
Oleh: Muhammad Najmi
DARI Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku sesuai persangkaan hamba-Ku kepada-Ku. Aku bersamanya ketika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, Aku mengingatnya dalam Diri-Ku. Jika ia mengingat-Ku di tengah orang banyak, Aku mengingatnya di tengah kumpulan yang lebih baik dari mereka. Jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, Aku mendekat kepadanya sehasta. Jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, Aku mendekat kepadanya sedepa. Jika ia datang kepada-Ku berjalan, Aku datang kepadanya berlari’.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ada saat di mana hati terasa begitu berat, seolah tak lagi mampu menampung beban yang bertubi-tubi. Langkah yang dulu tegap kini terasa gontai, bahkan do’a yang dahulu mudah terucap pun terkadang terasa begitu jauh dari bibir. Mungkin di antara gelap malam, ada tangisan yang tertahan. Atau di kesunyian, ada hati yang merintih tanpa suara.
Namun, ketahuilah… Tidak ada keluh yang luput dari pendengaran-Nya. Tidak ada air mata yang sia-sia di hadapan-Nya. Allah, yang Maha Penyayang, tidak pernah alpa membalas setiap tetes peluh dan lelah yang kau persembahkan di jalan-Nya. Di saat dunia terasa begitu bising dan hati menjadi asing, Allah senantiasa dekat—lebih dekat dari urat lehermu sendiri.
Berapa banyak luka yang kau sembunyikan di balik senyuman? Dan berapa banyak beban yang kau pikul sendirian? Tapi Allah… Dia tak pernah membiarkanmu berjuang sendiri. Bahkan di saat semua pergi, kasih-Nya tetap tinggal. Di saat dunia terasa hampa, rahmat-Nya selalu memeluk jiwa yang berserah.
Ketika lelah menyesakkan dada, ada satu pengingat yang meneduhkan: Allah tidak pernah meninggalkanmu. Dia tahu letihmu. Dia tahu sabarmu. Dia menyaksikan betapa kerasnya kau bertahan meski hatimu nyaris menyerah. Jangan pernah mengira Allah membiarkanmu terjatuh tanpa maksud. Ada kasih yang tersembunyi di balik setiap ujian. Ada pelajaran indah di setiap kepedihan. Allah berfirman: “Janganlah kamu bersikap lemah, dan jangan (pula) bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang yang beriman.” (QS. Ali Imran: 139)
Percayalah, setiap kesulitan pasti membawa kemudahan. Allah tidak pernah menciptakan luka tanpa menyelipkan penawar. Tidak ada do’a yang terabaikan, meskipun jawabannya kadang datang di waktu yang tak terduga. Yang penting, tetaplah melangkah meski hatimu rapuh. Tetaplah berdo’a meski suaramu nyaris padam. Karena di balik setiap kesulitan yang kau hadapi, ada Allah yang Maha Mengetahui dan Maha Mengasihi.
Jika dunia terasa sempit, datanglah pada-Nya. Jika hati terasa lelah, sujudlah dalam-dalam. Jangan takut mengadu, jangan ragu menangis. Allah tidak pernah lelah mendengar. Tidak ada keluhan yang terlalu remeh bagi-Nya, tidak ada air mata yang sia-sia di hadapan-Nya.
Ingatlah, Allah tidak pernah memintamu menjadi kuat sepanjang waktu. Dia hanya ingin kau kembali, mengetuk pintu-Nya dengan hati yang jujur. Sebab, di balik kelemahanmu, ada cinta-Nya yang selalu siap menyembuhkan, sebagaimana dalam Al Qur’an disampaikan : “Dan apabila hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia berdo’a kepada-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 186)
Jangan biarkan lelah membuatmu berpaling. Jangan biarkan luka menjauhkanmu dari-Nya. Karena sungguh, di pelukan kasih-Nya, setiap letih akan menjadi ringan. Dan di bawah naungan rahmat-Nya, tak ada perjuangan yang sia-sia.
Izinkan hatimu beristirahat di hadapan-Nya. Izinkan jiwamu mengadu di pangkuan-Nya. Sebab, Allah yang mengatur takdirmu, tidak pernah meninggalkanmu meskipun dunia seakan menutup pintu. Di setiap air matamu, ada janji-Nya yang pasti: “Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 6)
Dan di sanalah, di peluk kasih-Nya, hatimu akan menemukan ketenangan.
Muhammad Najmi
“Semesta mengalirkan kebaikan, keberkahan, keajaiban, dan kemakmuran bagi hati yang suci, ikhlas, dan yakin.” *)
























