• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Kamis, Mei 28, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Tradisi Batagak Kudo-kudo di Padang Pariaman

3 April 2023
in Opini
Reading Time: 3min read
Views: 2,421
Ravika Sari, Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand). (Foto : Dok)

Oleh: Ravika Sari

TRADISI adalah kesamaan benda material dan gagasan yang berasal dari masa lalu namun masih ada hingga kini dan belum dihancurkan atau dirusak. Tradisi dapat diartikan sebagai warisan yang benar atau warisan masa lalu.

Kemudian, adat istiadat merupakan suatu perilaku atau kebiasaan yang dilakukan secara turun temurun yang dilakukan secara berulang dan menjadi ciri khas dari suatu daerah. Sedangkan tradisi merupakan suatu warisan dari nenek moyang dan berkaitan dengan kepercayaan atau keyakinan yang memiliki fungsi tertentu.

Lihat Juga

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
64
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

8 Mei 2026
38
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

27 April 2026
106

Sekilas, adat istiadat dan tradisi seperti tidak ada bedanya. Memang, keduanya sedikit mirip jika dilihat berdasarkan pengertiannya. Adat istiadat berkaitan dengan perilaku, sedangkan tradisi berkaitan dengan suatu ritual yang diwariskan secara turun-temurun.

Keduanya sama-sama berhubungan dengan kebudayaan dan kepercayaan. Selain itu, adat istiadat dan tradisi juga lekat kaitannya dengan nilai-nilai historis. Oleh karena itu, masyarakat yang sadar akan pentingnya sejarah akan melestarikan warisan nenek moyang berupa tradisi dan adat istiadat tersebut.

Sekumpulan masyarakat yang memiliki adat istiadat dan tradisi yang sama disebut suku bangsa. Mengutip buku Suku Bangsa Dunia dan Kebudayaannya oleh Pram (2013), pengertian suku bangsa adalah sekumpulan masyarakat yang berkumpul dengan sesama anggotanya yang umumnya diidentifikasi berdasarkan garis keturunan.

Suku bangsa adalah suatu unsur yang membedakan suatu golongan masyarakat dengan golongan masyarakat yang lain dalam sistem sosial. Ha-hal yang memengaruhi suku bangsa antara lain seperti tempat tinggal, budaya, dan garis keturunan.

Sekumpulan masyarakat yang memiliki adat istiadat dan tradisi yang sama disebut suku bangsa. Meskipun memiliki berbagai perbedaan dan ciri khas, setiap suku harus hidup rukun dan saling membantu tanpa membeda-bedakan golongan.

Batagak Kudo-kudo

Batagak Kudo-kudo ialah tradisi gotong royong dalam membangun rumah dalam masyarakat Padang Pariaman, Sumatra Barat. Tidak hanya untuk membangun rumah, Batagak Kudo-kudo dihelat untuk mendirikan rumah gadang, masjid, dan lainnya.

Menegakkan kuda-kuda, dalam pelaksanaannya upacara Batagak Kudo-kudo dimulai dari mufakat awal, mengundang, malam mambungkui, penyambutan tamu, laporan pembangunan, batagak kudo-kudo dan bajamba (makan bersama dalam suatu ruangan).

Para warga yang diundang biasanya sudah menyiapkan hadiah untuk tuan rumah berupa material bangunan atau bahkan sejumlah uang. Lepas itu baru masuk pada tahapan mufakat awal alias musyawarah.

Di sini tamu undangan akan membicarakan tata letak, ukuran, hingga waktu pengerjaan. Hasil dari musyawarah ini selanjutnya akan dilaporkan oleh penghulu suku

Masuk dalam tahapan berikutnya adalah maelo kayu atau proses menyiapkan bahan bangunan, seperti kayu. Pada waktu tertentu penebangan dan pemotongan kayu juga dilakukan secara bergotong royong.

Setelah merendam batang kayu ke dalam lumpur, parit atau bahkan dioleskan solar yang bertujuan untuk membuat kayu awet dan tahan dari serangan rayap, dimulailah prosesi mancatak tiang tui atau mengolah bahan bangunan untuk langsung didirikan (batagak tiang) diikuti dengan penyusunan batu bata dan pembangunan lainnya atau biasa dikenal dengan sebutan kudo kudo.

Tahapan terakhir dari upacara Batagak Kudo-kudo yang terakhir adalah menjamu para undangan sambil melaporkan hasil pembangunan dan dilanjutkan dengan berdoa bersama. Biasanya dalam sesi bertajuk bajamba ini tamu undangan akan disajikan beragam kuliner khas Padang Pariaman. Seperti gulai ayam, pangek ikan, samba campua-campua, gulai cubadak, dan lainnya.

Perlengkapan Wajib

Selain beberapa hal yang disiapkan di atas, ada beberapa perlengkapan yang wajib ada ketika upacara Batagak Kudo-kudo, yaitu pisang lidi satu tandan, carano atau tempat sirih, dua buah kelapa bertunas, daun kelapa muda yang dijalin, payung, serta memakai baju adat.

Keberadaan benda-benda ini memiliki filosofinya masing-masing. Seperti penggunaan baju adat diharapkan pemilik bisa selalu menjalankan dan paham dengan adat istiadat. Begitupun dengan pisang lidi satu tandan yang merupakan simbol persatuan.

Masyarakat akan diundang dalam kegiatan ini dan masyarakat yang diundang akan membawa atau mempersiapkan hadiah untuk tuan rumah. Hadiah yang akan diberikan biasanya berupa bahan-bahan material bangunan dan bisa juga dalam bentuk uang jika ia tidak bisa menghadiri acara tersebut atau ia sedang di perantauan.

Sebelum acara dimulai ada kegiatan yang harus dilakukan terlebih dahulu yaitu mufakat awal. Mufakat akan dilakukan oleh orang yang sekaum yang membicarakan dimana letak rumah yang tepat untuk dibangun, ukurannya, serta kapan waktu acara atau pengerjaannya dilakukan.

Hasil dari mufakat tersebut akan disampaikan oleh penghulu suku, lalu penghulu suku akan menyampaikan kepada penghulu suku lainnya.

Selanjutnya maelo kayu merupakan mempersiapkan bahan-bahan yang akan digunakan. Umumnya kayu-kayu, penebangan dan pemotongan akan dilakukan secara bergotong royong. Akan tetapi, pada saat ini tradisi itu telah mulai kian berkurang atau jarang sekali kita bisa menemukan kegiatan tersebut.

Kayu yang akan dijadikan tiang akan direndam terlebih dahulu di dalam lumpur, tapi ada juga yang merendam kayunya ke dalam parit dan dibiarkan begitu saja selama bertahun-tahun atau bisa juga kayu dioleskan dengan minyak solar dan kayu ditutup oleh terpal. Tujuannya supaya kayu tidak mudah lapuk atau dimakan oleh rayap.

Kemudian mancatak tiang tui, bahan-bahan bangunan yang sudah ada akan diolah oleh masyarakat atau para tukang untuk digunakan dalam Batagak Kudo-kudo tersebut. Batagak tiang atau menegakkan tiang-tiang secara gotong royong didirikan untuk menyangga rumah, setelah tiang-tiang ditegakkan maka para tukang akan mulai menyusun batu bata dan memulai pembangunannya atau biasa disebut dengan kudo-kudo. *)

Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Andalas (Unand)     

ShareTweetSendShare
Previous Post

Safari Ramadan di Lintau Buo, Bupati Eka Putra Serahkan Bantuan Rp110 Juta untuk Masjid Al Kubra Pangian

Next Post

Perkembangan Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah di Minangkabau

BeritaTerkait

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan
Opini

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
64
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing
Opini

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

8 Mei 2026
38
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan
Opini

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

27 April 2026
106
Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman
Opini

Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman

26 April 2026
117
Efisiensi APBN 2026: Pareto, Subsidi Energi dan Politik Pengorbanan
Opini

Efisiensi APBN 2026: Pareto, Subsidi Energi dan Politik Pengorbanan

25 April 2026
54
Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak
Opini

Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak

24 April 2026
49
Next Post
Perkembangan Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah di Minangkabau

Perkembangan Tarekat Naqsyabandiyah Al-Khalidiyah di Minangkabau

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (39,689)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,413)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,665)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,801)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (34,593)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (33,512)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,744)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,274)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (30,267)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,150)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
172
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
354
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
497
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
237
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
119
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
152
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
133
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
193
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
128

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In