
Oleh: Ravika Sari
SEKARANG kita sudah jarang menyuguhkan masakan tradisional di dalam keluarga, sehingga hal ini menyebabkan semakin berkurangnya minat anak terhadap masakan tradisional.
Di Minangkabau banyak sekali masakan tradisional yang enak-enak dan kadang masing-masing daerah/nagari memiliki masanan yang khas yang dibuat oleh masyarakat setempat.
Di Nagari Batipuah Kabupaten Tanah Datar, di samping alamnya yang indah, ada banyak masakan tradisional yang dibuat masyarakat, salah satunya adalah pangek.
Ada suatu acara yang diadakan oleh masyarakat Batipuah (galiek durian di Nagari Gunuang Rajo), dimana salah satu kegiatannya yakni mamangek (membuat pangek). Masyarakat di saat acara membuat pangek bilih.
Pangek bilih merupakan salah satu jenis olahan masakan yang berbahan dasar ikan endemik di Danau Singkarak. Bumbunya sendiri tidak terlalu banyak, dan mudah didapatkan. Tidak terlalu sulit ada di sekitaran kita ya.
Untuk memperkenalkan kepada orang -orang apa dan bagaimana proses membuat pangek itu, masyarakat setempat sangat antusias dalam acara yang diselenggarakan oleh Pemerintah Nagari Batipuah.
Jenis ikan yang sering dipakai untuk masak pangek adalah ikan bilih, ikan sasau, atau ikan batang air. Tapi yang paling sering digunakan yakni ikan bilih karena selain gurih, ikan bilih juga memiliki banyak vitamin
Bahan-bahan untuk membuat pangek pun tidak terlalu sulit untuk didapatkan, yakni terdiri dari kunyit, jahe, kemiri, daun kunyit, cabe giling, serai, asam kandis, dan jeruk nipis. Dan dapat juga dicampur dengan nangka muda, ubi kayu, kacang panjang, dan kol.
Pangek ini terasa nikmat dan gurih jika dimakan di persawahan dengan pemandangan padi-padi serta udara yang sejuk.
Adapun proses pembuatan pangek yaitu: siapkan kanca (tarenang) yang terbuat dari tanah liat. Kemudian panaskan, dan setelah itu dinginkan sembari menunggu menyiapkan bumbu pangek-nya.
Siapkan ikan bilih, dan bumbu yang sudah dihaluskan seperti kunyit dan lain sebagainya. Potong-potong dadu nangka yang akan menjadi teman dari ikan bilih. Lalu rebus nangka dan bilih tersebut.
Kemudian letakkan kanca di atas tungku, beri air masukkan bumbu-bumbu, lalu aduk sampai keluar gelembung-gelembung udara. Kemudian masukkan ikan bilih dan nangka. Tunggu sampai matang. Bisa juga dijemur di bawah sinar matahari selama tiga sampai lima hari.
Kuliner yang satu ini sangat membantu dalam proses diet karena tidak memakai bahan lemak seperti santan dan daging.
Pangek sendiri merupakan sebutan lain untuk asam padeh ya. Sebuah cara mengolah bahan ikan tanpa santan khas dari Sumatera Barat.
Cara memasak pangek tergolong praktis, dan pastinya segar karena tidak menggunakan santan dan asam. Masakan ini juga pedas dan segar, serta bumbunya minimalis. Pangek bilih merupakan olahan yang kaya rempah, terutama yang berasal dari kunyit.
Pangek hampir sama dengan rendang. Olahannya memiliki daya tahan yang lama. Sehingga dulu, orang-orang yang pergi ibadah haji ke Mekah, selain membawa rendang, ada juga yang membawa pangek.
Pangek bilih bagi masyarakat Batipuah merupakan sajian wajib ketika ada acara adat atau keagamaan. Meskipun Minangkabau banyak memiliki masakan tradisional yang hampir disukai di seluruh Indonesia, bahkan rendang dinobatkan menjadi makan terenak di dunia, tapi cobalah untuk cicipi pangek ikan, karena olahannya khas dan bahannya juga hanya terdapat di Batipuah.
Makanan atau lauk yang kaya akan bumbu dan rempah ini sangat digemari masyarakat setempat, bahkan ada yang datang dari daerah lain hanya untuk mencari dan menikmati kuliner yang dikenal pangek Batipuah.
Saat ini makanan khas tradisional kita sudah mulai tergerus dengan makanan-makanan olahan lainnya, sehingga generasi penerus kita saat ini sudah banyak yang tidak mengenal lagi makanan-makanan tradisional yang ada di daerah kita sendiri.

Pangek Lapuak
Pangek lapuak merupakan masakan olahan ikan air tawar yang dimasak dengan cara digulai.
Namun yang membedakan pangek lapuak dibanding masakan sejenis adalah rasanya bumbunya yang meresap bahkan terasa hingga ke tulangnya yang memiliki tekstur lunak.
Cara memasaknya cukup unik dan membutuhkan waktu cukup lama, bahkan dari siang hingga malam.
Masakan ini mesti dimasak di atas bara api menggunakan periuk belanga (wajan dari tanah liat) yang atasnya mesti ditutup agar mendapatkan tekstur ikan yang lunak hingga ke tulang. Untuk menambah kenikmatan rasanya, selain ikan, pangek lapuak juga dipadukan dengan bahan lainnya, yakni daun kesambi.
Pangek Pisang
Pangek pisang merupakan makanan khas dari Solok yang mempunyai cita rasa yang sangat nikmat, terbuat dari pisang yang ditaburi dengan kelapa, cara pembuatannya sangat mudah yaitu pisang dikupas kemudian direbus dengan santan, gula, kunyit serta ditambah dengan daun pandan selama satu jam hingga warna menjadi kuning serta wangi.
Pangek pisang ini disajikan dengan ketan atau lopis, bisa juga disajikan dengan nasi lemak yang sudah di bumbui dengan kunyit dan santan.
Pangek Masin
Pangek masin merupakan makanan tradisional yang mempunyai kuah yang khas yaitu berwarna kuning yang didapatkan dari kunyit.
Makanan ini merupakan lauk yang sering dimakan oleh masyarakat Minang. Gulai pangek masin mempunyai bahan dasar ikan, seperti tongkol, tuna dan lain sebagainya.
Gulai pangek masin mempunyai cita rasa yang istimewa seperti manis asam asin serta gurih. Cita rasa yang lezat sangat memanjakan selera, dengan kaldu penambah kenikmatan dilengkapi perkedel kentang dan aneka jenis kerupuk di atasnya.
Wahhh dari pernyataan di atas maka ayolah beramai-ramai untuk mengangkat budaya yang belum terekspor. *)
Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand)























