
Oleh: Wiztian Yoetri
(Wartawan Senior)
ADA berita gembira untuk warga Padang Pariaman di ranah dan rantau. Di antara berita itu, bahwa dua sarana penghubung penting yang terputus beberapa waktu lalu akibat bencana alam; Jembatan Kayu Gadang, Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung dan Jembatan Anduring, Kecamatan 2 x 11 Enam Lingkung segera dibangun.
Berita gembira itu disampaikan Bupati Padang Pariaman Dr H Jhon Kenedy Azis, SH, MH, pada pelantikan Walinagari se Kabupaten Padang Pariaman beberapa hari lalu, dan diperkuat melalui percakapan via WhatsApp.
Seperti diketahui Jembatan Kayu Gadang, Sikabu, ambruk 7 Mei 2023 lalu akibat tergerus luapan arus deras Sungai Batang Anai.
Jembatan yang tadinya dibangun dengan anggaran Rp24,5 Miliar dengan panjang 100 Meter itu, sebelumnya senpat dioperasikan bulan Agustus 2021. Belum genap dua tahun penggunaannya maka insiden pun terjadi. Sebelum dibangun dengan dana hibah BNPB tahun 2023, jembatan ini mengalami kerusakan, dan terputus tahun 2017 karena faktor usia.
“Insyaallah, berkat perjuangan kita bersama dan doa masyarakat, dalam waktu dekat jembatan Kayu Gadang segera dibangun kembali dengan nilai investasi sebesar Rp47,5 Miliar. Pembangunannya dengan dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), yang masuk dalam paket Inpres Jalan Daerah (IJD) tahun 2026,” ujar Bupati Jhon Kenedy Azis.
Kita berterima kasih, ungkap Bupati lagi, atas perhatian luarbiasa BNPB dan pemerintah pusat, yang kembali menganggarkan dana pembangunan jembatan kayu gadang, diharapkan kelak akan memulihkan arus transportasi masyarakat yang bertahun-tahun terganggu akibat terdampak kerusakan infrastruktur.
Kabar gembira selanjutnya, segera dibangun pula jembatan Anduring, Kayutanam yang sebelumnya terputus, akibat Bencana Banjir Bandang akhir November 2025.
“Insyaallah, kini persiapan pembangunan kembali jembatan yang memiliki panjang 140 Meter dengan lebar jembatan 6 Meter itu, segera dirampungkan. Pembangunan akan menelan dana investasi sebesar Rp45,2 Miliar,” jelas Bupati JKA.
Pembangunan kembali jembatan Anduring, didukung sepenuhnya Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade. “Pak Andre mengawal langsung proses anggaran dari pusat, dan kita berterimakasih atas perhatian luarbiasa, anggota DPR RI dari Fraksi Gerindra itu,” ungkap Bupati JKA lagi.
Jembatan Anduring mempunyai akses vital bagi sekitar 30 ribu warga yang memanfaatkan. Pasca bencana, sempat dibangun jembatan darurat, namun beberapa saat jembatan itu putus lagi, akibat derasnya arus sungai Kamis malam, 5 Maret.
Balai Wilayah Sungai Sumatera V, sangat besar perhatiannya dalam membantu pengalihan arus sungai dan jembatan darurat. Juga, perhatian dan dukungan anggota DPRD Sumbar dari Fraksi Nasdem Endarmi.
“Kita berharap dengan dibangunnya kembali dua jembatan besar; Kayu Gadang dan Anduring akan memperlancar aktivitas perekonomian masyarakat dengan mobilitas masyarakat yang sudah bisa normal kembali.
Dewasa ini, di Kabupaten Padang Pariaman, tidak ada lagi jembatan kecil-kecil, dengan panjang 5 sampai 10 Meter yang rusak dimasa pemerintahan sebelumnya, semua sudah dibangun. Kecuali jembatan yang mengalami kerusakan akibat bencana alam tiga bulan terakhir. Kita, akan terus berjuang melalui pemerintah pusat; Kementerian PU dan BNPB karena keterbatasan APBD agar semua sarana infrastruktur di Padang Pariaman bisa pulih dan normal, termasuk upaya kita mengatasi beberapa titik jalan terban dan longsor,” demikian Bupati JKA. *)























