.

Di Tanah Datar ini biasanya mengadakan sebuah pasar yang khusus untuk menjual bahan-bahan marandang. Biasanya pasar ini diadakan sehari atau dua hari sebelum puasa pertama di mulai. Contoh lain nya seperti di Pariangan. Tetapi bedanya di Pariangan ini bukan merandang, melainkan tradisi memakan daging-dagingan sebelum memasuki bulan puasa, baik itu daging sapi ayam atau daging lainnya.

Selanjutnya kita beralih ke tradisi maobor atau pawai obor. Dari 3 orang yang berasal dari daerah yang berbeda di Pesisir Selatan, maobor atau pawai obor ini hanya ada di daerah Surantih.

Maobor ini dilakukan saat malam sebelum puasa di mulai. Tetapi di Surantih ini maobor atau pawai obor ini lebih sering di adakan sebelum hari raya. Yang ikut maobor atau pawai obor ini bukan hanya anak-anak saja, tetapi juga remaja bahkan ada juga orang dewasa seperti pemuda-pemuda nagari dan juga ada bapak-bapak, biasanya pemuda-pemuda yang sering berkumpul di masjid ikut dalam pawai obor ini.

Tradisi selajutnya adalah maantaan nasi (ronjok) ke rumah mintuo. Informasi mengenai tradisi ini saya dapatkan dari seorang teman saya yang berasal dari daerah Tapan, Pesisir Selatan. Tapi di beberapa daerah lain di Pesisir Selatan juga masih ada tradisi maantaan nasi ke rumah mintuo ini.

Biasanya isi dari ronjok ini yaitu berupa nasi, lauk pauk, dan berbagai macam kue seperti agar-agar, lapek, ondeh-ondeh, kue lapis, dan banyak lagi macamnya. Biasanya tradisi maantaan nasi ke rumah mintuo ini di lakukan pada sehari sebelum hari pertama puasa.

Tradisi terakhir yang akan saya bahas kali ini adalah mandoa basamo (berdoa bersama), tradisi ini masih sering di lakukan, dan bisa sering kita temui di Pesisir Selatan. Tradisi mandoa basamo ini biasa di lakukan seminggu atau 3 hari sebelum puasa. Tradisi mandoa basamo ini bisa dilakukan di rumah dengan seluruh anggota keluarga saja atau bisa juga di mushalla atau di masjid bersama masyarakat kampung lainnya.

Di kampung saya tradisi ini biasanya di lakukan di masjid, dibuatkan sebuah acara khusus dengan berbagai acara seperti pembacaan ayat suci Al-Quran, sepatah kata dari pimpinan nagari, ada tausiah, kuis, qasidah rabana, berdoa bersama lalu makan bersama.

Itulah dia beberapa tradisi menjelang bulan Ramadhan yang ada di Pesisir Selatan, mungkin ada tradisi lain yang terlewatkan oleh saya, karena saya masih belum melakukan survei ke beberapa daerah lain. Saya berharap semua tradisi ini tetap terjaga dengan baik, dan yang mulai hilang agar tetap di jaga sehingga tidak hilang agar tetap bisa sampai ke anak cucu kita nantinya. *)

Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Kearifan Lokal Masyarakat Pesisir Selatan Sumatera Barat

Next Post

Wapres RI Ma’ruf Amin dan UAS akan Hadiri Puncak Acara Milad ke-95 Perti di Padang

BeritaTerkait

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan
Opini

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
64
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing
Opini

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

8 Mei 2026
36
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan
Opini

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

27 April 2026
106
Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman
Opini

Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman

26 April 2026
117
Efisiensi APBN 2026: Pareto, Subsidi Energi dan Politik Pengorbanan
Opini

Efisiensi APBN 2026: Pareto, Subsidi Energi dan Politik Pengorbanan

25 April 2026
54
Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak
Opini

Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak

24 April 2026
49
Next Post
Wapres RI Ma’ruf Amin dan UAS akan Hadiri Puncak Acara Milad ke-95 Perti di Padang

Wapres RI Ma'ruf Amin dan UAS akan Hadiri Puncak Acara Milad ke-95 Perti di Padang

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (39,530)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,412)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,661)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,798)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (34,434)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (33,351)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,741)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,238)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (30,109)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,148)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
172
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
352
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
497
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
237
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
119
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
152
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
133
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
193
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
128

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In