• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Jumat, Maret 6, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Akhir Buruk Bagi Laku Nepotisme

16 Agustus 2019
in Artikel
Reading Time: 3min read
Views: 18,254

Meski hanya tiga tahun berkuasa (dari 717 hingga 720 M) namun Khalifah Umar bin Abdul Aziz hingga kini masih dikenang dengan kemuliaan akhlak serta tauhidnya. Semua rakyatnya yang berada dalam lindungan Dinasti Umayyah hidup sejahtera. Bagi Umar, jabatan adalah ujian. Ia sempat minta dibatalkan amanah khalifah yang diberikan kepadanya. Namun umat serentak mendukungnya: uruslah kami dengan kebaikan dan keberkatan!

Begitulah pemimpin sejati. Ia tak haus kekuasaan, apalagi mengejar jabatan dan kedudukan dengan menghalalkan segala cara. Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah salah seorang teladan kepemimpinan yang ideal bagi umat Islam setelah junjungan ummat, Muhammad Saw.

Menurut Dr Syauqi, Khalifah Umar adalah seorang tokoh yang peduli lingkungan dengan menghijaukan kawasan-kawasan gersang. Maka lengkaplah pada diri Khalifah Umar, akhlak terhadap Allah Swt, akhlak terhadap sesama manusia dan akhlak terhadap alam.

Lihat Juga

Mahasiswa KKN Unand Dorong Perkembangan Emosional Anak PAUD Melalui Program Stimulasi Psikososial

Mahasiswa KKN Unand Dorong Perkembangan Emosional Anak PAUD Melalui Program Stimulasi Psikososial

4 Februari 2026
50
Kewajiban Suami sebagai Pemimpin Keluarga Terhadap Istri Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist

Kewajiban Suami sebagai Pemimpin Keluarga Terhadap Istri Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist

1 Februari 2026
37
Dukung Kesehatan Anak Usia Sekolah, Mahasiswa KKN Unand Gelar Program SIGAP di Padang Ganting

Dukung Kesehatan Anak Usia Sekolah, Mahasiswa KKN Unand Gelar Program SIGAP di Padang Ganting

31 Januari 2026
37

Jejak rekam kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz di Dinasti Umayyah yang juga sering dikenang dan ditulis para ahli Sejarah Peradaban Islam (SPI) adalah soal pemberantasan nepotisme: sebuah paham yang menurunkan kekuasaan kepada sanak saudara meskipun tidak cakap dalam memimpin. Khalifah Umar tidak memberikan kekuasaan kepada sanak saudara. Ia melandasi pemberian kekuasaan kepada yang mampu dan loyal terhadap ummat, yang memahami kekuasaan adalah amanah untuk dijalankan bukan untuk menumpuk harta.

Di awal kepemimpinannya, dengan berani mengeluarkan surat pemberhentian terhadap saudara-saudaranya yang menjadi pejabat penting kekhalifahan diberbagai level. Ia juga mengeluarkan larangan berbisnis bagi keluarga khalifah. Menyaksikan hal itu, penasehat Khalifah bertanya:”Apakah Anda tidak takut dimusuhi mereka, wahai Amirul Mu’ minin? Mereka telah terbiasa mendapat fasilitas sejak zaman awal Dinasti Umayyah. Kini mereka kehilangan segala sumber kekayaan duniawi akibat tindakan Anda. Mereka pasti menantang Anda.”

“Saya lebih takut dimurkai Allah Swt. dan melanggar Sunnah Rasulullah Saw. Azab Allah terhadap hamba yang membangkang kepadaNya dan menentang Sunnah Rasulullah Saw lebih berat dari pada ancaman manusia yang kehilangan fasilitas tidak sah.”

Tidak, wahai penasehatku, tegas Umar lagi, “Aku tidak takut oleh kebencian manusia-manusia yang zalim terhadap rakyat. Justru aku lebih takut oleh doa rakyat yang dizhalimi dan merasa diabaikan haknya olehku sebagai pemimpin mereka,” tegas Khalifah Umar bin Abdul Aziz.

Bercermin kepada Sejarah
Sosiolog Islam, Ibnu Khaldun dalam magnum opus-nya, Muqaddimah memaparkan secara panjang lebar kehancuran seseorang, kelompok (al-‘Ashabiya), bangsa-negara karena kekuasaan yang zhalim. Zhalim (sangat jahat) terhadap ummat yang dipimpin, terhadap diri dan keluarga, juga terhadap lingkungan.

Perlakuan zhalim tersebut baik sengaja maupun tidak disengaja oleh seseorang maupun sekelompok orang yang sedang berkuasa demi mengumpulkan harta, melanggengkan tahta bahkan untuk mendapatkan wanita.
Hidup memang penuh godaan, apalagi bagi seorang pemimpin yang mudah dipengaruhi oleh sanak saudara untuk
mendapatkan sesuatu yang menguntungkan.

Hal inilah yang sering membuat seseorang tergelincir dari kursi kekuasaannya. Lupa diri dan nafsu kuasa berlebihan akan membuatnya lepas dari tampuk kekuasaan.
Pelajaran penting dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah kemampuan untuk zuhud (tidak terlalu mementingkan harta kekayaan untuk diri), tawadu’ (rendah hati, tidak pongah dan sombong), istiqomah (berpendirian kuat, teguh pendirian, wara’ (meninggalkan setiap perkara syubhat dan masih samar) dalam memimpin. Ia punya kuasa menjauhi segala godaan sehingga ia dicintai ummatnya sepanjang waktu serta dikenang belasan abad sesudahnya.

Pelajaran tentang kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz ini, sudah sering kita dengar, sudah tak asing bagi pemimpin-pemimpin kita. Namun menjalani kepemimpinan seperti Umar sudah kian sulit ditemukan.
Sikap korup, kolusi dan nepotisme (KKN) tetap berlangsung di sebagian kalangan para pemimpin di negeri ini. Mulai dari level paling tinggi hingga paling rendah. Mulai dari pusat hingga daerah. Kenapa? jawaban paling mungkin adalah, godaan berkuasa ternyata bisa sangat besar dari iman yang ada di dada.

Jika saja iman di dada lebih besar dan kuat dari godaan maka seorang pemimpin yang mau dikenang sepanjang kehidupan akan menolak seluruh bentuk godaan yang akan menjerumus nama baik kepemimpinannya. Nepotisme adalah laku buruk yang akan memuluskan tindakan korup dan kolusi. Ketiganya, setali tiga uang. Jika didekati, dilakukan, maka akibatnya akan buruk bagi yang diberi maupun yang memberi. Juga buruk pada ummat yang dipimpinnya. Kehancuran biasa berangkat dari sini.

Semoga kita bukan bagian dari orang-orang diberi godaan oleh nafsu kuasa yang berlebihan membawa kehancuran, namun kita juga tak ingin hancur karena ulah mereka untuk itulah kita mesti memperingatkan. Sadarlah wahai pemimpin, jangan dekati nepotisme!

Penulis : Wiztian Yoetri / Wartawan Utama

ShareTweetSendShare
Previous Post

UMSB Latih Masyarakat Pasie Nan Tigo Menjernihkan Air

Next Post

Mahyeldi Antara Ekor Gajah atau Kepala Semut

BeritaTerkait

Mahasiswa KKN Unand Dorong Perkembangan Emosional Anak PAUD Melalui Program Stimulasi Psikososial
Artikel

Mahasiswa KKN Unand Dorong Perkembangan Emosional Anak PAUD Melalui Program Stimulasi Psikososial

4 Februari 2026
50
Kewajiban Suami sebagai Pemimpin Keluarga Terhadap Istri Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist
Artikel

Kewajiban Suami sebagai Pemimpin Keluarga Terhadap Istri Berdasarkan Al-Qur’an dan Hadist

1 Februari 2026
37
Dukung Kesehatan Anak Usia Sekolah, Mahasiswa KKN Unand Gelar Program SIGAP di Padang Ganting
Artikel

Dukung Kesehatan Anak Usia Sekolah, Mahasiswa KKN Unand Gelar Program SIGAP di Padang Ganting

31 Januari 2026
37
Mahardika Mengajar Batch VI Sukses Hadirkan Dampak Nyata di Solok Selatan
Artikel

Mahardika Mengajar Batch VI Sukses Hadirkan Dampak Nyata di Solok Selatan

20 Januari 2026
73
Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand Jadi Bagian Tim Verifikasi Rumah Pascabencana Hidrometeorologis di Kota Padang
Artikel

Mahasiswa KKN Kebencanaan Unand Jadi Bagian Tim Verifikasi Rumah Pascabencana Hidrometeorologis di Kota Padang

20 Januari 2026
45
Wujud Kepedulian Sosial: Mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 Unand Bantu Warga Pulihkan Lingkungan Pascabencana Banjir Bandang di Kecamatan Pauh Padang
Artikel

Wujud Kepedulian Sosial: Mahasiswa KKN Kebencanaan Kapalo Koto 7 Unand Bantu Warga Pulihkan Lingkungan Pascabencana Banjir Bandang di Kecamatan Pauh Padang

20 Januari 2026
26
Next Post
Mahyeldi Antara Ekor Gajah atau Kepala Semut

Mahyeldi Antara Ekor Gajah atau Kepala Semut

Most Viewed Posts

  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,102)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,216)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,383)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,351)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (29,940)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (28,777)
  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (25,710)
  • Tabuik, ‘Perang Karbala’ di Jantung Kota Pariaman (23,768)
  • Blaster, Klub Motor Legendaris Kota Padang (22,527)
  • Sijunjung Jebol, Seluruh Sumbar Zona Merah Covid-19 (22,524)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
141
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
324
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
478
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
222
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
110
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
141
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
124
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
185
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
121

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In