• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Kamis, Mei 14, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Kumpulan Puisi Leni Marlina, Zulkifli Abdy dan Herry Tany: “Di Tanah Yang Kehilangan Bahasa”

29 Juni 2025
in Sastra
Reading Time: 5min read
Views: 1,879
Ilustrasi “DI TANAH YANG KEHILANGAN BAHASA”: Kumpulan Puisi Karya Leni Marlina, Zulkifli Abdy & Herry Tany (PPIPM-Indonesia, PPIC, Satu Pena, KEAI, ACC SHILA, WPM-Indonesia). Sumber Gambar: © 2025 Leni Marlina — Book Cover by Starcom Indonesia 25–00026.

“Di Tanah Yang Kehilangan Bahasa”: Kumpulan Puisi Leni Marlina, Zulkifli Abdy dan Herry Tany (PPIM-Indonesia, PPIC, Satu Pena, KEAI, ACC SHILA, WPM-Indonesia)

/1/

Di Tanah Yang Kehilangan Bahasa

Lihat Juga

Selamat Jalan Maestro Tari

Selamat Jalan Maestro Tari

12 Februari 2026
61
Puisi Era Nurza: “Saat Terang Dipaksa Pergi”

Puisi Era Nurza: “Saat Terang Dipaksa Pergi”

27 Januari 2026
57
Puisi Era Nurza: “Jejak Sukses Berlanjut”

Puisi Era Nurza: “Jejak Sukses Berlanjut”

21 Januari 2026
42

Oleh: Leni Marlina

(UNP Padang, PPIPM-Indonesia, PPIC, Satu Pena Sumbar, KEAI, ASM, Penyala Literasi, ACC SHILA, WPM-Indonesia)

di tanah yang kehilangan bahasa
tempat angin pun belajar mengeja duka
bayi-bayi tak sempat menangis
sudah menjadi debu dalam do’a.

di atas perut bumi yang koyak
burung-burung besi menggugurkan malam
tanpa bintang, tanpa alasan
hanya angka—
dan deritanya tak pernah masuk siaran.

aku tak datang membawa senjata
hanya kata
yang kugores di udara
agar langit yang menghitam tahu
masih ada manusia
yang tak bersedia lupa.

tak perlu keris
cukup satu baris puisi
yang dapat memotong sunyi
menjadi pelita kecil
di tengah reruntuhan logika.

lihatlah,
sepasang kaki mungil
berjalan di antara kaca dan bara
namun mata mereka masih menyimpan langit
seperti ingin memaafkan dunia
yang tak pernah menepati janji.

aku bicara kepada embun
karena air yang pertama kali tahu
betapa beratnya luka
yang tak sempat dilahirkan
di antara ledakan dan doa-doa yang dibisukan.

jangan tanyakan siapa yang salah
sebab sejarah telah berkali-kali
ditulis dengan tangan yang bergetar
dan pena yang jatuh
sebelum sempat menulis keadilan.

aku hanya ingin bersuara
di tengah malam yang gugur satu per satu
agar esok
masih ada halaman kosong
untuk anak-anak menuliskan mimpi
dengan huruf paling berani.

Padang, Sumatera Barat, 2025

/2/

Kota Kaum Urban

Oleh: Zulkifli Abdy

(PPIPM-Indonesia, Satu Pena, KEAI)

Sekelebat berita telah mengusik pagi
Jakarta, kota kaum urban
Terbertik kabar jalan-jalan macet total
Apakah kemacetan ini suatu isyarat
Bahwa kita benar-benar akan berhenti
Jakarta, kota kaum urban
Siang sesak, malam terasa lebih sepi.

Beranda Pagi, Banda Aceh, 29 Mei 2025

/3/

Akar Kata Bangkit dari Gelap

Oleh: Leni Marlina

(UNP Padang, PPIPM-Indonesia, PPIC, Satu Pena Sumbar, KEAI, ASM, Penyala Literasi, ACC SHILA, WPM-Indonesia)

kata—
kata patah,
kata remuk,
kata melayang,
kata mengalirkan darah,
ketika langit dilalap api kuasa,
namun kata tak bisa mati—
ia terus menyala,
dari akar tergelap
di sunyi manusia.

saat kata menjelma bisu:
bisu bukan mati,
bisu adalah bisikan dalam badai,
suara lirih yang bersabar
menjadi gema,
gema yang mengguncang
sumur terdalam sunyi.

di tanah yang kehilangan bahasa,
debu hinggap dalam nestapa,
angin mengeja luka peradaban.
kata-kata bukan sekadar suara—
mereka adalah nyawa yang berjaga,
nyala yang tak pernah padam,
bisikan berani
dari makna yang menolak musnah.

diam—
tunggu—
lihat—
dengarkan !

akar kata bangkit dari gelap,
menyentuh langit yang terbelah,
mengoyak malam yang membeku.
dan dari hati yang jernih,
kata menyala,
tak pernah gentar
menyuarakan yang benar.

Padang, Sumatera Barat, 2025

/4/

Ziarah Sunyi

Oleh: Zulkifli Abdy

(PPIPM-Indonesia, Satu Pena, KEAI)

Kubiarkan diri sendiri
Tatkala menempuh jalan sepi dan sunyi
Hanya berkawan sekeping hati nurani
Yang akan menyatu dengan langkah
Dan hati yang tak pernah berdusta
Yang menemani ziarah panjang
Bertudung langit beralas bumi
Kemana pun diri hendak pergi.

Beranda Pagi, Banda Aceh, 21 Mei 2025

————————–

Zulkifli Abdy merupakan seorang penulis senior dan penyair, berasal dari Jambi dan menetap di Aceh sejak tahun 1970. Lulusan Ilmu Komunikasi, ia menekuni dunia kepenulisan secara autodidak sejak masa muda. Karya-karyanya, baik berupa artikel maupun puisi, mencerminkan semangat sastra yang mendalam. Bagi Zulkifli, menulis bukan sekadar profesi—melainkan sarana untuk mencurahkan perasaan, menggantikan halaman-halaman buku harian pribadi, tempat ia menuangkan pikiran dan pengalaman dengan penuh ketulusan.

/5/

Nisan Tanpa Nama

Oleh: Herry Tany

(WPM-Indonesia)

betapa angkuhnya
tuan nyonya di hadapan televisi 21 inchi
menonton barisan nisan yang menangis
menderita
menahan luka mendalam
terampas hak jiwanya
terkubur tanpa nama

jangan biarkan aku mati terlalu dini
jangan pula sedetik pun izinkan aku berhenti
mengunjungi puing-puing reruntuhan gaza yang porak poranda
tanpa sebilah keris kalam terhunus

matahari terlalu pagi mengkhianati
pena terlalu cepat terbakar
kemungkinan terbesar sekarang adalah memperbesar kemungkinan
pada ruang ketidak-mungkinan

sehingga setiap orang yang aku temui tak menemukan lagi satu pun sudut kemungkinan untuk berkata “Tidak Mungkin!”.

tanpa darah
mereka mengering
sebelum mata pena berkarat
sehingga keadilan tak mungkin lagi mengebiri pagi untuk mengkhianati

ada yang lebih tajam dari sebilah pisau
lebih mematikan dibandingkan racun
lebih cepat dari sebutir peluru
lebih dari semuanya
adalah kekejaman para zionis

aku menolak kembali
negeri drakula menghisap darah
sebelum semua paru disesaki tragedi
dan pengulangan yang menemukan maknanya sendiri
kepalkan tangan mengacung ke langit
hanya kata jawabannya hancurkan!.

Jakarta, 28-12-24

————————–

Herry Tany merupakan nama panggung dengan nama asli Herry Sunandar lahir di Jakarta aktif dalam Organisasi Kemasyarakatan yang bergerak di bidang Sosial, Politik, Ekonomi dan Kebudayaan juga sebagai Jurnalis, Penulis, Pembaca Puisi, Aktor Teater dan sinematography.

/6/

Kabarkan Tangisku, Wahai Awan

Oleh: Leni Marlina

(UNP Padang, PPIPM-Indonesia, PPIC, Satu Pena Sumbar, KEAI, ASM, Penyala Literasi, ACC SHILA, WPM-Indonesia)

Kabarkan tangisku, wahai awan,
di langit yang sunyi oleh propaganda,
di atas tanah yang letih menyimpan kematian
tanpa batu nisan, tanpa nyanyian pulang.

Engkau yang melintasi batas tanpa visa,
yang menyentuh peta tanpa membelah negara—
jadilah saksi bagi mereka yang hilang nama,
yang jiwanya terkubur di antara berita dan lupa.

Turunkan air mataku sebagai hujan yang sabar,
bukan untuk membanjiri,
melainkan untuk membasuh dendam,
agar tumbuh kembali nurani dari debu peperangan.

Awan,
engkau tahu warna luka tanpa harus melihat darah,
engkau dengar jeritan
yang tak sampai ke mikrofon konvensi perdamaian.

Bawalah sedih ini melintasi benua,
dari Gaza ke Kabul,
dari Rohingya ke Afrika yang terbelah—
hingga dunia tak lagi bertanya:
“Siapa pihak yang benar?”
melainkan:
“Siapa yang belum diselamatkan?”

Ajarkan kami untuk menangis tanpa malu,
untuk mendengar tanpa menghakimi,
dan menyentuh tanpa harus menjajah.

Kabarkan tangisku, wahai awan,
sebagai puisi yang turun dari langit—
yang tak mengutuk, tapi mengingatkan.
Yang tak membakar, tapi meneduhkan.

Sampaikan pada dunia,
bahwa air mata adalah bentuk paling jujur dari harapan:
ia jatuh, namun tak pernah hilang.
Ia larut, tapi tak pernah menyerah.
Ia hening,
namun bisa menggerakkan dunia.

Padang, Sumatera Barat, 2025

/7/

Wahai Angin Temani Aku

Oleh: Leni Marlina

(UNP Padang, PPIPM-Indonesia, PPIC, Satu Pena Sumbar, KEAI, ASM, Penyala Literasi, ACC SHILA, WPM-Indonesia)

Wahai angin,
Temani aku,
hembuskan sunyimu di telingaku,
bisikkan rahasia alam yang tak terucap,
ajarkan aku melayang tanpa beban.

engkau angin,
tak terlihat, tak tergenggam,
menyentuh tanpa suara,
mengalir tanpa arah.

lahir sebelum kata,
mati setelah lupa.

engkau bisik dalam doa,
hembus dalam sunyi,
di antara raja dan fakir,
engkau sama — tanpa bentuk.

Wahai angin,
temani aku berjalan di antara bayang,
membawa damai dari ujung dunia,
agar aku tahu, meski tanpa bentuk,
ada kekuatan sejati yang tak terlihat

seorang fakir memintamu tiupkan dirinya,
hingga tinggal cinta.
Engkau tiupkan — dan dia lepas.

bila dunia runtuh,
engkau tetap berhembus,
menjadi napas yang tak hilang,
hanya berubah wujud.
Wahai angin,
temani aku di sini,
dan juga sampai di sana nanti.

Padang, Sumatera Barat, 2025

—————————-

Leni Marlina merupakan penulis, penyair, dan dosen asal Sumatera Barat yang aktif dalam berbagai komunitas sastra baik nasional maupun internasional. Sejak 2022, ia bergabung dengan SATU PENA Sumatera Barat (diketuai oleh Sastri Bakry) dan menerima penghargaan dari organsisasi tersebut untuk kategori Penulis Berprestasi 2025. Sebagai Duta Puisi Indonesia untuk ACC SHILA (Shanghai Huifeng International Literary Association, dipimpin oleh Anna Keiko) dan Koordinator ACC SHILA untuk Perwakilan Asia sejak 2025, serta anggota World Poetry Movement-Indonesia, Leni terus berkolaborasi untuk menyuarakan kemanusiaan dan perdamaian melalui puisi.

Ia memulai perjalanan internasionalnya saat studi Master of Writing and Literature di Australia dan mengabdi sebagai dosen Sastra Inggris di Universitas Negeri Padang (sejak tahun 2006).

Di luar aktivitas kampus, Leni juga menulis sebagai jurnalis lepas, editor, dan kontributor digital. Kumpulan puisi Leni Marlina dimuat di sejumlah platform digital, diantara dapat diakses publik melalui link official: 🔗 https://suaraanaknegerinews.com/category/puisi-leni-marlina-bagi-anak-bangsa/.

Leni juga mendirikan dan memimpin sejumlah komunitas sastra, literasi dan sosial berbasis digital, antara lain:

1. World Children’s Literature Community (WCLC): https://shorturl.at/acFv1
2. Poetry-Pen International Community (PPIC)
3. PPIPM Indonesia (Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat):
https://shorturl.at/2eTSB
https://shorturl.at/tHjRI
4. Starcom Indonesia Community (Starmoonsun Edupreneur): https://rb.gy/5c1b02
5. Linguistic Talk Community (Ling-TC)
6. Literature Talk Community (Littalk-C)
7. Translation Practice Community (Trans-PC)
8. English Language Learning, Literacy, and Literary Community (EL4C)

(Putrie)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Dimulai dari Agam, Program Sawah Pokok Murah Bakal Dikembangkan Secara Nasional

Next Post

“Love & Safe Gaza”, Puisi untuk Menyuarakan Kemanusiaan Bersama Penyair dan Tokoh Sumbar

BeritaTerkait

Selamat Jalan Maestro Tari
Sastra

Selamat Jalan Maestro Tari

12 Februari 2026
61
Puisi Era Nurza: “Saat Terang Dipaksa Pergi”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Saat Terang Dipaksa Pergi”

27 Januari 2026
57
Puisi Era Nurza: “Jejak Sukses Berlanjut”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Jejak Sukses Berlanjut”

21 Januari 2026
42
Puisi Era Nurza: “Suara Siswa di Bangku Belakang”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Suara Siswa di Bangku Belakang”

20 Januari 2026
78
Puisi Era Nurza: “Doa di Januari”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Doa di Januari”

4 Januari 2026
51
Puisi Era Nurza: “Kemanusiaan yang Retak”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Kemanusiaan yang Retak”

31 Desember 2025
65
Next Post
“Love & Safe Gaza”, Puisi untuk Menyuarakan Kemanusiaan Bersama Penyair dan Tokoh Sumbar

"Love & Safe Gaza", Puisi untuk Menyuarakan Kemanusiaan Bersama Penyair dan Tokoh Sumbar

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (37,140)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,346)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,584)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,723)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,669)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (32,042)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (31,748)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (30,973)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,080)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (27,728)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
170
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
345
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
495
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
235
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
115
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
150
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
131
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
191
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
128

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In