• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Jumat, Juli 10, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Perang Dagang Antar-Bangsa

2 Agustus 2024
in Opini
Reading Time: 3min read
Views: 472
Ilustrasi Yin Yan. (Foto : Dok)

Oleh: Patria Subuh

“MENGETAHUI orang lain adalah kecerdasan, namun mengetahui diri sendiri adalah kebijaksanaan sejati. Menguasai orang lain adalah kekuatan, namun menguasai diri sendiri adalah kekuatan sejati“ / Lao Tzu (570 – 470 SM).

Demikianlah salah satu kearifan kuno (ancient wisdom) yang menggerakkan Bangsa Cina untuk membuat dirinya sejajar dengan bangsa lain dalam menguasai dan menaklukkan teknologi.

Lihat Juga

OTT Bupati Tak Kunjung Berhenti

OTT Bupati Tak Kunjung Berhenti

4 Juli 2026
47
Hoyak Tabuik dalam Jejak Budaya Lintas Peradaban

Hoyak Tabuik dalam Jejak Budaya Lintas Peradaban

21 Juni 2026
74
DPRD Jangan Lagi Jadi Pelengkap Penderita

DPRD Jangan Lagi Jadi Pelengkap Penderita

19 Juni 2026
38

Hingga saat ini Bangsa Cina membuat bangsa lain tercengang-cengang karena percepatan yang dilakukannya dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga boleh dikatakan hampir sejajar dengan negara-negara Barat.

Hanya sedikit bangsa di dunia yang mampu menjadi produsen ‘tools’ berteknologi tinggi yang diproduksi secara massal dan kemudian berhasil bersaing dengan negara maju dalam pemasaran globalnya.

Pencapaian prestasi bangsa timur ini tentulah tidak sembarangan, namun penuh dengan onak duri ujian, pengorbanan dan perjuangan.

Dalam buku “Art of War”, yang ditulis pada abad ke-6 SM oleh Sun Tzu, seorang ahli strategi militer Tiongkok kuno yang mengupas taktik dan strategi seni berperang, dinyatakan bahwa ; “Jika seseorang mengenal musuh dan mengenal diri sendiri, maka dia tak perlu takut walaupun harus bertempur sampai seratus kali”.

Hal ini menggarisbawahi betapa pentingnya memahami dan mengetahui kekuatan dan kelemahan musuh serta kekuatan dan kelemahan kita sendiri dalam merancang strategi untuk memenangkan pertempuran.

Dalam hal ini ‘pertempuran’ yang dimaksud adalah persaingan ekonomi dan dagang antar negara-negara di dunia.

Pemahaman ini memungkinkan kita untuk menghindari pertarungan yang tidak menguntungkan untuk mendapatkan peluang berharga dimana kita memiliki keunggulan strategis dibandingkan lawan.

Perang dagang antara China dan Amerika merupakan perumpamaan dari pertempuran antar 2 bangsa yang sama-sama berjulukan sebagai negara produsen terpandang di dunia.

Perang dagang ini dimulai pada Tahun 2018, ketika Donald Trump (masa jabatan : 2017 – 2021), Presiden Amerika Serikat – memutuskan untuk memberlakukan tarif impor pada produk-produk China yang dianggap merugikan. Amerika merasa kelabakan dengan serbuan beragam produk China dengan harga bersaing, berkualitas dan terjangkau hampir di semua lini produksi sehingga pemerintahnya merasa perlu memproteksi negaranya dengan memberlakukan tarif impor yang lebih seimbang dan masuk akal.

Strategi dagang China yang agresif membuat Amerika terpaksa harus mengedit ulang seluruh kebijakan ekonominya karena dampaknya sudah berada pada tahap defisit neraca transaksi yang tak seimbang antar kedua negara.

Amerika merasa dirugikan dengan kebijakan ‘dumping’ harga produk impor dari China yang mendesak eksistensi produk lokal ke tingkat yang semakin mengkhawatirkan.

Konsumen Amerika yang sebagian besar generasi muda yang lebih pragmatis merasa diuntungkan dengan ketersediaan produk China yang berkualitas dan lebih kompetitif dari sisi teknologi. Tentu saja ini merupakan nilai tambah (intangible value) yang menguntungkan bagi barang produk China.

Beralihnya selera generasi muda Amerika dari barang mewah dan mahal ke barang yang lebih aplikatif dan ekonomis, ikut mendukung keberhasilan China mempenetrasi pasar negara itu.

Satu hal yang patut digarisbawahi dari kasus di atas adalah pertanyaan tentang – bagaimana bisa sebuah bangsa yang dulunya berada dalam suatu sistem ‘komunisme proletarian’- tiba-tiba bertransformasi menjadi seperti bangsa ‘kapitalis imperialis’ yang agresif memproduksi barang secara massal dan sukses memasarkannya ke seluruh dunia.

Bangsa yang beberapa dekade lalu masih berupa negara agraris tiba-tiba menjadi momok yang menakutkan bagi pengusaha / produsen barang di negara Barat.

‘Lompatan Jauh ke Depan’ yang dicetuskan Mao Ze Dong dan dilontarkan pada sekitar Tahun 1975, yang menjadi salah satu slogan bangsa Cina untuk maju – ternyata akhirnya menjadi kenyataan.

Masyarakat awam yang berpandangan pragmatis menilai bahwa perang dagang antara Amerika dan China pada suatu saat dalam tingkatan tertentu akan mencapai titik nadir keseimbangan pasar yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Termasuk negara pihak ketiga yang dalam hal ini menjadi penonton dari tragedi ekonomi yang masih berlangsung saat ini.

Namun satu hal yang patut dijadikan pelajaran bagi bangsa Indonesia adalah bahwa kesuksesan dan daya saing suatu bangsa sangat ditentukan oleh ‘integritas’ dan ‘konsistensi’ pemimpinnya dalam menuntun anak bangsa untuk bergerak maju mengelola negara sebagaimana yang terjadi di negeri China.

Jadi, tidak salah kalau ada hadits Nabi Muhammad yang menyatakan, “Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri China”. (Eri#43)

Penulis adalah Pengamat Sosial

 

Patria Subuh, Pengamat Sosial. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

Isman Imran: Baznas Agam Telah Distribusikan Zakat ke 201 Mustahik

Next Post

KI Sumbar Sidangkan Sengketa Informasi Antara Tokoh Masyarakat dengan SMAN 3 Painan

BeritaTerkait

OTT Bupati Tak Kunjung Berhenti
Opini

OTT Bupati Tak Kunjung Berhenti

4 Juli 2026
47
Hoyak Tabuik dalam Jejak Budaya Lintas Peradaban
Opini

Hoyak Tabuik dalam Jejak Budaya Lintas Peradaban

21 Juni 2026
74
DPRD Jangan Lagi Jadi Pelengkap Penderita
Opini

DPRD Jangan Lagi Jadi Pelengkap Penderita

19 Juni 2026
38
Deepfake AI (Artificial Intelligence) dan Masa Depan Demokrasi Indonesia
Opini

Deepfake AI (Artificial Intelligence) dan Masa Depan Demokrasi Indonesia

16 Juni 2026
42
Bonus Kepala Daerah
Opini

Bonus Kepala Daerah

13 Juni 2026
35
Ujian Nyata Desentralisasi Fiskal di 39 Daerah
Opini

Ujian Nyata Desentralisasi Fiskal di 39 Daerah

11 Juni 2026
17
Next Post
KI Sumbar Sidangkan Sengketa Informasi Antara Tokoh Masyarakat dengan SMAN 3 Painan

KI Sumbar Sidangkan Sengketa Informasi Antara Tokoh Masyarakat dengan SMAN 3 Painan

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,686)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,616)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,894)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,585)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,021)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,498)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (33,705)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,970)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,265)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,366)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
180
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
370
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
505
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
244
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
122
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
161
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
138
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
204
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
133

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In