• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Rabu, Mei 27, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Manujuah Hari di Nagari Tanjung Barulak

14 Maret 2023
in Opini
Reading Time: 3min read
Views: 1,206
Novfita Risma Yenni, Mahasiswa Jurusan Sastra Mnangkabau Universitas Andalas (Unand). (Foto : Dok)

Oleh: Novfita Risma Yenni

KABUPATEN Tanah Datar atau disebut juga dengan Luak Nan Tuo, merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Sumatra Barat (Padang), dengan ibukota-nya Batusangkar.

Kabupaten Tanah Datar tidak hanya terkenal sebagai tempat wisata dan letak rumah gadang (Istano Pagaruyung) yang berada di sana. Tapi terdapat tradisi dan budaya yang beragam di setiap daerahnya. Salah satunya di Kecamatan Batipuh, tepatnya di Nagari Tanjung Barulak.

Lihat Juga

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
64
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

8 Mei 2026
36
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

27 April 2026
106

Untuk diketahui, nagari merupakan gabungan dari koto, yakni suatu kesatuan sosial yang berdasarkan kebudayaan dan kebatinan. Nagari mempunyai hak sendiri dan mempunyai wilayah dan batas-batas tertentu dengan nagari lainnya.

Nagari merupakan lembaga pemerintah dan sekaligus merupakan lembaga pemberdayaan masyarakat, yang dalam nagari disebut kesatuan masyarakat hukum adat, sebagai lembaga kesatuan sosial utama yang dominan.

Kemudian, tradisi merupakan suatu yang dilakukan sejak lama dan menjadi bagian kehidupan masyarakat adat secara turun temurun, generasi ke generasi, yang berasal dari nenek moyang terdahulu.

Tradisi juga termasuk kepercayaan di suatu kampung yang tidak bisa ditinggalkan. Biasanya masyarakat lebih memilih untuk melakukan dan melestarikan keeprcayaan tersebut.

Di Nagari Tanjung Barulak, memiliki tradisi atau kebiasaan turun temurun dari dahulunya sampai sekarang dengan melakukan salah satu tradisi, yakni; ‘Manujuah Hari’.

Kegiatan Manujuah Hari adalah tradisi upacara kematian atau ziarah ke kubur seseorang yang telah meninggal dunia, setelah tujuh hari.

Di makam diadakan tradisi Managak Batu yang dilaksanakan pada hari ke tujuh setelah mayat di kuburkan.

Manujuah Hari dilaksanakan dan dihadiri sanak saudara, famili, dan datuk wali angku sebagai pemandu berdoa di sana. Adapun kegiatan ini hanya dilaksanakan oleh kaum laki-laki saja.

Sedangkan kaum perempuan tuan rumah berada di rumah dan masak bagian dapur untuk menyiapkan makanan, supaya laki-laki setelah selesai kegiatan pusaro mereka datang ke rumah untuk makan bersama dan berdoa bersama nantinya.

Kegiatan Managak Batu ini biasanya dilakukan secara bergotong royong serta meletakkan batu nisan dan mengasih papan sepanjang kuburan berbentuk persegi panjang (membentuk pamakaman).

Setelah batu nisan diletakkan, selanjutnya menaburi bunga di atas kuburan. Setelah itu dipanjatkan doa bersama yang mana sambah manyambah terhadap orang-orang yang berada di tempat pemakaman. Tuan rumah meminta maaf kepada orang-orang sekitar kalau almarhum ada salah atau hutang yang dibuatnya selama di dunia.

Setelah selesai, tuan rumah mengajak tamu untuk pergi menaiki rumah dulu untuk makan bersama dan membaca doa bersama untuk almarhum.

Kegiatan Managak Batu biasanya dilakukan pada pagi hari sesudah sholat Subuh. Kegiatan ini sunah bagi laki-laki yang mampu menjalaninya. Biasanya tuan rumah mengundang orang siak dan anak yatim piatu dan di hidangkan makanan.

Kegiatan utama yang dilakukan di sana adalah batagak batu nisan setelah itu baru dilaksanakan acara batagak gala jika almarhum tersebut memiliki gelar pusaka yang ditinggalkannya.

Maksudnya disini, kepada siapa gelar yang ditinggalkannya tersebut akan dikasihkan. Atau, siapa yang akan membawakan gelar itu lagi. Jika mayat mempunyai gelar atau harta yang akan diwariskan, maka itu pun harus dilaksanakan pada saat itu juga di tempat tersebut, agar semua kaum di kenagarian tersebut tahu dan mengenal secara pasti yang seharusnya.

Dalam tradisi tersebut, tuan rumah (pihak yang berduka) menyediakan beberapa carano atau pring yang berisikan sirih, dan itu diletakkan di sekeliling makam tersebut. Tujuannya untuk menampung sedekah yang diberi oleh para peziarah yang datang pada saat itu.

Upacara Managak Batu tidak hanya dilakukan bagi orang yang bergelar, tetapi dilakukan kepada semua orang yang meninggal. Kegiatan selanjutnya upacara menujuh hari.

Biasanya kemudian digelar tahlilan, yang berlanjut sampai hari ke seratus. Setiap malam Kamis di adakan tahlilan atau yasinan di rumah yang meninggal. Tahlilan ini tidak diharuskan sesuai kehendak tuan rumah, jika mau melakukan tahlilan sampai hari ke seratus orang itu meninggal.

Berdoa dan melakukan tahlilan, terus bersedekah ke orang siak, yatim piatu sesuai kemampuan orang rumah karena sudah mengundang mereka.

Tradisi ini merupakan suatu kebiasaan yang dilakukan di daerah Nagari Tanjung Barulak. Uniknya kegiatan hanya dilakukan oleh laki-laki saja dan bagi perempuan yang ikut bagi tuan rumah.

Tradisi Manujuah Hari di kenagarian Tanjung Barulak sudah menjadi kebiasaan yang telah mendarah daging bagi kaum pria di sana. Anehnya, tradisi ini cuma adanya di kenagarian Tanjung Barulak saja, sedangkan di kenagarian-kenagarian sebelah atau pun selain kenagarian Tanjung Barulak tidak menganut tradisi tersebut.

Menurut penulis dalam tradisi ini unsur agama ada di dalamnya, seperti upacara kematian yang mewajibkan untuk berziarah kubur dan juga untuk mendoakan mayat (almarhum) yang telah dikubur. Sedangkan unsur adatnya seperti adanya pituah-pituah adat dalam kegiatan itu dan juga hidup bersilahturahmi serta saling mengenal dan menghargai bermasyarakat.

Hubungan adat dan agama dalam tradisi itu yaitu kaitan upacara kematian yang bernuansa islami yang di dalamnya ada nilai-nilai adat yang dikemukakan dan dijadikan suatu tatanan adat dalam prospek adat salingka nagari khususnya di kenagarian Tanjung Barulak.

Sebagai masyarakat Minangkabau yang senantiasa peduli akan kebudayaan, banyak tradisi yang dijalankan mengarah kepada unsur agama Islam yang khas orang Minangkabau dan membudayakan serta melestarikan nya supaya tradisi di Nagari Tanjung Barulak ini tidak hilang atau pudar dan memberi tahu ke pada anak-anak muda bahwa ini salah satu tradisi di nagari tersebut.*)

 

Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Mnangkabau Universitas Andalas (Unand), sekarang berdomisili di Tanah Datar, Sumatra Barat

ShareTweetSendShare
Previous Post

Ashelfine: Reaktivasi KA Sawahlunto-Padang Topang Pariwisata Sumbar Bagian Timur

Next Post

Presiden Jokowi Kunjungi Meurorah Labuan Bajo, Dony Oskaria Laporkan Persiapan Venue KTT ASEAN Summit 2023

BeritaTerkait

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan
Opini

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
64
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing
Opini

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

8 Mei 2026
36
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan
Opini

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

27 April 2026
106
Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman
Opini

Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman

26 April 2026
117
Efisiensi APBN 2026: Pareto, Subsidi Energi dan Politik Pengorbanan
Opini

Efisiensi APBN 2026: Pareto, Subsidi Energi dan Politik Pengorbanan

25 April 2026
54
Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak
Opini

Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak

24 April 2026
49
Next Post
Presiden Jokowi Kunjungi Meurorah Labuan Bajo, Dony Oskaria Laporkan Persiapan Venue KTT ASEAN Summit 2023

Presiden Jokowi Kunjungi Meurorah Labuan Bajo, Dony Oskaria Laporkan Persiapan Venue KTT ASEAN Summit 2023

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (39,375)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,409)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,656)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,792)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (34,280)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (33,197)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,734)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,217)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (29,955)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,144)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
172
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
351
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
497
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
237
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
119
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
152
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
133
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
193
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
128

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In