• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Sabtu, Agustus 22, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Bupati JKA yang Selalu Berdoa untuk Masyarakat

22 Agustus 2026
in Opini
Reading Time: 4min read
Views: 34
Bupati Padang Pariaman Dr H Jhon Kenedy Azis, SH, MH. (Foto : WY)

Oleh: Wiztian Yoetri
(Wartawan Senior)

“SEMOGA Allah Swt mudahkan, lancarkan semua niat baik kita untuk membangun Kabupaten Padang Pariaman ke arah yang lebih baik, maju dan sejahtera. Terhindar dari masalah, malapetaka dan marabahaya.” Itulah sepenggal doa dari WhatsApp Bupati Padang Pariaman Dr. H. Jhon Kenedy Azis, SH, MH, dalam percakapan kami beberapa hari lalu.

Kalimat pendek itu memperlihatkan sisi lain seorang kepala daerah. Kepemimpinan, pada akhirnya, memang bukan hanya soal jalan yang dibangun, gedung yang berdiri, anggaran yang terserap, atau penghargaan yang diterima. Kepemimpinan juga menyangkut niat, tanggung jawab batin dan kesadaran bahwa kekuasaan adalah amanah. JKA tampaknya memahami wilayah batin itu.

Lihat Juga

Guru PPPK Ditarik ke Pusat, Otonomi Daerah Terancam Mundur

Guru PPPK Ditarik ke Pusat, Otonomi Daerah Terancam Mundur

22 Agustus 2026
15
Hendra Aswara, Sekda Definitif, Birokrat Andal

Hendra Aswara, Sekda Definitif, Birokrat Andal

21 Agustus 2026
76
Fadly Amran Menikam Jejak; Luhak Nan Tuo, Walikota Padang dan Gubernur Sumbar

Fadly Amran Menikam Jejak; Luhak Nan Tuo, Walikota Padang dan Gubernur Sumbar

21 Agustus 2026
38

Lebih dari satu tahun memimpin Padang Pariaman bersama Wakil Bupati Rahmat Hidayat, ia bergerak dalam ruang pemerintahan yang penuh keterbatasan. Pemerintah daerah menghadapi tekanan fiskal dan kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Dalam penyampaian LKPJ 2024, JKA sendiri mengakui adanya penurunan anggaran akibat kebijakan efisiensi tersebut. Pada saat yang sama, ia menyatakan pemerintah daerah tetap berusaha menjaga efektivitas pembangunan dan pelayanan publik. Di sinilah kerja seorang bupati menjadi menarik untuk dilihat lebih jernih. Sebab doa memang penting. Tetapi masyarakat juga membutuhkan hasil yang dapat mereka rasakan.

Data pemerintah daerah memperlihatkan Padang Pariaman mengalami kemajuan pada sejumlah indikator. Tingkat kemiskinan turun dari 7,22 persen pada 2021 menjadi 6,27 persen pada 2024. Jumlah penduduk miskin pada 2024 tercatat sekitar 26,76 ribu orang. Namun angka tersebut masih menempatkan Padang Pariaman pada posisi kesembilan tertinggi di antara 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat.

Angka di atas memberi kita dua pesan sekaligus. Pertama, ada kemajuan yang patut diapresiasi. Kedua, masih ada pekerjaan rumah yang besar. Begitu pula dengan ketenagakerjaan. Tingkat Pengangguran Terbuka turun dari 6,69 persen pada 2023 menjadi 6,59 persen pada 2024. Tetapi jumlah pengangguran secara absolut justru tercatat 15.385 orang, meningkat dari 14.861 orang pada tahun sebelumnya. Data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan kesempatan kerja masih menjadi agenda penting pemerintah daerah.

Maka, ketika JKA berdoa agar Padang Pariaman menjadi daerah yang maju dan sejahtera, doa itu memiliki ukuran yang konkret. Seberapa banyak keluarga miskin yang berhasil naik kelas? Seberapa banyak lapangan kerja yang tercipta? Seberapa mudah petani memperoleh air untuk sawahnya? Seberapa layak sekolah dan pustu di nagari? Seberapa cepat masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan?

Pertanyaan seperti ini justru membuat doa seorang pemimpin semakin bermakna. Sebab doa kemudian bertemu dengan realitas. Padang Pariaman memiliki modal sosial yang besar. Negeri ini dikenal sebagai salah satu basis penting tradisi Islam di Sumatera Barat. Nama Syekh Burhanuddin Ulakan menjadi bagian penting dari sejarah keislaman Minangkabau. Masjid, surau, langgar dan pesantren tumbuh di berbagai kawasan. Dalam konteks itu, ulama memang memiliki posisi sebagai suluah bendang dalam nagari. Mereka menjadi sumber pencerahan moral dan spiritual bagi masyarakat.

Karena itu, JKA sesungguhnya memiliki modal sosial yang sangat besar. Pemerintah formal memiliki kewenangan administratif. Ulama dan tokoh masyarakat memiliki pengaruh sosial. Jika keduanya berjalan seiring, pembangunan memiliki fondasi yang lebih kuat. Namun partnership ulama dan umara juga membutuhkan ruang dialog yang sehat. Ulama perlu memberikan dukungan ketika pemerintah bekerja benar. Pada saat yang sama, ulama juga harus berani mengingatkan ketika kebijakan pemerintah belum menyentuh kebutuhan rakyat. Begitu pula masyarakat.

Dukungan masyarakat kepada JKA–Rahmat memang terlihat. Dalam refleksi satu tahun pemerintahan pada Maret 2026, tokoh masyarakat Tri Suryadi alias Wali Peri memberikan apresiasi terhadap kinerja pemerintah daerah dan kekuatan jaringan JKA dengan pemerintah pusat. Namun apresiasi itu sekaligus disertai catatan mengenai irigasi, kesehatan dan pendidikan. Catatan tersebut penting.

Bupati Padang Pariaman JKA turun ke lapangan dengan memakai motor. (Foto : WY)

Wali Peri meminta pemerintah menginventarisasi dan memperbaiki jaringan irigasi yang rusak. Ia juga menyoroti kondisi sejumlah pustu yang membutuhkan perbaikan sarana dan prasarana. Di sektor pendidikan, ia mengingatkan masih ada sekolah dengan fasilitas yang belum memadai, termasuk fasilitas MCK. Inilah suara kritis yang justru dibutuhkan oleh seorang kepala daerah.

Kritik semacam itu bukan tanda kegagalan pemerintahan. Kritik adalah cara masyarakat menjaga agar kekuasaan tetap berjalan di jalurnya. DPRD juga memiliki fungsi yang sama. Pemerintahan daerah berjalan melalui mekanisme politik anggaran dan pengawasan. Pembahasan APBD dan LKPJ mempertemukan pemerintah dengan fraksi-fraksi DPRD dalam ruang evaluasi. Pada 2025, delapan fraksi DPRD akhirnya menyetujui Perubahan APBD setelah melalui pembahasan dan pendalaman bersama pemerintah daerah. Artinya, pembangunan Padang Pariaman bukan pekerjaan satu orang.

Bupati memang berada di depan. Tetapi ada wakil bupati, Sekda, DPRD, ASN, ulama, ninik mamak, cadiak pandai, bundo kanduang, pemuda, pelaku usaha dan masyarakat yang ikut menentukan arah perjalanan daerah. Bahkan keterbatasan anggaran membuat kerja kolaboratif semakin penting.

JKA menunjukkan upaya itu ketika pada Mei 2026 mendatangi PT Hutama Karya untuk mengusulkan bantuan Rp 39 miliar bagi kelanjutan pembangunan Gedung DPRD Padang Pariaman yang terbengkalai. Langkah tersebut memperlihatkan pola kerja jemput bola ketika kapasitas fiskal daerah menghadapi keterbatasan. Tetapi di balik langkah itu terdapat pertanyaan yang lebih besar.

Bagaimana pemerintah memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar menghasilkan manfaat yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat? Pertanyaan ini semakin relevan karena Perubahan APBD 2025 memang mengalami pengurangan pada pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah. Karena itu, ukuran keberhasilan JKA ke depan sebaiknya semakin dekat dengan kehidupan rakyat.

Jalan yang bagus tentu penting. Gedung pemerintahan juga penting. Infrastruktur strategis diperlukan. Tetapi kesejahteraan keluarga, kualitas pendidikan, kesehatan masyarakat, irigasi pertanian, kesempatan kerja dan kekuatan ekonomi nagari jauh lebih menentukan apakah pembangunan benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari. Di sinilah doa JKA menemukan maknanya.

Doa seorang pemimpin merupakan ekspresi niat. Kerja merupakan pembuktian. Data menjadi alat ukur. Kritik menjadi pengingat. Dan masyarakat menjadi pihak yang pada akhirnya merasakan hasilnya. Padang Pariaman memiliki modal yang lengkap untuk bergerak lebih jauh. Ada tradisi Islam yang kuat. Ada ulama. Ada birokrasi. Ada DPRD. Ada masyarakat sipil. Ada jaringan pemerintahan pusat dan provinsi. Ada potensi pertanian, perdagangan, pendidikan, pariwisata dan ekonomi nagari. Tinggal bagaimana seluruh kekuatan itu disatukan.

Bupati JKA boleh terus berdoa. Bahkan seorang pemimpin memang harus selalu berdoa. Tetapi doa itu harus terus berjalan bersama ikhtiar, keterbukaan terhadap kritik dan keberanian mengevaluasi diri. Sebab baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, tidak lahir hanya dari doa seorang pemimpin. Hadir ketika doa bertemu kebijakan, kebijakan bertemu anggaran, anggaran bertemu kebutuhan rakyat, dan hasil pembangunan benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari. Mudah-mudahan doa JKA itu menjadi doa seluruh masyarakat Padang Pariaman. Dan mudah-mudahan pula, setiap doa yang dipanjatkan di rumah dinas bupati benar-benar menemukan jawabannya di rumah-rumah rakyat. Insyaallah.*)

 

Wiztian Yoetri, Wartawan Senior. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

Fahira Idris: Bang Japar Teguhkan Komitmen Jaga Jakarta

BeritaTerkait

Guru PPPK Ditarik ke Pusat, Otonomi Daerah Terancam Mundur
Opini

Guru PPPK Ditarik ke Pusat, Otonomi Daerah Terancam Mundur

22 Agustus 2026
15
Hendra Aswara, Sekda Definitif, Birokrat Andal
Opini

Hendra Aswara, Sekda Definitif, Birokrat Andal

21 Agustus 2026
76
Fadly Amran Menikam Jejak; Luhak Nan Tuo, Walikota Padang dan Gubernur Sumbar
Opini

Fadly Amran Menikam Jejak; Luhak Nan Tuo, Walikota Padang dan Gubernur Sumbar

21 Agustus 2026
38
Saatnya Pusat Mendengar Daerah
Opini

Saatnya Pusat Mendengar Daerah

19 Agustus 2026
29
Maju Walikota Padang, Audy Joinaldy Tak Terbendung
Opini

Maju Walikota Padang, Audy Joinaldy Tak Terbendung

17 Agustus 2026
115
Setelah 81 tahun Indonesia Merdeka, Masyarakat Terlihat Kurang Peduli, Malas Kibarkan Bendera.
Opini

Setelah 81 tahun Indonesia Merdeka, Masyarakat Terlihat Kurang Peduli, Malas Kibarkan Bendera.

13 Agustus 2026
61
Please login to join discussion

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,850)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,781)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (36,067)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,744)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,212)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,666)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (34,488)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,143)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,439)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,529)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
194
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
394
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
507
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
253
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
130
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
173
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
140
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
208
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
146

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In