• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Selasa, Agustus 25, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Perkembangan Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah di Minangkabau

3 April 2023
in Opini
Reading Time: 2min read
Views: 993
Mela Putri, Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand). (Foto : Dok)

Oleh: Mela Putri

MINANGKABAU merupakan masyarakat yang menganut agama Islam meskipun dengan perkembangan sejarah Minangkabau yang dikenal sangat beradat namun juga dipengaruhi oleh berkembangnya pengaruh agama Islam yang berdasarkan dari Al Qur’an.

Penyusunan adat Minangkabau juga didasarkan dari Al Qur’an seperti terdapatnya filosofi Minangkabau yaitu Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

Lihat Juga

Ketika Bencana Melampaui Kapasitas Daerah Otonom

Ketika Bencana Melampaui Kapasitas Daerah Otonom

25 Agustus 2026
7
Bupati JKA yang Selalu Berdoa untuk Masyarakat

Bupati JKA yang Selalu Berdoa untuk Masyarakat

22 Agustus 2026
23
Guru PPPK Ditarik ke Pusat, Otonomi Daerah Terancam Mundur

Guru PPPK Ditarik ke Pusat, Otonomi Daerah Terancam Mundur

22 Agustus 2026
26

ABS-SBK ini adalah sebuah aturan adat yang menyesuaikan dengan ajaran agama Islam yang berlandaskan kitabullah/Al Qur’an dan masyarakat yang memiliki hukum adat dengan ketentuan adat yang sebenarnya yaitu adat menurut susunan agama Islam (syarak).

Pengertian syarak dalam kamus besar bahasa Indonesia adalah hukum yang bersedia ajaran Islam; hukum Islam, sedangkan pengertian sendi adalah batu pengalas atau pengganjal tiang rumah dan dapat juga berarti alas, dasar, asas dan fundamen.

Dari beberapa buku ataupun tambo menyebutkan bahwa Minangkabau serta adat Minangkabau telah ada sejak tahun masehi bahkan ada yang menyebabkan Minangkabau telah ada sebelum masehi meskipun pada sebelumnya memang belum bernama Minangkabau, karena Minangkabau telah ada sejak dulunya makkah sudah banyak pula adapun tercipta oleh pemangku adat.

Karena adat sangat dibutuhkan sesuai dengan kebutuhan dan etnis pada waktu itu serta adat merupakan tempat untuk mengatur tata kehidupan masyarakat Minangkabau, maka diambillah sebuah pelajaran bahwa sejarah agama Islam ada empat kitab yang wajib di-imani (rukun iman) yang diturunkan kepada nabi dan rasul untuk mengatur kehidupan masyarakat waktu itu sesuai dengan zamannya dengan kitab terakhir yaitu Al Qur’an (kitabullah) yang berisi wahyu atau firman Allah Subhanahu wa ta’ala (Swt) yang diturunkan melalui malaikat Jibril kepada Nabi Besar Muhammad Sallallahu alaihi wasallam (Saw).

Maka dengan adanya ajaran agama Islam di Minangkabau terdapat pula perkembangan tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah di Minangkabau. Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah berhulu pada diri Nabi Muhammad Saw melalui Abu Bakar as-Siddiq ra, khalifah pertama yang juga salah seorang sahabat Nabi Muhammad Saw.

Hal ini terdapat dalam jurnal manassa yang menjelaskan bahwa dalam penelitiannya dibuktikan tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah masuk dan berkembang di Minangkabau pada awal abad ke-19 masehi melalui kawasan pantai timur Sumatera Barat atas pengaruh dan jasa Syekh Ismail Al- Khalidi Al-Minangkabawi. Jurnal ini memakai konsep tekstologi dalam melakukan penelitian. Tekstologi adalah salah satu cabang ilmu filologi yang memiliki fokus kajian pada isi teks naskah atau kandungan isi dari sebuah naskah.

Serta dengan cara menelusuri dan mengidentifikasi naskah-naskah ajaran tarekat yang ada di Minangkabau yang dituangkan oleh penulis dalam bentuk bait-bait syair (niazm) dalam konteks Minangkabau.

Naskah yang digunakan dalam jurnal ini adalah naskah Al-Manhal, Al-dhb, li-Dhikr Al- Qalb naskah ini adalah naskah yang sangat penting dalam konteks dan dinamika penyebaran tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah di Minangkabau.

Alasan yang membuat naskah ini penting adalah sebagai berikut; pertama, naskah ini karangan Syekh Ismail Al Khadili Al Minangkabawi tokoh membawa yang penyebaran jaran tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah di Minangkabau.

Kedua, dengan memperhatikan fisik naskah dan sisi penulis atau pengarang dari naskah ini patut diduga bahwa naskah ini adalah Hindu dari naskah-naskah tentang ajaran tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah di Minangkabau

Ketiga, penjelasan terhadap ajaran tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah dalam naskah ini pun tergolong unik dan menarik dalam bentuk nazm atau bait-bait yang menyerupai syair lengkap dengan wazan, bahaedan qafiyahnya yang indah .

Maka dapat disimpulkan bahwa perkembangan tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah sangat berpengaruh dalam kehidupan bermasyarakat di Minangkabau karena ajaran ini juga berhulu pada diri Nabi Muhammad Saw yang merupakan nabi besar kaum penganut agama Islam dan orang Minangkabau salah satu penganut agama Islam tersebut. *)

Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Tradisi Batagak Kudo-kudo di Padang Pariaman

Next Post

Tradisi Mamanggia di Batipuah

BeritaTerkait

Ketika Bencana Melampaui Kapasitas Daerah Otonom
Opini

Ketika Bencana Melampaui Kapasitas Daerah Otonom

25 Agustus 2026
7
Bupati JKA yang Selalu Berdoa untuk Masyarakat
Opini

Bupati JKA yang Selalu Berdoa untuk Masyarakat

22 Agustus 2026
23
Guru PPPK Ditarik ke Pusat, Otonomi Daerah Terancam Mundur
Opini

Guru PPPK Ditarik ke Pusat, Otonomi Daerah Terancam Mundur

22 Agustus 2026
26
Hendra Aswara, Sekda Definitif, Birokrat Andal
Opini

Hendra Aswara, Sekda Definitif, Birokrat Andal

21 Agustus 2026
89
Fadly Amran Menikam Jejak; Luhak Nan Tuo, Walikota Padang dan Gubernur Sumbar
Opini

Fadly Amran Menikam Jejak; Luhak Nan Tuo, Walikota Padang dan Gubernur Sumbar

21 Agustus 2026
45
Saatnya Pusat Mendengar Daerah
Opini

Saatnya Pusat Mendengar Daerah

19 Agustus 2026
34
Next Post
Tradisi Mamanggia di Batipuah

Tradisi Mamanggia di Batipuah

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,865)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,788)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (36,075)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,756)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,223)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,682)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (34,540)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,154)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,450)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,538)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
195
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
394
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
507
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
255
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
132
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
173
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
141
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
208
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
146

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In