• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Minggu, Agustus 23, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Bencana Banjir Lahar Dingin, Bukti Nyata Kealpaan Pemerintah dan Masyarakat dalam Menjaga Lingkungan

7 Juni 2024
in Opini
Reading Time: 3min read
Views: 721
Nada Luthfiyah, Mahasiswa Departemen Ilmu Politik Fisip Unand. (Foto : Dok)

Oleh: Nada Luthfiyah
(Mahasiswa Departemen Ilmu Politik Fisip Unand)

SUMATERA BARAT dikejutkan dengan adanya bencana banjir lahar dingin akibat erupsi Gunung Marapi yang melanda beberapa daerah di Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Agam, dan Kota Padang Panjang.

Banjir lahar dingin ini juga telah merenggut nyawa dan merusak sejumlah infrastruktur yang dimiliki masyarakat.

Lihat Juga

Bupati JKA yang Selalu Berdoa untuk Masyarakat

Bupati JKA yang Selalu Berdoa untuk Masyarakat

22 Agustus 2026
23
Guru PPPK Ditarik ke Pusat, Otonomi Daerah Terancam Mundur

Guru PPPK Ditarik ke Pusat, Otonomi Daerah Terancam Mundur

22 Agustus 2026
22
Hendra Aswara, Sekda Definitif, Birokrat Andal

Hendra Aswara, Sekda Definitif, Birokrat Andal

21 Agustus 2026
83

Sebelum banjir lahar dingin ini melanda, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), adanya aktivitas vulkanik di sekitar Gunung Marapi yang meningkat signifikan.

Selain itu, curah hujan yang tinggi ikut mempengaruhi daerah tersebut yang mana ikut dalam menimbulkan kekhawatiran terhadap kestabilan lereng Gunung Marapi.

Akibat curah hujan yang cukup tinggi dan bercampur dengan material vulkanik yang telah mengendap dari Gunung Marapi maka menghasilkan lahar dingin. Selanjutnya, lahar dingin ini bergerak dengan cepat mengalir turun dari lereng Gunung Marapi menuju ke hilir dan juga diikuti dengan material batu besar dari Gunung Marapi.

Hal ini berdampak kepada masyarakat yang berada sepanjang aliran Batang Anai yaitu kerusakan infrastruktur, kehilangan infrastruktur, kehilangan nyawa dan jalan yang putus akibat banjir lahar dingin.

Kita turut prihatin dengan apa yang terjadi pada masyarakat yang terkena bencana tersebut. Salah satu cara kita untuk turut prihatin dengan ikut memberikan bantuan dana dan pemerintah pun segera turun membantu korban bencana ini.

Dimana pemerintah turun langsung mengunjungi kawasan yang terdampak bencana dan juga tidak lupa dengan Presiden Indonesia yakni Joko Widodo yang juga turun langsung ke daerah tersebut sambil melakukan donasi kepada masyarakat yang terkena bencana tersebut di pengungsian.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) merupakan organisasi yang peduli terhadap isu lingkungan, dan Direktur Walhi Sumatera Barat, Wengki Purwanto mengungkapkan telah memperingati sejak setahun terakhir mengenai dampak bencana banjir bandang terhadap banyak bangunan di pinggir daerah aliran sungan (DAS) Batang Anai di Kawasan Lembah Anai.

Bencana ancaman akan meningkat bukan hanya karena perubahan iklim serta alih fungsi lahan dan kerusakan lingkungan tetapi juga termasuk karena pembangunan yang mengabaikan aspek risiko, terbukti salah satu restoran terkenal yaitu Xakapa dan Taman Wisata Alam Mega Mendung yang hanyut dibawa arus banjir bandang lahar dingin.

Pembangunan yang berada pada daerah DAS ini diduga tanpa adanya izin yang jelas karena Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar membantah izin pendirian pembangunan obyek Taman Wisata Alam Mega Mendung dan untuk Kafe Xakapa.

Menurut Kabid Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat, Harniwati mengatakan, kafe Xakapa dan dua bangunan di area itu tidak memiliki izin. Masyarakat malah berani membangun usahanya tanpa adanya izin dan tidak memikirkan bagaimana bahaya ke depannya jika pembangunan wisata tersebut terus dibangun.

Memang keindahan sungai Batang Anai menarik wisatawan untuk berkunjung tetapi masih banyak pengusaha sekitaran sungai Batang Anai yang tidak peduli dampak yang terjadi jika membangun usaha pada daerah aliran sungai tersebut, hal tersebut karena masyarakat yang juga kurang peduli mengenai isu lingkungan yang ada di sekitaran mereka.

Jadi dilihat dari permasalahan sebelumnya kurangnya kesadaran dari pemerintah dalam menanggapi isu lingkungan yang telah diperingatkan oleh LSM lokal. Pemerintah cenderung abai dan tidak mau tahu dengan telah dibangunnya tempat wisata tersebut.

Pemerintah juga tidak tegas dalam memberikan peringatan kepada pembangunan illegal, akhirnya pemerintah tidak perlu bekerja keras sebab Kafe dan tempat wisata tersebut telah terbongkar sendiri oleh arus banjir lahar dingin.

Masyarakat yang tidak peduli mengenai isu lingkungan menyebabkan kerugian kepada usahanya yang telah lama dibangun, Karena pemerintah yang tidak acuh terhadap isu lingkungan dan tidak memberikan umpan balik kepada LSM yang peduli terhadap lingkungan, hal ini berdampak kepada masyarakat yang juga tidak peduli mengenai isu lingkungan.

Kejadian banjir lahar dingin ini seharusnya menjadi tamparan keras bagi pemerintah. Kurangnya perhatian terhadap kelestarian lingkungan menjadi salah satu faktor utama penyebab bencana ini. Pembangunan tanpa izin, alih fungsi lahan dan eksploitasi sumber daya alam juga memperaparah kerusakan lingkungan.

Pemerintah perlu mengambil langkah tegas untuk melindungi lingkungan, seperti memperkuat penegakan hukum terhadap pelaku kerusakan hutan, mendorong reboisasi dan mengembangkan kebijakan yang berlanjut.

Kepedulian pemerintah terhadap isu lingkungan tidak hanya ketika saat bencana ini menjadi berita yang besar tetapi pemerintah perlu peduli dengan peringatan LSM yang peduli mengenai lingkungan dan kerjasama dengan LSM lokal yang peduli mengenai isu lingkungan untuk mengtasai permasalahan lingkungan yang ada sebagai bentuk dari mitigasai bencana.

Masyarakat pun tidak lari dari tanggung jawab sebab kurangnya kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan juga turut memberikan sumbangsih terhadap bencana ini.

Pembuangan sampah sembarangan, pencemaran sungai, pembangunan usaha berada pada daerah aliran sungai menjadi contoh nyata kelalaian masyarakat menjaga lingkungan.

Banjir lahar dingin yang terjadi di Sumbar adalah bukti nyata kealpaan pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan bencana ini harus menjadi pelajaran berharga agar di masa depan kita dapat hidup berdampingan dengan alam dengan lebih harmonis dan berkelanjutan. *)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Jelang Pilkada Serentak 2024, Petugas KPU Kembali Coklit Data Pemilih

Next Post

Suhatri Bur dengan Yosdianto Pasangan Bupati dan Wabup

BeritaTerkait

Bupati JKA yang Selalu Berdoa untuk Masyarakat
Opini

Bupati JKA yang Selalu Berdoa untuk Masyarakat

22 Agustus 2026
23
Guru PPPK Ditarik ke Pusat, Otonomi Daerah Terancam Mundur
Opini

Guru PPPK Ditarik ke Pusat, Otonomi Daerah Terancam Mundur

22 Agustus 2026
22
Hendra Aswara, Sekda Definitif, Birokrat Andal
Opini

Hendra Aswara, Sekda Definitif, Birokrat Andal

21 Agustus 2026
83
Fadly Amran Menikam Jejak; Luhak Nan Tuo, Walikota Padang dan Gubernur Sumbar
Opini

Fadly Amran Menikam Jejak; Luhak Nan Tuo, Walikota Padang dan Gubernur Sumbar

21 Agustus 2026
41
Saatnya Pusat Mendengar Daerah
Opini

Saatnya Pusat Mendengar Daerah

19 Agustus 2026
31
Maju Walikota Padang, Audy Joinaldy Tak Terbendung
Opini

Maju Walikota Padang, Audy Joinaldy Tak Terbendung

17 Agustus 2026
119
Next Post
Suhatri Bur dengan Yosdianto Pasangan Bupati dan Wabup

Suhatri Bur dengan Yosdianto Pasangan Bupati dan Wabup

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,859)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,785)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (36,071)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,751)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,219)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,674)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (34,518)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,148)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,445)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,534)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
195
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
394
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
507
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
253
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
132
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
173
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
140
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
208
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
146

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In