• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Sabtu, Juni 6, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Titik Lemah Penanganan Bencana: Revolusi Logistik untuk Ketangguhan Bangsa

12 Desember 2025
in Opini
Reading Time: 3min read
Views: 731
Dr Henmaidi, ST, MEng.Sc, Wakil Rektor IV Universitas Andalas. (Foto : Dok)

Oleh: Dr Henmaidi, ST, MEng.Sc
(Wakil Rektor IV Universitas Andalas)

SENIN 8 Desember 2025, saya dikontak Wakil Rektor IV Universitas Jambi. Tim tanggap darurat bencana mereka begerak dari Jambi sehari sebelumnya. Tim ini berencana untuk menuju Palembayan Kabupaten Agam salah satu daerah terdampak parah oleh bencana banjir dan longsor.

Semula tim mau memasuki wilayah itu melalui Bukittinggi. Namun jalur Bukittinggi ke Palembayan terputus. Satu-satunya jalan adalah melalui Solok menuju Padang, dari Padang terus ke Lubuk Basung.

Lihat Juga

Bupati JKA Putar Roda Menjemput Aspirasi

Bupati JKA Putar Roda Menjemput Aspirasi

6 Juni 2026
29
Teori Genggam Anak Ayam dalam Politik Desentralisasi

Teori Genggam Anak Ayam dalam Politik Desentralisasi

30 Mei 2026
16
Zulkarnain: Bangkitkan lagi Kampung Sulaman Naras

Zulkarnain: Bangkitkan lagi Kampung Sulaman Naras

29 Mei 2026
25

Ternyata jalur Solok ke Padang mengalami kemacetan parah di Sitinjau Laut. Sehingga tim tidak berhasil menembusnya. Saya menyarankan untuk berkoordinasi dengan BPBD untuk mengalihkan tujuan ke titik terdekat yang juga membutuhkan bantuan. Akhirnya tim berbalik arah, ke Singkarak dan menuju di Posko Utama Pengendalian Bencana Kabupaten Solok, di Koto Baru, Kecamatan Kubung.

Cerita ini hanya sejumput kecil dari masifnya dampak bencana banjir akhir tahun 2025 ini. Kejadian banjir besar ini kembali memperlihatkan titik paling rapuh dalam penanganan bencana kita: logistik. Ini bukan hanya soal curah hujan yang ekstrem, tetapi soal apakah sistem distribusi kita mampu bertahan ketika jalan terputus, jembatan hilang, dan akses komunikasi lumpuh. Fakta di lapangan menunjukkan jawabannya: belum.

Solidaritas publik luar biasa. Bantuan datang dari pemerintah, BUMN, organisasi kemanusiaan, hingga masyarakat umum. Namun bantuan yang banyak tidak berarti apa-apa jika tidak dapat bergerak. Persoalannya bukan pada jumlah, tetapi pada kemampuan mengirimkan bantuan dengan cepat, aman, dan tepat sasaran.

Ketika Infrastruktur Putus, Sistem Ikut Jatuh

Banjir dan longsor memutus sejumlah jalur vital seperti Tarutung–Sibolga dan Tarutung–Padang Sidempuan. Demikian juga dengan jalur terdampak banjir di Palembayan, Malalo dan Malalak di Sumatera Barat. Ribuan warga terisolasi. Laporan BNPB menyebutkan distribusi darat terhenti di banyak titik dan memaksa penggunaan jalur udara.

Media juga melaporkan wilayah yang kehabisan BBM dan logistik penting karena akses fisik sepenuhnya lumpuh. Alat berat tidak bisa membersihkan jalan, truk tidak bisa bergerak, dan dapur umum sulit beroperasi. Dalam situasi ini, helikopter BNPB dan TNI memang membantu, tetapi kapasitasnya terbatas dan sangat tergantung cuaca.

Pelajarannya jelas: infrastruktur fisik adalah backbone logistik. Jika jalan dan jembatan runtuh, seluruh sistem akan runtuh bersamanya.

Logistik adalah Ekosistem, Bukan Sekadar Barang

Logistik kemanusiaan terdiri dari banyak simpul yang saling bergantung. Ada tiga titik kritis yang terbukti paling rentan;

Pertama. Gudang transit. Tanpa konsolidasi yang tertata, bantuan menumpuk tanpa bisa bergerak. Di Sumatera Utara, bantuan harus sementara dititipkan di gudang sebuah perusahaan sebelum bisa dikirim ke desa terisolasi—tanda adanya celah dalam rantai pasok.

Kedua, BBM: Kelangkaan BBM, seperti dilaporkan Reuters, membuat alat berat dan kendaraan distribusi tidak bisa beroperasi. Tanpa energi, logistik lumpuh.

Ketiga, Dapur umum:. Dapur umum sangat bergantung pada ketersediaan air bersih, gas, listrik, dan relawan. Jika satu komponen terganggu, pengungsi kehilangan akses makanan layak.

Semua ini menunjukkan: logistik bukan soal barang, tetapi ekosistem yang harus berjalan serempak.

Krisis Data: Distribusi Tanpa Arah

Kebutuhan warga di lapangan berubah cepat, tetapi data kita sering terlambat. Akibatnya terjadi paradoks: ada posko yang menerima bantuan berkali-kali, sementara warga di titik lain harus berjalan melintasi kayu tumbang untuk mencari makanan, sebagaimana dilaporkan Reuters.

Tanpa data real-time, distribusi berjalan tanpa kompas. Bahkan bantuan udara pun sering meleset dari target. Ini menegaskan satu hal: krisis logistik adalah krisis data.

Last Mile: Jarak Pendek yang Menentukan Nyawa

Mengirim bantuan dari pusat ke provinsi adalah pekerjaan mudah. Tantangan sebenarnya justru ada pada kilometer terakhir—the last mile. Di medan licin, tergenang, berlumpur dan terjal, bantuan hanya bisa diangkut motor, perahu kecil, atau dipikul. Kelompok rentan sering tidak mampu berjalan jauh ke titik distribusi.

Di sinilah logistik menjelma menjadi persoalan lain. Ukuran keberhasilan bukan jumlah truk yang diberangkatkan, tetapi berapa banyak warga yang benar-benar menerima bantuan.

Solidaritas Harus Diiringi Koordinasi

Masyarakat Indonesia selalu cepat bergerak ketika bencana datang. Namun tanpa panduan, bantuan menjadi tidak efektif. Banyak posko penuh pakaian bekas, sementara kebutuhan mendesak seperti popok bayi, pembalut, obat-obatan, dan air bersih justru kekurangan. Bantuan publik harus digerakkan oleh daftar kebutuhan berbasis data, bukan sekadar spontanitas.

Saatnya Revolusi Logistik Nasional

Banjir Sumatera memberi pesan kuat: kita membutuhkan reformasi logistik bencana yang sistemik dan berani. Langkah mendesak yang harus segera dilakukan:

Pertama, Membangun gudang logistik regional dengan stok pra-posisi.

Kedua, Mendesain jalur alternatif dan redundansi infrastruktur.

Ketiga, Menjamin cadangan BBM dan ketersediaan alat berat saat akses terputus.

Keempat, Mengembangkan platform data logistik real-time berbasis GIS dan drone.

Kelima, Melakukan simulasi rutin lintas lembaga, sebagai stress test kesiapan nasional. Ini bukan urusan BNPB semata. Ini agenda nasional.

Banjir Sumatera 2025 menunjukkan bahwa ketangguhan bangsa tidak ditentukan oleh banyaknya bantuan yang dikirim, tetapi oleh kecepatan dan ketepatan bantuan mencapai warga terdampak. Keterlambatan logistik adalah keterlambatan penyelamatan nyawa.

Jika Indonesia ingin bertahan di era cuaca ekstrem, revolusi logistik kemanusiaan harus dimulai sekarang. Negara tangguh bukan yang paling banyak mengirim bantuan, tetapi yang sistemnya memastikan setiap bantuan tiba tepat waktu, tepat sasaran, dan tepat kebutuhan. *)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Pemuda Pemudi Nagari Galugua Limapuluh Kota Gelar Aksi Donasi Bencana

Next Post

Komisi V DPR RI Kunjungi Lembah Anai, Bupati Tanah Datar Usulkan Bangun Fly Over

BeritaTerkait

Bupati JKA Putar Roda Menjemput Aspirasi
Opini

Bupati JKA Putar Roda Menjemput Aspirasi

6 Juni 2026
29
Teori Genggam Anak Ayam dalam Politik Desentralisasi
Opini

Teori Genggam Anak Ayam dalam Politik Desentralisasi

30 Mei 2026
16
Zulkarnain: Bangkitkan lagi Kampung Sulaman Naras
Opini

Zulkarnain: Bangkitkan lagi Kampung Sulaman Naras

29 Mei 2026
25
Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan
Opini

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
67
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing
Opini

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

8 Mei 2026
40
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan
Opini

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

27 April 2026
108
Next Post
Komisi V DPR RI Kunjungi Lembah Anai, Bupati Tanah Datar Usulkan Bangun Fly Over

Komisi V DPR RI Kunjungi Lembah Anai, Bupati Tanah Datar Usulkan Bangun Fly Over

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,534)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,446)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,714)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,431)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,851)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,348)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,794)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,505)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,101)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,195)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
174
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
356
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
501
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
239
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
120
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
153
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
135
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
195
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
129

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In