
Oleh: Nada Aprila Kurnia
MAHASISWA KKN Reguler I Universitas Andalas (Unand) Tahun 2026 yang bertugas di Nagari Minangkabau, Kecamatan Sungayang, Kabupaten Tanah Datar, melaksanakan salah satu program kerja di bidang pendidikan dan kesehatan anak, yaitu Stimulasi Psikososial Anak Usia Dini.
Program ini dirancang sebagai bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung tumbuh kembang anak usia dini sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting melalui pendekatan non-gizi, khususnya pada aspek emosional dan sosial anak.
Kegiatan Stimulasi Psikososial Anak Usia Dini dilaksanakan di tiga PAUD yang berada di Jorong Minang Jaya, Badina Murni, dan Kelarasan Tanjung.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung selama lima hari, yaitu pada tanggal 12, 21, 26, 29, dan 30 Januari 2026, yang terdiri atas tiga hari kegiatan inti dan dua hari pengumpulan lembar evaluasi.
Sasaran utama kegiatan ini adalah anak-anak usia dini yang terdaftar sebagai peserta PAUD, dengan melibatkan guru serta wali murid sebagai pendamping selama proses kegiatan.
Program ini berada di bawah penanggung jawab Ifah Az Zahra dan dilaksanakan oleh seluruh anggota KKN Reguler I Nagari Minangkabau 2026.
“Semoga bisa mendukung upaya pencegahan stunting melalui pemberian stimulasi psikososial yang sesuai dengan tahap perkembangan anak usia dini. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran guru dan orang tua akan pentingnya stimulasi emosional dan sosial sebagai bagian dari tumbuh kembang anak secara optimal,” harap Ifah Az Zahra.
Adapun kegiatan ini dirancang dalam bentuk permainan edukatif yang menyenangkan dan sesuai dengan tahapan perkembangan anak. Melalui metode bermain sambil belajar, anak-anak diajak untuk mengenali emosi dasar, mengekspresikan perasaan dengan cara yang tepat, serta belajar berinteraksi dan bekerja sama dengan teman sebaya.
Selama pelaksanaan kegiatan inti, anak-anak menunjukkan antusiasme yang tinggi dan mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir. Peserta terlihat aktif berpartisipasi dalam setiap permainan edukatif yang diberikan serta mampu merespons arahan dari fasilitator dengan baik. Guru yang mendampingi juga terlibat langsung dalam mengamati perilaku anak selama kegiatan berlangsung.

Berdasarkan hasil observasi menggunakan lembar checklist perilaku yang diisi oleh guru dan orang tua terhadap 7 orang anak selama 7 hari, diperoleh gambaran bahwa kemampuan anak dalam mengenali dan mengekspresikan emosi berada pada kategori baik.
Dengan menggunakan skala penilaian 1–4, anak menunjukkan ekspresi wajah yang sesuai dengan situasi emosional dengan nilai rata-rata 3,14. Kemampuan menyampaikan ketidaknyamanan melalui kata atau isyarat tanpa perilaku agresif memperoleh nilai rata-rata 3,00, sementara kemampuan menenangkan diri setelah diarahkan oleh orang dewasa berada pada nilai rata-rata 3,14. Durasi ledakan emosi seperti menangis atau marah juga cenderung lebih singkat, dengan nilai rata-rata 3,43.
Pada aspek perilaku sosial, peningkatannya juga sangat terlihat. Anak mampu menunggu giliran saat bermain dengan nilai rata-rata 3,57, berbagi mainan atau makanan dengan nilai rata-rata 3,86, serta meminta bantuan orang dewasa ketika mengalami kesulitan dengan nilai rata-rata 3,71.
Selain itu, kemampuan anak untuk berdamai dan kembali bermain setelah konflik kecil memperoleh nilai rata-rata 3,86, serta mampu berpindah dari satu kegiatan ke kegiatan lain tanpa tantrum berlebihan dengan nilai rata-rata 3,71.
Secara keseluruhan, Program Stimulasi Psikososial Anak Usia Dini ini memberikan dampak positif terhadap perkembangan emosional dan sosial anak PAUD di Nagari Minangkabau.
Mahasiswa KKN Reguler I Unand berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi pihak PAUD dan masyarakat untuk terus memberikan perhatian terhadap stimulasi psikososial anak usia dini secara berkelanjutan.
Dengan dukungan guru, orang tua, dan lingkungan sekitar, diharapkan anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara fisik, emosional, dan sosial. *)
Penulis adalah; Mahasiswa Sastra Indonesia, Unand yang bergiat dalam organisasi mahasiswa Labor Penulisan Kreatif. Sapa melalui Instagram @nadaaprila_
























