• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Jumat, Mei 29, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Tradisi Mamanggia di Batipuah

3 April 2023
in Opini
Reading Time: 4min read
Views: 1,877
Ravika Sari, Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand). (Foto : Dok)

Oleh: Ravika Sari

TRADISI mamanggia merupakan sebuah tradisi untuk mengundang seseorang ke acara baralek yang berada di daerah Minangkabau, dan setiap daerah memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing dalam melaksanakan tradisi tersebut.

Salah satu daerah yang masih ada tradisi mamanggia ini, yakni di Kanagarian Batipuh Kabupaten Tanah Datar, yang merupakan daerah darek yang masih kental akan tradisi.

Lihat Juga

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
64
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

8 Mei 2026
38
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

27 April 2026
106

Di Batipuh memiliki ciri khas tersendiri yaitu yang pergi mamanggia adalah mamak dan ditemani oleh salah satu anggota keluarga yang menikah. Mempelai tidak di perkenankan ikut pergi mamanggia.

Adapun penulis mencoba melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui makna serta pergeseran proses tradisi mamanggia yang terjadi akibat arus globalisasi. Peneliti menggunakan teori interaksional simbolik dari George Herbert Mead yang terdiri dari mind, self dan society.

Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode pengumpulan data menggunakan metode pengamatan langsung, wawancara dengan beberapa informan dan tokoh adat setempat dan dokumentasi.

Berdasarkan hasil penelitian menjelaskan bahwa tradisi mamanggia memiliki beberapa perubahan pada proses pelaksanaannya, pada awalnya menggunakan sirih kemudian beralih menggunakan telepon yang disebabkan oleh perkembangan zaman dan ini sudah tidak sesuai dengan pelaksanaan pada awalnya

Masyarakat Kelurahan Pulai Anak Aia menyadari perubahan itu dan sebisa mungkin untuk melaksanakan tradisi mamanggia ini tanpa menghilangkan makna yang ada di dalam tradisi tersebut.

Tradisi dalam kamus antropologi merupakan kebiasaan-kebiasaan yang bersifat magis-religius dari kehidupan suatu penduduk asli yang berisi nilai-nilai budaya, norma-norma, hukum dan aturan-aturan yang saling berkaitan, dan kemudian menjadi menjadi suatu sistem atau peraturan yang dijalankan oleh masyarakat setempat, serta mencakup segala konsepsi sistem budaya dari suatu kebudayaan untuk mengatur tindakan sosial (Aminuddi Ariyono dan Siregar, 1985).

Budaya mamanggia untuk melangsungkan baralek marapulai. Baralek adalah sebuah bentuk syukuran pernikahan yang dilakukan oleh kedua mempelai di rumah masing-masing. Baralek mengundang seluruh sanak saudara dari kedua belah pihak, teman sejawat dan juga kenalan.

Biasanya baralek di Ranang Minang memiliki kekhasan bagi tiap-tiap daerah. Momen ini hanya sekali seumur hidup. Bagi yang mengulangi biasanya cukup diketahui oleh tetangga dan juga keluarga dekat.

Adat mamanggia dalam tradisi Nagari Batipuh membutuhkan waktu yang sedikit panjang dan butuh kemampuan pepatah petitih untuk menyampaikan maksud dan tujuan. Adat mamanggia sangat cocok dalam langgam kehidupan masyarakat agraris dan tidak terikat bekerja orang kantoran.

Apa sebab? Mamanggia membutuhkan meluangkan waktu yang cukup panjang. Dalam kegiatan mamanggia setelah penulis coba melihat peta perjalanan, aktivitas rumah yang akan dikunjungi dan juga keluarga yang hampir tersebar di berbagai nagari berbeda kabupaten, maka untuk menyelesaikan membutuhkan waktu 5 sampai 7 hari.

Setelah berbincang dengan beberapa orang paman dari adek ayah dan juga etek (panggilan untuk adik ibu), maka disusun rute dan siapa yang mesti dijambangi untuk dipanggia menghadiri pernikahan sekaligus baralek adinda kandung pada tanggal 25 Oktober 2013.

Hal ini bermanfaat untuk tidak terlupakan keluarga pokok dari pihak ayah dan garis ranji ke atas serta ke samping, dan juga keluarga pokok dari pihak ibu dan garis ranji ketas dan ke samping.

Setelah dihitung, maka dapat list rumah yang mesti datang mamanggia ada sekitar 300 rumah. Untuk mensiasati maka dibutuhkan tim mamanggia.

Pada adatnya mamanggia adalah tugas mamak (kakak atau adik dari ibu), kemudian kedua orang tua (ayah dan ibu), kemudian anak laki-laki. Namun keterbatasan mamak yang merantau dan juga keadaan orang tua, maka tugas itu ada di anak laki-laki.

Maka perjalanan mesti membuat panduan dan juga pemandu. Untuk wilayah Nagari Canduang Koto Laweh bagian atas Afdhal Jamil dan Hasby adalah pemandu. Keduanya adalah adek sepupu dari pihak ayah. Ayah kakak beradik 10 orang laki-laki. Sedangkan untuk wilayah Nagari Canduang Koto Laweh bagian bawah ditemani oleh Marto dan Arsyad Sani, Keduanya adalah anak etek adik dari ibu.

Dalam mamanggia, tradisi yang dibawa adalah siriah pinang lengkap, kemudian duduik (rokok dari pucuk aren dan tembakau iris). Memakai peci nasional atau dalam istilah Minang, kopiah.

Kemudian memakai kain sarung yang mesti dililitkan dileher. Sebagaimana foto profil di Kompasiana. Seiring perkembangan zaman hanya tinggal membawa kopiah, kain sarung dan juga rokok.

Tradisi mamanggia saat ini telah banyak terpangkas oleh budaya undangan pernikahan, SMS dan telpon. Keterbatasan waktu dan juga jarak antar keluarga yang tidak berdiam lagi di kampung menjadikan beberapa alasan rasional untuk menggantikan adat mamanggia dengan menyampaikan pesan lewat telpon. Sedangkan untuk teman-teman dunia maya, saat ini telah ada undangan khusus. Sedangkan lewat BBM cukup membuat broadcast undangan.

Adat mamanggia adalah momen untuk menguatkan kembali tali persaudaraan antara pihak keluarga. Acara baralek adalah momen bersilaturahmi antar keluarga, karena baralek adalah kabar baik, maka menjadi sistem komunikasi di Ranah Minang untuk diimbaukan (disampaikan secara langsung). Hal ini berbeda dengan berita duka yang diambaukan (disampaikan dari mulut ke mulut tanpa mesti bertemu langsung).

Adat mamanggia hampir melibatkan keluarga inti dan juga sanak saudara terdekat. Hal ini membentuk sistem kekerabatan semakin kuat. Sedangkan menggunakan undangan, baik cetak maupun elektronik, terjadi pergeseran budaya matriakal menjadi keluarga kecil layaknya orang kota.

Dalam adat mamanggia bukan hanya hadir pada pas baralek, namun juga meminta urun rembuk untuk mempersiapkan masakan yang akan dihidangkan. Hal ini termasuk tanggungjawab bako dan etek. Bako adalah saudara perempuan dari ayah. *)

Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Perkembangan Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah di Minangkabau

Next Post

Nevi Zuairina Bersama PW ALPPIND Sumbar Berbagi Sembako di Bulan Ramadhan

BeritaTerkait

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan
Opini

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
64
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing
Opini

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

8 Mei 2026
38
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan
Opini

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

27 April 2026
106
Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman
Opini

Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman

26 April 2026
117
Efisiensi APBN 2026: Pareto, Subsidi Energi dan Politik Pengorbanan
Opini

Efisiensi APBN 2026: Pareto, Subsidi Energi dan Politik Pengorbanan

25 April 2026
54
Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak
Opini

Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak

24 April 2026
49
Next Post
Nevi Zuairina Bersama PW ALPPIND Sumbar Berbagi Sembako di Bulan Ramadhan

Nevi Zuairina Bersama PW ALPPIND Sumbar Berbagi Sembako di Bulan Ramadhan

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (39,702)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,414)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,666)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,802)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (34,606)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (33,525)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,746)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,275)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (30,280)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,151)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
172
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
354
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
497
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
237
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
119
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
152
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
133
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
193
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
128

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In