• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Kamis, Mei 14, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Baruah Gunuang Nagari di Atas Awan

21 Juli 2019
in Opini
Reading Time: 3min read
Views: 12,483

Baruah Gunuang adalah sebuah nagari (daerah) yang terletak di Kecamatan Bukit Barisan Kabupaten Limapuluh Kota dan berbatasan langsung dengan daerah Bonjol Kabupaten Pasaman.

Kalau ke daerah yang sering disebut dengan Bogor-nya Luhak Nan Bungsu ini, dari Payakumbuh mengarah ke mudik, ke Suliki. Kemudian dari simpang tiga Suliki belok kanan. Kalau ke kiri ke Pandam Gadang kampung Tan Malaka dan Koto Tinggi pusat PDRI. Jarak dari Payakumbuh ke Baruah Gunuang kurang lebih 42 kilometer.

Nagari dengan luas 16.788 m2 dengan jumlah penduduk sebanyak 4414 jiwa ini terletak pada 900-1000 meter di atas permukaan laut (mdpl) yang hawanya sejuk dan dingin, berkisar 20-21 derajat Celcius.

Lihat Juga

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
41
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

8 Mei 2026
31
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

27 April 2026
99

Karena suasananya itu dan kadang berkabut, kadang orang menyebutnya dengan “Nagari di Atas Awan”.

Mayoritas penduduknya adalah petani. Dari dulu daerah ini merupakan sentra perkebunan tembakau dan cengkeh. Di masa jayanya di tahun 60-70-an banyak penduduknya yang pergi haji ke Mekah dan menyekolahkan anaknya sekolah tinggi-tinggi berkat komoditi tembakau dan cengkeh itu. Pokoknya masyarakat Baruah Gunuang waktu itu mendapat dan berkecukupanlah.

Jejak masa jaya itu ternyata sekarang masih ada. Walaupun tidak sebanyak dulu lagi, tapi komoditi tembakau dan cengkeh dari Baruah Gunuang masih ada. Bedanya sekarang diiringi dengan komoditi lain seperti kakao (cokelat) dan cabe. Saat ini petani lebih antusias menanam cabe daripada ke sawah karena hasilnya tiga kali lipat dari ke sawah. Cabe tersebut banyak dikirim ke Bangkinang dan Pekanbaru.

Di tahun 80-90-an sewaktu saya masih sekolah SD dan SMP, ketika liburan selalu pulang kampung ke Baruah Gunuang. Saat itu angkutan umum sangat terbatas sekali karena jalannya sangat buruk. Berkubang lumpur. Mobil tangguh yang bisa lewat itu sebangsa Jeep Willis. Kemudian kalau untuk angkut barang pakai kuda beban. Sering kalau ke Baruah Gunuang saat itu dengan jalan kaki dari Suliki sejauh 17 kilometer.

Di Baruah Gunuang pada tahun 90-an ada juga komoditi teh, bahkan sempat diekspor ke luar negeri. Tetapi akibat terjadinya konflik internal di dalam perusahaan teh itu, akhirnya sampai sekarang tutup dan terlantar. Tapi kebun tehnya sampai sekarang masih ada. Harusnya ini menjadi perhatian bagi Pemkab Kabupaten Limapuluh Kota agar perkebunan teh itu bisa kembali menggeliat.

Bisa saja melalui BUMNag (Badan Usaha Milik Nagari) yang mengelolanya, karena BUMNag menjadi empat prioritas Dana Nagari atau Desa dari Pak Jokowi lewat Kemendes PTT.

Walaupun Nagari Baruah Gunuang terselip di antara bukit-bukit di Bukit Barisan, tetapi sekarang sudah agak maju. Listrik dan air PDAM sudah menjangkau sampai ke pelosok bukit-bukit di 10 jorong yang ada. Malahan kondisinya, “nagari rasa kota.

Kalau dulu ibu-ibu di sini membordir pakai mesin jahit manual, sekarang sudah pakai mesin jahit listrik. Jalan malam pun tidak perlu lagi pakai pusung. Suasana di Baruah Gunuang sekarang sudah seperti di kota saja layaknya.

Dalam masa-masa perjuangan pun Baruah Gunuang memiliki sejarah yang panjang. Presiden Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) Sjafruddin Prawiranegara dan Gubernur Militer Mr. Mohammad Rasjid di tahun 1949 itu pernah tinggal berhitung bulan di Baruah Gunuang. Begitu juga semasa Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di tahun 1958. Baruah Gunuang dengan Koto Tinggi itu tetanggaan, jadi daerah sekitar itu waktu PDRI dan PRRI dipenuhi oleh para pejuang.

Ke depan, pengembangan kawasan Bukit Barisan itu perlu mendapat perhatian serius dari Pemprov Sumbar. Jalan penghubung antar kabupaten antara Bonjol di Kabupaten Pasaman dan Koto Tinggi di Kabupaten Limapuluh Kota harus segera direalisasikan.

Disegerakan. Sebab dengan terbukanya akses jalan tersebut akan menjadi jalur baru orang melintas dari Sumut dan Aceh ke jalan Lintas Sumatera, melalui Payakumbuh, dan terus ke Lintau. Tidak lagi melewati Palupuah Kabupaten Agam dan Danau Singkarak. Implikasinya terhadap kawasan itu akan semakin mempercepat peningkatan perekonomian masyarakat.

Penulis : Isa Kurniawan (Koordinator Komunitas Pemerhati Sumbar / Kapas)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Generasi Layar Sentuh

Next Post

Pilkada Sumbar 2020, Partai Politik dan Calon

BeritaTerkait

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan
Opini

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
41
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing
Opini

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

8 Mei 2026
31
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan
Opini

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

27 April 2026
99
Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman
Opini

Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman

26 April 2026
112
Efisiensi APBN 2026: Pareto, Subsidi Energi dan Politik Pengorbanan
Opini

Efisiensi APBN 2026: Pareto, Subsidi Energi dan Politik Pengorbanan

25 April 2026
52
Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak
Opini

Harum Penulis Naskah pada Komunitas Teater di Sumatera Barat Kurang Semerbak

24 April 2026
47
Next Post
Pilkada Sumbar 2020, Partai Politik dan Calon

Pilkada Sumbar 2020, Partai Politik dan Calon

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (37,136)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,346)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,584)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,723)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,669)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (32,038)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (31,748)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (30,969)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,080)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (27,724)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
170
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
345
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
495
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
235
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
115
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
150
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
131
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
191
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
128

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In