• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Rabu, Juni 24, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Mahyeldi Antara Ekor Gajah atau Kepala Semut

21 Juli 2019
in Opini
Reading Time: 5min read
Views: 14,415

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah merupakan satu dari sekian calon gubernur atau wakil gubernur yang sering disebut-sebut menjelang Pilkada Sumbar 2020 mendatang. Kepemimpinannya telah dimulai dari Wakil Ketua DPRD Sumbar, Wakil Walikota Padang dan sekarang untuk periode keduanya sebagai Walikota Padang.

Dengan pengalaman itu, peluang Mahyeldi sebenarnya terbuka lebar. Tapi yang namanya politik tentunya punya banyak kemungkinan. Di dalam internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), partainya Mahyeldi, terdapat beberapa kader lain yang layak juga untuk maju, seperti Anggota DPR RI Refrizal dan Walikota Payakumbuh Riza Pahlevi.

Bagi Refrizal –yang gagal duduk kembali menjadi Anggota DPR RI– ada 2 pilihan posisi politik baginya ke depan, pertama maju di Pilkada Padang Pariaman 2020 sebagai calon bupati, dan di Pilkada Sumbar 2020 sebagai calon wakil gubernur, bisa berpasangan dengan Nasrul Abit (Gerindra) atau dengan Epyardi Asda (PAN).

Lihat Juga

Hoyak Tabuik dalam Jejak Budaya Lintas Peradaban

Hoyak Tabuik dalam Jejak Budaya Lintas Peradaban

21 Juni 2026
57
DPRD Jangan Lagi Jadi Pelengkap Penderita

DPRD Jangan Lagi Jadi Pelengkap Penderita

19 Juni 2026
30
Deepfake AI (Artificial Intelligence) dan Masa Depan Demokrasi Indonesia

Deepfake AI (Artificial Intelligence) dan Masa Depan Demokrasi Indonesia

16 Juni 2026
26

Kalau Refrizal maju di Pilkada Padang Pariaman 2020 berarti tekanan bagi Mahyeldi di internal PKS menjadi berkurang, tinggal Riza Pahlevi. Tetapi Riza Pahlevi pun tidak bisa dianggap enteng walau hanya memimpin kota yang berpenduduk di bawah 100 ribu orang. Isme Gonjong Limo (Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh), atau Luhak Nan Bungsu, akan terbawa emosinya oleh Riza.

Kekuatan lainnya, Riza telah memiliki pengalaman elektoral untuk daerah pemilihan yang mencakup Sumbar secara keseluruhan. Dimana ia pernah sukses menjadi salah satu dari 4 orang Anggota DPD RI utusan Sumbar –sebelum terpilih menjadi Walikota Payakumbuh. Jadi maju di Pilkada Sumbar 2020 bagi Riza tinggal menikam jejak.

Kembali ke Mahyeldi, pengalaman 3 kali ikut Pilkada Padang, dengan meraih kemenangan ketiga-tiganya, merupakan modal besar bagi Mahyeldi karena menang di ibukota provinsi dengan penduduk yang hampir 1 juta orang. Kemudian menjadi Ketua Umum DPP IKA Fakultas Pertanian Unand, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumbar, dan lainnya, merupakan bukti eksistensi Mahyeldi di Sumbar.

Di posisi calon wakil gubernur, Mahyeldi berpeluang berpasangan dengan Nasrul Abit (Gerindra) atau Epyardi Asda (PAN), karena “chemistry” koalisinya ada. Maju sebagai calon gubernur, pilihan Mahyeldi tidak banyak, berpeluang berpasangan dengan Ali Mukhni atau Shadiq Pasadique, dari PAN. Tapi koalisi antara PKS dengan PAN, faktor Epyardi Asda untuk menjadi calon gubernur yang diusung PAN tentunya tidak bisa dinafikan.

Itulah yang menjadi persoalannya, menjadi calon wakil gubernur rasanya tidak banyak halangan bagi Mahyeldi, tinggal fatsun politik di pusat dijalankan, dimana koalisi Gerindra dan PKS, atau PAN dan PKS. Walaupun masih berhadapan dengan Refrizal dan Riza Pahlevi, tapi peluang Mahyeldi cukup besar. Di posisi calon gubernur, untuk mendudukkannya diyakini akan membutuhkan energi politik yang cukup besar.

Mencermati dinamika politik tadi, tentunya terpulang ke Mahyeldi. Apakah ingin menjadi “ekor gajah” dengan maju sebagai calon wakil gubernur, atau menjadi “kepala semut” dimana tetap menjadi Walikota Padang? Yang namanya wakil, seperti cerita yang sudah-sudah tentunya kewenangan terbatas. Tetapi dengan tetap menjadi Walikota Padang yang memiliki kewenangan penuh memimpin ibukota provinsi, tentunya tidak mengurangi marwah kepemimpinan Mahyeldi di mata masyarakat Sumbar.

Politik itu tidak terlepas dari momentum, dan momentum Mahyeldi maju ke tingkat Sumbar itu, dalam pandangan subjektif saya bukan sekarang, tapi di Pilkada Sumbar 2024. Baru kemaren rasanya Mahyeldi berkampanye, beberapa bulan ke depan berkampanye lagi. Belum cukup setahun dilantik, sudah harus mundur pula. Memang tidak ada aturan yang dilanggar. Dan harus menjadi catatan pula, masa jabatan kepala daerah hasil pilkada serentak 2020 itu hanya sampai 2024.

Dalam artian, biarkan Mahyeldi menyelesaikan tugasnya membangun Kota Padang sampai periode keduanya habis di 2024. Setelah itu barulah Mahyeldi memantapkan langkah menjadi calon gubernur di Pilkada Sumbar 2024 –berpasangan dengan Genius Umar (Walikota Pariaman). Rasanya kalau keduanya berpasangan nanti, peluangnya amat sangat besar. Di-ibaratkan buah, saat itu mereka berdua merupakan buah yang masak di batang, bukan dikarbit.

Walikota Padang Mahyeldi Ansharullah merupakan satu dari sekian calon gubernur atau wakil gubernur yang sering disebut-sebut menjelang Pilkada Sumbar 2020 mendatang. Kepemimpinannya telah dimulai dari Wakil Ketua DPRD Sumbar, Wakil Walikota Padang dan sekarang untuk periode keduanya sebagai Walikota Padang.

Dengan pengalaman itu, peluang Mahyeldi sebenarnya terbuka lebar. Tapi yang namanya politik tentunya punya banyak kemungkinan. Di dalam internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), partainya Mahyeldi, terdapat beberapa kader lain yang layak juga untuk maju, seperti Anggota DPR RI Refrizal dan Walikota Payakumbuh Riza Pahlevi.

Bagi Refrizal –yang gagal duduk kembali menjadi Anggota DPR RI– ada 2 pilihan posisi politik baginya ke depan, pertama maju di Pilkada Padang Pariaman 2020 sebagai calon bupati, dan di Pilkada Sumbar 2020 sebagai calon wakil gubernur, bisa berpasangan dengan Nasrul Abit (Gerindra) atau dengan Epyardi Asda (PAN).

Kalau Refrizal maju di Pilkada Padang Pariaman 2020 berarti tekanan bagi Mahyeldi di internal PKS menjadi berkurang, tinggal Riza Pahlevi. Tetapi Riza Pahlevi pun tidak bisa dianggap enteng walau hanya memimpin kota yang berpenduduk di bawah 100 ribu orang. Isme Gonjong Limo (Kabupaten Limapuluh Kota dan Kota Payakumbuh), atau Luhak Nan Bungsu, akan terbawa emosinya oleh Riza.

Kekuatan lainnya, Riza telah memiliki pengalaman elektoral untuk daerah pemilihan yang mencakup Sumbar secara keseluruhan. Dimana ia pernah sukses menjadi salah satu dari 4 orang Anggota DPD RI utusan Sumbar –sebelum terpilih menjadi Walikota Payakumbuh. Jadi maju di Pilkada Sumbar 2020 bagi Riza tinggal menikam jejak.

Kembali ke Mahyeldi, pengalaman 3 kali ikut Pilkada Padang, dengan meraih kemenangan ketiga-tiganya, merupakan modal besar bagi Mahyeldi karena menang di ibukota provinsi dengan penduduk yang hampir 1 juta orang. Kemudian menjadi Ketua Umum DPP IKA Fakultas Pertanian Unand, Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Sumbar, dan lainnya, merupakan bukti eksistensi Mahyeldi di Sumbar.

Di posisi calon wakil gubernur, Mahyeldi berpeluang berpasangan dengan Nasrul Abit (Gerindra) atau Epyardi Asda (PAN), karena “chemistry” koalisinya ada. Maju sebagai calon gubernur, pilihan Mahyeldi tidak banyak, berpeluang berpasangan dengan Ali Mukhni atau Shadiq Pasadique, dari PAN. Tapi koalisi antara PKS dengan PAN, faktor Epyardi Asda untuk menjadi calon gubernur yang diusung PAN tentunya tidak bisa dinafikan.

Itulah yang menjadi persoalannya, menjadi calon wakil gubernur rasanya tidak banyak halangan bagi Mahyeldi, tinggal fatsun politik di pusat dijalankan, dimana koalisi Gerindra dan PKS, atau PAN dan PKS. Walaupun masih berhadapan dengan Refrizal dan Riza Pahlevi, tapi peluang Mahyeldi cukup besar. Di posisi calon gubernur, untuk mendudukkannya diyakini akan membutuhkan energi politik yang cukup besar.

Mencermati dinamika politik tadi, tentunya terpulang ke Mahyeldi. Apakah ingin menjadi “ekor gajah” dengan maju sebagai calon wakil gubernur, atau menjadi “kepala semut” dimana tetap menjadi Walikota Padang? Yang namanya wakil, seperti cerita yang sudah-sudah tentunya kewenangan terbatas. Tetapi dengan tetap menjadi Walikota Padang yang memiliki kewenangan penuh memimpin ibukota provinsi, tentunya tidak mengurangi marwah kepemimpinan Mahyeldi di mata masyarakat Sumbar.

Politik itu tidak terlepas dari momentum, dan momentum Mahyeldi maju ke tingkat Sumbar itu, dalam pandangan subjektif saya bukan sekarang, tapi di Pilkada Sumbar 2024. Baru kemaren rasanya Mahyeldi berkampanye, beberapa bulan ke depan berkampanye lagi. Belum cukup setahun dilantik, sudah harus mundur pula. Memang tidak ada aturan yang dilanggar. Dan harus menjadi catatan pula, masa jabatan kepala daerah hasil pilkada serentak 2020 itu hanya sampai 2024.

Dalam artian, biarkan Mahyeldi menyelesaikan tugasnya membangun Kota Padang sampai periode keduanya habis di 2024. Setelah itu barulah Mahyeldi memantapkan langkah menjadi calon gubernur di Pilkada Sumbar 2024 –berpasangan dengan Genius Umar (Walikota Pariaman). Rasanya kalau keduanya berpasangan nanti, peluangnya amat sangat besar. Di-ibaratkan buah, saat itu mereka berdua merupakan buah yang masak di batang, bukan dikarbit.

ISA KURNIAWAN
Koordinator Komunitas Pemerhati Sumbar (Kapas)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Akhir Buruk Bagi Laku Nepotisme

Next Post

Gonjong Limo Perjuangkan Berdirinya Universitas Tan Malaka di Limapuluh Kota

BeritaTerkait

Hoyak Tabuik dalam Jejak Budaya Lintas Peradaban
Opini

Hoyak Tabuik dalam Jejak Budaya Lintas Peradaban

21 Juni 2026
57
DPRD Jangan Lagi Jadi Pelengkap Penderita
Opini

DPRD Jangan Lagi Jadi Pelengkap Penderita

19 Juni 2026
30
Deepfake AI (Artificial Intelligence) dan Masa Depan Demokrasi Indonesia
Opini

Deepfake AI (Artificial Intelligence) dan Masa Depan Demokrasi Indonesia

16 Juni 2026
26
Bonus Kepala Daerah
Opini

Bonus Kepala Daerah

13 Juni 2026
30
Ujian Nyata Desentralisasi Fiskal di 39 Daerah
Opini

Ujian Nyata Desentralisasi Fiskal di 39 Daerah

11 Juni 2026
13
Nagari Ketapiang Menuju Sebuah Kecamatan Otonom
Opini

Nagari Ketapiang Menuju Sebuah Kecamatan Otonom

8 Juni 2026
37
Next Post
Gonjong Limo Perjuangkan Berdirinya Universitas Tan Malaka di Limapuluh Kota

Gonjong Limo Perjuangkan Berdirinya Universitas Tan Malaka di Limapuluh Kota

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,617)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,536)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,823)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,513)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,951)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,426)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,923)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,888)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,195)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,293)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
177
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
363
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
504
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
242
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
121
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
159
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
137
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
199
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
133

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In