• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Minggu, Juli 26, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Akhir Buruk Bagi Laku Nepotisme

16 Agustus 2019
in Artikel
Reading Time: 3min read
Views: 18,351

Meski hanya tiga tahun berkuasa (dari 717 hingga 720 M) namun Khalifah Umar bin Abdul Aziz hingga kini masih dikenang dengan kemuliaan akhlak serta tauhidnya. Semua rakyatnya yang berada dalam lindungan Dinasti Umayyah hidup sejahtera. Bagi Umar, jabatan adalah ujian. Ia sempat minta dibatalkan amanah khalifah yang diberikan kepadanya. Namun umat serentak mendukungnya: uruslah kami dengan kebaikan dan keberkatan!

Begitulah pemimpin sejati. Ia tak haus kekuasaan, apalagi mengejar jabatan dan kedudukan dengan menghalalkan segala cara. Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah salah seorang teladan kepemimpinan yang ideal bagi umat Islam setelah junjungan ummat, Muhammad Saw.

Menurut Dr Syauqi, Khalifah Umar adalah seorang tokoh yang peduli lingkungan dengan menghijaukan kawasan-kawasan gersang. Maka lengkaplah pada diri Khalifah Umar, akhlak terhadap Allah Swt, akhlak terhadap sesama manusia dan akhlak terhadap alam.

Lihat Juga

Manjujai Digital: Menghidupkan Kearifan Lokal Minangkabau untuk Cegah Stunting Sejak Dini

Manjujai Digital: Menghidupkan Kearifan Lokal Minangkabau untuk Cegah Stunting Sejak Dini

22 Juni 2026
55
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Desa Binaan HIMA IKM KM FKM Unand dalam Pencegahan DBD di Kelurahan Alai Parak Kopi Padang.

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Desa Binaan HIMA IKM KM FKM Unand dalam Pencegahan DBD di Kelurahan Alai Parak Kopi Padang.

13 Juni 2026
42
Di Balik Latihan Randai Mahasiswa Sastra Minangkabau Unand

Di Balik Latihan Randai Mahasiswa Sastra Minangkabau Unand

8 Juni 2026
65

Jejak rekam kepemimpinan Khalifah Umar bin Abdul Aziz di Dinasti Umayyah yang juga sering dikenang dan ditulis para ahli Sejarah Peradaban Islam (SPI) adalah soal pemberantasan nepotisme: sebuah paham yang menurunkan kekuasaan kepada sanak saudara meskipun tidak cakap dalam memimpin. Khalifah Umar tidak memberikan kekuasaan kepada sanak saudara. Ia melandasi pemberian kekuasaan kepada yang mampu dan loyal terhadap ummat, yang memahami kekuasaan adalah amanah untuk dijalankan bukan untuk menumpuk harta.

Di awal kepemimpinannya, dengan berani mengeluarkan surat pemberhentian terhadap saudara-saudaranya yang menjadi pejabat penting kekhalifahan diberbagai level. Ia juga mengeluarkan larangan berbisnis bagi keluarga khalifah. Menyaksikan hal itu, penasehat Khalifah bertanya:”Apakah Anda tidak takut dimusuhi mereka, wahai Amirul Mu’ minin? Mereka telah terbiasa mendapat fasilitas sejak zaman awal Dinasti Umayyah. Kini mereka kehilangan segala sumber kekayaan duniawi akibat tindakan Anda. Mereka pasti menantang Anda.”

“Saya lebih takut dimurkai Allah Swt. dan melanggar Sunnah Rasulullah Saw. Azab Allah terhadap hamba yang membangkang kepadaNya dan menentang Sunnah Rasulullah Saw lebih berat dari pada ancaman manusia yang kehilangan fasilitas tidak sah.”

Tidak, wahai penasehatku, tegas Umar lagi, “Aku tidak takut oleh kebencian manusia-manusia yang zalim terhadap rakyat. Justru aku lebih takut oleh doa rakyat yang dizhalimi dan merasa diabaikan haknya olehku sebagai pemimpin mereka,” tegas Khalifah Umar bin Abdul Aziz.

Bercermin kepada Sejarah
Sosiolog Islam, Ibnu Khaldun dalam magnum opus-nya, Muqaddimah memaparkan secara panjang lebar kehancuran seseorang, kelompok (al-‘Ashabiya), bangsa-negara karena kekuasaan yang zhalim. Zhalim (sangat jahat) terhadap ummat yang dipimpin, terhadap diri dan keluarga, juga terhadap lingkungan.

Perlakuan zhalim tersebut baik sengaja maupun tidak disengaja oleh seseorang maupun sekelompok orang yang sedang berkuasa demi mengumpulkan harta, melanggengkan tahta bahkan untuk mendapatkan wanita.
Hidup memang penuh godaan, apalagi bagi seorang pemimpin yang mudah dipengaruhi oleh sanak saudara untuk
mendapatkan sesuatu yang menguntungkan.

Hal inilah yang sering membuat seseorang tergelincir dari kursi kekuasaannya. Lupa diri dan nafsu kuasa berlebihan akan membuatnya lepas dari tampuk kekuasaan.
Pelajaran penting dari Khalifah Umar bin Abdul Aziz adalah kemampuan untuk zuhud (tidak terlalu mementingkan harta kekayaan untuk diri), tawadu’ (rendah hati, tidak pongah dan sombong), istiqomah (berpendirian kuat, teguh pendirian, wara’ (meninggalkan setiap perkara syubhat dan masih samar) dalam memimpin. Ia punya kuasa menjauhi segala godaan sehingga ia dicintai ummatnya sepanjang waktu serta dikenang belasan abad sesudahnya.

Pelajaran tentang kepemimpinan Umar bin Abdul Aziz ini, sudah sering kita dengar, sudah tak asing bagi pemimpin-pemimpin kita. Namun menjalani kepemimpinan seperti Umar sudah kian sulit ditemukan.
Sikap korup, kolusi dan nepotisme (KKN) tetap berlangsung di sebagian kalangan para pemimpin di negeri ini. Mulai dari level paling tinggi hingga paling rendah. Mulai dari pusat hingga daerah. Kenapa? jawaban paling mungkin adalah, godaan berkuasa ternyata bisa sangat besar dari iman yang ada di dada.

Jika saja iman di dada lebih besar dan kuat dari godaan maka seorang pemimpin yang mau dikenang sepanjang kehidupan akan menolak seluruh bentuk godaan yang akan menjerumus nama baik kepemimpinannya. Nepotisme adalah laku buruk yang akan memuluskan tindakan korup dan kolusi. Ketiganya, setali tiga uang. Jika didekati, dilakukan, maka akibatnya akan buruk bagi yang diberi maupun yang memberi. Juga buruk pada ummat yang dipimpinnya. Kehancuran biasa berangkat dari sini.

Semoga kita bukan bagian dari orang-orang diberi godaan oleh nafsu kuasa yang berlebihan membawa kehancuran, namun kita juga tak ingin hancur karena ulah mereka untuk itulah kita mesti memperingatkan. Sadarlah wahai pemimpin, jangan dekati nepotisme!

Penulis : Wiztian Yoetri / Wartawan Utama

ShareTweetSendShare
Previous Post

UMSB Latih Masyarakat Pasie Nan Tigo Menjernihkan Air

Next Post

Mahyeldi Antara Ekor Gajah atau Kepala Semut

BeritaTerkait

Manjujai Digital: Menghidupkan Kearifan Lokal Minangkabau untuk Cegah Stunting Sejak Dini
Artikel

Manjujai Digital: Menghidupkan Kearifan Lokal Minangkabau untuk Cegah Stunting Sejak Dini

22 Juni 2026
55
Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Desa Binaan HIMA IKM KM FKM Unand dalam Pencegahan DBD di Kelurahan Alai Parak Kopi Padang.
Artikel

Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Desa Binaan HIMA IKM KM FKM Unand dalam Pencegahan DBD di Kelurahan Alai Parak Kopi Padang.

13 Juni 2026
42
Di Balik Latihan Randai Mahasiswa Sastra Minangkabau Unand
Artikel

Di Balik Latihan Randai Mahasiswa Sastra Minangkabau Unand

8 Juni 2026
65
Inovasi Pengelolaan Sampah Organik di Laboratorium Unand, dari Limbah Pratikum Bisa Menjadi Pupuk
Artikel

Inovasi Pengelolaan Sampah Organik di Laboratorium Unand, dari Limbah Pratikum Bisa Menjadi Pupuk

23 Mei 2026
25
Membangun Kepercayaan Diri Melalui Public Speaking
Artikel

Membangun Kepercayaan Diri Melalui Public Speaking

18 Mei 2026
39
Wisata Kuliner vs Wisata Budaya: Mengapa Rendang Lebih Dikenal daripada Sejarahnya Sendiri?
Artikel

Wisata Kuliner vs Wisata Budaya: Mengapa Rendang Lebih Dikenal daripada Sejarahnya Sendiri?

14 Mei 2026
31
Next Post
Mahyeldi Antara Ekor Gajah atau Kepala Semut

Mahyeldi Antara Ekor Gajah atau Kepala Semut

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,748)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,663)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,952)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,633)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,091)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,553)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (33,930)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,024)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,325)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,418)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
181
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
377
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
506
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
249
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
125
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
168
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
139
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
207
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
137

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In