• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Selasa, Februari 3, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Sejarah Film Indonesia: 30 Maret Hari Film Nasional

15 Maret 2023
in Opini
Reading Time: 4min read
Views: 419
Putri Ayuni, Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand). (Foto : Dok)

Oleh: Putri Ayuni

INDONESIA memiliki banyak jenis karya kesenian, baik itu di bidang musik, tari, lukis dan seni lainnya. Termasuk juga dalam bidang kesenian perfilman, Indonesia boleh dikatakan cukup maju, yang terkenal di kalangan perfilman Asia Tenggara, maupun di Asia serta dunia.

Kita mengenal negara yang maju dalam industri perfilmannya, yakni negara India yang terkenal dengan Bollywood-nya, dan juga Amerika Serikat, dengan Hollywood.

Lihat Juga

IHSG Anjlok, Apakah Hanya Kesalahan OJK?

IHSG Anjlok, Apakah Hanya Kesalahan OJK?

1 Februari 2026
52
Masyarakat Adat dan Bencana Hidrometeorologi: Posisi dan Peran dalam Mitigasi

Masyarakat Adat dan Bencana Hidrometeorologi: Posisi dan Peran dalam Mitigasi

30 Januari 2026
34
Sakali Ota Gadang, Sakali Picayo Barubah

Sakali Ota Gadang, Sakali Picayo Barubah

27 Januari 2026
66

Indonesia pun tidak mau kalah dalam  membuat film dengan sumber teknologi yang ada di Indonesia sendiri. Dan pada tanggal 30 Maret 1950 resmi berdirinya Perusahaan Film Nasional Indonesia (PERFINI), yang kemudian meluncurkan film pertama karya Usmar Ismail dengan judul Darah dan Doa.

Tanggal 30 Maret itulah yang kemudian ditetapkan menjadi Hari Film Nasional, dan diperingati setiap tahunnya.

Nah, dari sini kita tahu bahwa Indonesia sebenarnya sudah bisa membuat film sendiri, yang dibuat oleh rumah produksi film Indonesia, seperti PERFINI.

Semenjak itu, film Indonesia terus berkembang, dan telah banyak ragam film yang diproduksi, seperti film iklan, sinetron, FTV, dan lainnya.

Pembuatan film membutuhkan waktu, lokasi, kru, dan manajemen yang profesional, supaya film yang dibuat menjadi lebih baik dan bisa dinikmati serta diterima oleh kalangan masyarakat banyak.

Pada awalnya masyarakat Indonesia tahu film dari balik radio dengan mendengarkan suara. Suara film pertama waktu itu betemakan dunia sadiwara pada kurun waktu tahun 1940-1975.

Hingga munculnya siaran hitam putih atau bisa dikatakan layar tancap, film dalam layar tancap ini ditonton oleh warga di tanah lapang atau lapangan luas.

Film ditayangkan dari tahun ke tahun sangatlah bervariasi sesuai trennya. Kita ambil contoh film Rhoma Irama yang berjudul Penasaran. Film ini di produksi pada tahun 1976, dan juga film Gitar Tua yang diproduksi pada tahun yang sama.

Tidak hanya itu, aktor-aktor Indonesia pada zamannya juga sudah banyak memainkan film seperti artis Barry Prima, Didi Petet dan Anto Wijaya.

Aktor dan artis Indonesia tidak cuma bermain film layar lebar saja, akan tetapi ada juga di FTV dan sinetron.

Layar Lebar, Sinetron dan FTV

Ada perbandingan yang sangat signifikan antara film layar lebar dengan sinetron. Film layar lebar lebih lama proses penyusunan naskah dan penyuntingannya, sedangkan proses pembuatan sinetron memiliki sitrum yang cukup sebentar dari segi penulisan naskah, dan penyusunan adegan cukup singkat dibandingkan pengambilan adegan pada film layar lebar.

Proses pembuatan sinetron juga tergantung pada kontrak para pemain dengan penyelenggara film, atau bisa disebut sutradara film. Dan proses film sinetron ini memakai metode trip and episode. Semakin lama episode sinetron, maka semakin lama juga penyuntingan naskah dan pengambilan adegan dalam sinetron tersebut.

Kalau film layar lebar memakan waktu yang lama. Mulai dari proses naskah, pencarian pemain, lokasi dan banyak proses lainnya.

Tapi pada dasarnya, tidak mudah untuk pembuatan film, baik itu sinetron maupun film layar lebar. Nah banyak yang juga bertanya kalau pembuatan FTV itu bagaimana?

Kalau FTV itu sendiri hampir mirip dengan sinetron, akan tetapi perbandingannya juga sangat tidak mirip, kenapa begitu? Karena FTV sendiri  memakai konsep film singkat atau tidak berepisode, melainkan film singkat yang di tayang kan di TV (televisi) atau lebih singkatnya film rumahan, bisa ditonton oleh keluarga. Serta tak lupa pula pengambilan take adegan kebanyakan pemain film baru, atau lebih singkatnya artis pendatang baru yang baru pemula dalam kancah perfilman.

Maka dari itu, pembuatan film di Indonesia banyak juga membutuhkan biaya dalam produksi film, dan juga banyak menguntungkan para selebriti Indonesia dalam industri casting dan lainnya.

Tapi industri film bisa mendatangkan peningkatan perekonomian. Sebagai contoh negara India, dimana dalam pembuatan film bisa sampai 2 miliar lebih dalam sekali pembuatan film.

Industri perfilman India itu dinamakan Bollywood, nah Indonesia seharusnya bisa mencontoh industri perfilman negara India tersebut, baik dalam proses penggarapan naskah, produksi film maupun aktor-aktor dan tema film yang lagi trennya. Supaya film yang sudah selesai serta dipromosikan dan dilihat oleh konsumen penikmat film menjadi lebih bagus sehingga terjadinya pembomingan film di dunia maya mau dunia realita.

Film Dulu dan Sekarang

Perbandingan film jadul dan film pada masa kini juga memiliki perurutan yang maju. Kalau film zaman dahulumya sering dalam mengakat tema sejarah atau cinta yang terlarang, serta doa dan perjuangan dalam mengadapi krisis ekonomi pada masanya.

Sedangkan kalau film zaman sekarang, tren masa kini dengan tema seputaran kisah cinta anak remaja, perbedaan agama, suku, dan ras. Kemudian tren perselingkuhan terhadap pasangan, itu yang menjadi tem film zaman modern pada masa ini. Jadi dari sini kita tahu bahwa film dari zaman ke zaman, dan perubahan masa ke masa, sesuai dengan alur penikmat film yang ada di Indonesia.

Nah kita berada di penghubung penjelasan, kesimpulan yang saya dapat dalam penulisan ini adalah kalau kita dalam melihat kacemata perfilman lebih baik kita mengapresiasi dalam menikmati karya film anak bangsa, dan hari lahir film Indonesia sendiri, yakni tanggal 30 Maret 1950, dan industri film Indonesia harus tetap lebih ditingkatkan lagi dalam proses penyuntingan film, dan pemilihan casting yang terbaik.

Serta film Indonesia harus tetap mengenal akan kekebalan ragam suku dan ciri khas keindonesiaan itu sendiri, dan tidak hanya dari segi konsep tetapi juga dari segi norma dan penyesuaian kondisi ruang lingkup negara dan masnyarakatnya sendiri.

Jadi masyarakat Indonesia dapat menikmati hasil karya anak bangsa, tidak hanya masyarakat saja, tetapi juga kru film, serta pemerintah Indonesia bisa langsung menerbitkan film, tanpa adanya pro dan kontra di dalam industri perfiliman tersebut.

Dan sebelum film dimulai para aktor dan artis di wajibkan melakukan casting dan melakukan pembuatan komisaris terhadap lawan main serta melakukan pembentukan karakter dalam film tersebut, sehingga film tersebut menjadi lebih menarik dan alur film juga harus jelas tidak berbelit-belit. Gendut filim juga harus ada dalam sebuah produksi film, contoh filim horor, komedi, romantis, hurt dan action. Tak lupa pula memakai pengabdian film atau bisa disebut endingnya film sebagai contoh sad ending-nya, happy ending-nya, bad ending-nya, mono ending, maka terbentuklah film yang sempurna dari segi penggarapan film itu sendiri.

Oke sekian dulu yang dapat disampaikan penulis. Kalau ada kata atau penulisan yang salah mohon dimaafkan dalam penulisan artikel singkat ini. Semoga para pembaca dapat memahami dan mudah untuk di mengerti. Sekian terima kasih.

 

Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Randang Lokan dari Inderapura

Next Post

Merantau dan Bahasa Kasar

BeritaTerkait

IHSG Anjlok, Apakah Hanya Kesalahan OJK?
Opini

IHSG Anjlok, Apakah Hanya Kesalahan OJK?

1 Februari 2026
52
Masyarakat Adat dan Bencana Hidrometeorologi: Posisi dan Peran dalam Mitigasi
Opini

Masyarakat Adat dan Bencana Hidrometeorologi: Posisi dan Peran dalam Mitigasi

30 Januari 2026
34
Sakali Ota Gadang, Sakali Picayo Barubah
Opini

Sakali Ota Gadang, Sakali Picayo Barubah

27 Januari 2026
66
Re-Launching Gedung Abdullah Kamil: Lonceng yang Baru Digantung atau Bunyi yang Tak Pernah Dipukul
Opini

Re-Launching Gedung Abdullah Kamil: Lonceng yang Baru Digantung atau Bunyi yang Tak Pernah Dipukul

24 Januari 2026
82
193th Padang Pariaman, Menuju Bangkit Lebih Kuat
Opini

193th Padang Pariaman, Menuju Bangkit Lebih Kuat

12 Januari 2026
25
Tradisi Anti Kemiskinan-Kelaparan dalam Manajemen Bencana di Minangkabau
Opini

Tradisi Anti Kemiskinan-Kelaparan dalam Manajemen Bencana di Minangkabau

5 Januari 2026
91
Next Post
Merantau dan Bahasa Kasar

Merantau dan Bahasa Kasar

Most Viewed Posts

  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (35,980)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,072)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,249)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,215)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (29,291)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (28,659)
  • Tabuik, ‘Perang Karbala’ di Jantung Kota Pariaman (23,580)
  • Sijunjung Jebol, Seluruh Sumbar Zona Merah Covid-19 (22,389)
  • Blaster, Klub Motor Legendaris Kota Padang (22,384)
  • Boy Rafli Amar Dt Rangkayo Basa Termasuk 5 Komjen Calon Kapolri yang Diajukan Kompolnas ke Presiden (22,126)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
137
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
311
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
470
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
216
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
107
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
137
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
118
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
180
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
117

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In