• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Jumat, Mei 22, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Mutiara Subuh #30: Saat Cahaya Ramadhan Meredup, Akankah Hati Tetap Bersinar?

30 Maret 2025
in Tausiyah
Reading Time: 2min read
Views: 681
Ilustrasi. (Foto : Najmi)

Oleh: Muhammad Najmi

“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ramadhan berlalu seperti angin yang melewati sela-sela jendela kehidupan. Seolah baru kemarin kita menyambutnya dengan gegap gempita, kini ia perlahan-lahan menghilang, meninggalkan kita dalam renungan panjang. Adakah hati kita masih bercahaya setelah bulan penuh berkah ini hampir pergi? Ataukah kita justru didera oleh penyesalan karena tidak memanfaatkannya sebaik-baiknya?

Lihat Juga

Mutiara Subuh #29: Melukis Fajar dengan Cahaya Takwa

Mutiara Subuh #29: Melukis Fajar dengan Cahaya Takwa

29 Maret 2025
52
Mutiara Subuh #28: Menyulam Cahaya Fajar: Saat Kesederhanaan Menjadi Gerbang Kemenangan

Mutiara Subuh #28: Menyulam Cahaya Fajar: Saat Kesederhanaan Menjadi Gerbang Kemenangan

28 Maret 2025
34
Mutiara Subuh #27: “Cinta yang Tak Bertepi: Menjaga Istiqamah di Jalan Peradaban”

Mutiara Subuh #27: “Cinta yang Tak Bertepi: Menjaga Istiqamah di Jalan Peradaban”

27 Maret 2025
70

Sebulan penuh kita diajak dalam madrasah kesabaran. Kita berlapar-lapar di siang hari, menahan dahaga dan mengekang hawa nafsu. Kita berdiri dalam tahajud yang panjang, mengangkat tangan dalam doa yang lirih, memohon ampunan atas segala dosa yang membebani. Namun kini, saat Ramadhan hendak beranjak pergi, satu pertanyaan besar menggantung di hati: Apakah kita telah benar-benar menang?

Penyesalan sering kali datang terlambat. Ketika takbir mulai menggema, banyak dari kita yang baru menyadari bahwa Ramadhan telah meninggalkan kita dengan amal yang mungkin belum sempurna. Kita menyesali malam-malam yang berlalu tanpa sujud panjang, kita menyesali sedekah yang masih enggan dikeluarkan, kita menyesali setiap helaan waktu yang berlalu tanpa dzikir dan doa. Jika Ramadhan adalah tamu agung, apakah kita telah menjamunya dengan layak, ataukah justru membiarkannya pergi tanpa bekas di hati?

Namun, penyesalan saja tidak cukup. Kita harus berani melakukan introspeksi. Apakah puasa kita hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, ataukah telah mampu menahan lidah dari kata-kata buruk, menundukkan mata dari hal-hal yang haram, serta menjinakkan hati dari kebencian dan dengki? Apakah kita telah menghidupkan Al-Qur’an dalam kehidupan kita, ataukah tilawah kita hanya menjadi ritual tanpa makna? Jika Ramadhan seharusnya membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik, sudahkah kita menjadi insan yang lebih bertakwa?

Kemenangan sejati bukan sekadar berbaju baru di hari raya, bukan pula tentang hidangan melimpah di meja makan. Kemenangan sejati adalah saat kita mampu mempertahankan kebaikan yang telah kita bangun di bulan suci ini. Ramadhan bukan garis akhir, tetapi garis awal bagi perjalanan ruhani kita. Jika kita kembali pada kebiasaan lama setelah Ramadhan berlalu, maka kita telah gagal. Namun, jika Ramadhan benar-benar mengubah kita, maka kita telah meraih kemenangan hakiki.

Allah memberi kita Ramadhan sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri, dan Dia pun masih memberi kita sisa waktu untuk tetap berpegang teguh pada kebaikan. Jangan biarkan semangat ibadah kita redup setelah Syawal tiba. Jangan biarkan Al-Qur’an kembali berdebu di rak. Jangan biarkan shalat malam kita hanya menjadi kenangan Ramadhan semata. Sebaliknya, jadikanlah bulan-bulan setelahnya sebagai ladang amal yang terus berbuah hingga kita menghadap-Nya dalam keadaan husnul khatimah.

Wahai hati yang masih rindu pada Ramadhan, jangan biarkan penyesalan ini menjadi luka yang tak tersembuhkan. Biarkan ia menjadi cambuk untuk kita melangkah lebih baik. Jika tahun ini belum sempurna, maka tahun depan harus lebih mulia. Jika di bulan ini masih banyak kekurangan, maka biarlah hari-hari setelahnya menjadi penyempurna. Allah Maha Pengasih dan Maha Penerima Taubat. Sebelum nafas terakhir tiba, masih ada waktu untuk memperbaiki diri.

Mari kita berdoa dengan penuh harap: Ya Allah, jangan jadikan Ramadhan ini yang terakhir bagi kami. Jika Engkau takdirkan kami bertemu dengannya lagi, jadikanlah kami lebih baik dari tahun ini. Jika ini adalah Ramadhan terakhir kami, maka terimalah segala amal ibadah kami dan ampunilah segala kekhilafan kami.

Ramadhan mungkin pergi, tetapi Allah tetap ada. Tetaplah berjalan menuju-Nya, dengan hati yang bertambah bersih, dengan jiwa yang semakin tunduk. Karena sejatinya, kemenangan itu bukan tentang merayakan hari raya, tetapi tentang membawa cahaya Ramadhan dalam kehidupan kita selamanya. *)

 

Muhammad Najm. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

Kunjungi Pasar Murah, Bupati Tanah Datar Eka Putra Pastikan Harga-harga Bahan Pokok Relatif Stabil

Next Post

Khotbah Salat Idul Fitri di UNP: Diklat Sebulan Penuh Selama Ramadan Harusnya Kian Meningkatkan Fitrah

BeritaTerkait

Mutiara Subuh #29: Melukis Fajar dengan Cahaya Takwa
Tausiyah

Mutiara Subuh #29: Melukis Fajar dengan Cahaya Takwa

29 Maret 2025
52
Mutiara Subuh #28: Menyulam Cahaya Fajar: Saat Kesederhanaan Menjadi Gerbang Kemenangan
Tausiyah

Mutiara Subuh #28: Menyulam Cahaya Fajar: Saat Kesederhanaan Menjadi Gerbang Kemenangan

28 Maret 2025
34
Mutiara Subuh #27: “Cinta yang Tak Bertepi: Menjaga Istiqamah di Jalan Peradaban”
Tausiyah

Mutiara Subuh #27: “Cinta yang Tak Bertepi: Menjaga Istiqamah di Jalan Peradaban”

27 Maret 2025
70
Mutiara Subuh #25: “Mengasah Empati, Merajut Solidaritas”
Tausiyah

Mutiara Subuh #25: “Mengasah Empati, Merajut Solidaritas”

25 Maret 2025
71
Mutiara Subuh #24: “Di Antara Lelah, Ada Allah yang Menjawab”
Tausiyah

Mutiara Subuh #24: “Di Antara Lelah, Ada Allah yang Menjawab”

24 Maret 2025
55
Mutiara Subuh #23: “Mengetuk Pintu Langit di Sepuluh Malam Terakhir”
Tausiyah

Mutiara Subuh #23: “Mengetuk Pintu Langit di Sepuluh Malam Terakhir”

23 Maret 2025
174
Next Post
Khotbah Salat Idul Fitri di UNP: Diklat Sebulan Penuh Selama Ramadan Harusnya Kian Meningkatkan Fitrah

Khotbah Salat Idul Fitri di UNP: Diklat Sebulan Penuh Selama Ramadan Harusnya Kian Meningkatkan Fitrah

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (38,503)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,384)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,632)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,769)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (33,411)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,712)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (32,334)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,082)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,123)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (29,087)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
171
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
349
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
496
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
236
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
118
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
152
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
133
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
192
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
128

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In