• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Senin, Februari 9, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Kumpulan Puisi Leni Marlina (Padang): “Pohon, Jangan Lupakan Akarmu!”

30 November 2024
in Sastra
Reading Time: 3min read
Views: 557
Ilustrasi Kumpulan Puisi Leni Marlina “Pohon, Jangan Lupakan Akarmu”. (Foto: Starcom Indonesia’s Artwork Collection No. 301 by AI)

Kumpulan Puisi Leni Marlina (Padang): “Pohon, Jangan Lupakan Akarmu!”

/1/

Pohon, Jangan Lupakan Akarmu

Lihat Juga

Puisi Era Nurza: “Saat Terang Dipaksa Pergi”

Puisi Era Nurza: “Saat Terang Dipaksa Pergi”

27 Januari 2026
45
Puisi Era Nurza: “Jejak Sukses Berlanjut”

Puisi Era Nurza: “Jejak Sukses Berlanjut”

21 Januari 2026
34
Puisi Era Nurza: “Suara Siswa di Bangku Belakang”

Puisi Era Nurza: “Suara Siswa di Bangku Belakang”

20 Januari 2026
49

Oleh: Leni Marlina

Kau berdiri sebagai pohon yang lupa,
akar-akar menjuntai seolah lelah mencari pijakan,
seperti jari-jari tua meraba udara
yang tak pernah memberi janji.

Daunmu adalah anak-anak angin,
mengembara tanpa henti,
mengikuti bisikan lembut dari langit
yang memanggil dengan nada kebohongan.

Kau memandang hujan,
setiap tetesnya seperti jarum kaca,
menusuk kulitmu yang lelah.

Kau memanggil tanah,
tapi suaramu hilang,
tertelan oleh gelap yang menunggu.

Kini kau tahu,
akar adalah rahasia bisu
yang menjaga tubuhmu tetap tegak,
diam-diam memeluk bumi,
menghisap nyawa dari kegelapan.

Kau belajar,
bahwa menjadi pohon bukan hanya berdiri,
tapi juga berserah pada kedalaman yang tak terlihat.

Bogor, 2013

/2/

Laut yang Kehilangan Pantai

Oleh: Leni Marlina

Ada laut yang tinggal dalam dadamu,
gelombangnya liar,
menamparkan birunya ke langit
yang tak pernah memberikan pantai.

Kau adalah lautan tanpa tepi,
menyimpan dendam pada daratan
yang mencuri pasir dari lekukan tubuhmu.

Kau memanggil pantai,
tapi suara ombakmu menjadi jeritan sunyi,
pecah sebelum sampai ke telinga pasir.

Kapal-kapal menghindarimu,
mereka takut karam di palung luka
yang kau tinggalkan sebagai warisan.

Bintang-bintang menghilang,
tak ingin menjadi saksi kesedihanmu.

Kini kau menunggu,
bukan pantai,
tapi keberanian untuk menerima
bahwa laut tetaplah laut,
meski kehilangan tepinya.

Bali, 2013

 

/3/

Matahari yang Tak Pernah Terbenam

Oleh: Leni Marlina

Kau ingin menjadi matahari—
yang tak pernah berhenti bersinar,
yang terus-terusan menembakkan api,
menghanguskan bayangan,
menghapus malam dari tubuh bumi.

Tapi, apa artinya terang
tanpa gelap untuk memeluknya?
Cahaya tanpa batas adalah hukuman,
membakar tanpa ampun,
menghapus semua yang hidup
di bawahnya.

Senja datang sebagai jeda,
sebagai napas terakhir dari hari yang lelah.
Ia menggelar tirai ungu di langit,
membisikkan lagu pengantar tidur
untuk dunia yang sudah terlalu panas.

Mungkin, kau harus belajar dari senja,
bahwa indahnya cahaya
adalah karena ia tahu kapan berhenti,
kapan beristirahat,
kapan menyerahkan tahtanya pada malam.

Bali, 2013

/4/

Rindu yang Tak Punya Alamat

Oleh: Leni Marlina

Rindu ini adalah burung
yang kehilangan sarang,
sayapnya lemah,
terlalu lama melayang tanpa angin.

Ia terbang menembus awan,
mengira ada jalan pulang
di balik hujan.
Tapi langit hanyalah kekosongan,
memantulkan bayangannya sendiri
tanpa belas kasih.

Rindumu mencari tanah,
tanah yang mengerti
bahwa rumah tak selalu terlihat.
Ia mencoba bersarang di hatimu,
tapi hati itu adalah batu—
keras, dingin, tak mau menerima.

Akhirnya kau tahu,
rindu bukanlah pelarian,
tapi perjalanan tanpa akhir
yang mengajari kita cara mencintai
tanpa memiliki.

Bali, 2013

 

/5/

Pasir yang Menolak Menjadi Kaca

Oleh: Leni Marlina

Kau adalah pasir,
setiap butirmu adalah kenangan yang tersimpan
di antara ombak dan langit.

Ketika api mencoba membentukmu menjadi kaca,
kau berteriak dalam diam,
kau menolak kehilangan dirimu
hanya demi kilauan semu.

Kau ingin tetap di sini,
di bawah langkah-langkah kaki,
di antara tarian ombak yang memeluk pantai.

Kau ingin menjadi debu
yang terbang bersama angin,
bukan kaca yang terpenjara
di bingkai yang tak pernah terbuka.

Api, meski membara,
tak bisa mencuri kebebasanmu.
Kau tetap pasir—
bebas, liar,
dan sejati dalam kelembutanku.

Bali, 2013

Catatan

Puisi ini awalnya ditulis oleh Leni Marlina tahun sebagai karya untuk koleksi puisi pribadi tahun 2013. Puisi tersebut direvisi kembali serta dipublikasikan pertama kali oleh penulisnya melalui media digital tahun 2024.

Leni Marlina merupakan anggota aktif Asosiasi Penulis Indonesia, SATU PENA cabang Sumatera Barat. Ia juga merupakan anggota aktif Komunitas Penyair & Penulis Sastra Internasional ACC di Shanghai, serta dipercaya sebagai Duta Puisi Indonesia untuk ACC Shanghai Huifeng International Literary Association.

Selain itu, Leni terlibat dalam Victoria’s Writer Association di Australia. Sejak tahun 2006, ia telah mengabdikan diri sebagai dosen di Program Studi Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Padang.

Leni juga merupakan pendiri dan pemimpin sejumlah komunitas digital yang berfokus pada sastra, pendidikan, dan sosial, di antaranya:, (1) Komunitas Sastra Anak Dunia (WCLC): https://rb.gy/5c1b02, (2) Komunitas Internasional POETRY-PEN; (3) Komunitas PPIPM (Pondok Puisi Inspirasi Masyarakat): https://tinyurl.com/zxpadkr; (4) Komunitas Starcom Indonesia (Starmoonsun Edupreneur Community Indonesia): https://rb.gy/5c1b02.

 

Leni Marlina, Dosen FBS UNP. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

Inyiak Rajo: Saatnya Bangun Padang Pariaman Lebih Baik

Next Post

75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar: Pemantik Semangat Kaum Muda untuk Berkarya Lebih Hebat

BeritaTerkait

Puisi Era Nurza: “Saat Terang Dipaksa Pergi”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Saat Terang Dipaksa Pergi”

27 Januari 2026
45
Puisi Era Nurza: “Jejak Sukses Berlanjut”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Jejak Sukses Berlanjut”

21 Januari 2026
34
Puisi Era Nurza: “Suara Siswa di Bangku Belakang”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Suara Siswa di Bangku Belakang”

20 Januari 2026
49
Puisi Era Nurza: “Doa di Januari”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Doa di Januari”

4 Januari 2026
41
Puisi Era Nurza: “Kemanusiaan yang Retak”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Kemanusiaan yang Retak”

31 Desember 2025
60
Puisi Era Nurza: “Duka Belum Selesai”
Sastra

Puisi Era Nurza: “Duka Belum Selesai”

11 Desember 2025
63
Next Post
75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar: Pemantik Semangat Kaum Muda untuk Berkarya Lebih Hebat

75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar: Pemantik Semangat Kaum Muda untuk Berkarya Lebih Hebat

Most Viewed Posts

  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (35,999)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,097)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,264)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,236)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (29,427)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (28,675)
  • Tabuik, ‘Perang Karbala’ di Jantung Kota Pariaman (23,610)
  • Sijunjung Jebol, Seluruh Sumbar Zona Merah Covid-19 (22,406)
  • Blaster, Klub Motor Legendaris Kota Padang (22,400)
  • Boy Rafli Amar Dt Rangkayo Basa Termasuk 5 Komjen Calon Kapolri yang Diajukan Kompolnas ke Presiden (22,141)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
137
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
316
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
473
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
218
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
109
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
138
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
119
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
180
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
118

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In