• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Jumat, April 17, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Perlunya Mencari Pemimpin, Bukan Hanya Memilih Pemimpin

20 Oktober 2020
in Opini
Reading Time: 4min read
Views: 10,301

Oleh : Irman Gusman

// forumsumbar //

SELAMA ini kita sibuk memilih pemimpin, tetapi bukan mencari pemimpin. Semua pemimpin yang dipilih dalam pilkada, misalnya, adalah pemimpin yang disodorkan oleh partai-partai politik dan rakyat pemilih di-fait a compli alias dibawa ke dalam suatu kondisi dimana tak ada pilihan lain lagi kecuali memilih sosok-sosok yang disodorkan itu, oleh partai-partai politik.

Lihat Juga

Literacy dan Literary

Literacy dan Literary

8 April 2026
34
Bak Cendawan di Musim Hujan: Menjamurnya Komunitas Kesenian dan Ilusi Kebudayaan di Sumatera Barat

Bak Cendawan di Musim Hujan: Menjamurnya Komunitas Kesenian dan Ilusi Kebudayaan di Sumatera Barat

31 Maret 2026
34
Masjid Ali Mukhni Warisan Monumental

Masjid Ali Mukhni Warisan Monumental

14 Maret 2026
69

Sistem perpolitikan di negeri ini memang mengharuskan diberlakukan mekanisme demikian, sehingga rakyat tak bebas untuk mencari sendiri sosok-sosok pemimpin yang sesuai dengan aspirasi dan harapan mereka. Hasilnya, banyak sosok-sosok pemimpin potensial tak masuk dalam bursa pemilihan, karena tak berkesempatan diusung oleh parpol-parpol.

Bagaimana dengan Provinsi Sumatera Barat? Semua orang tahu bahwa sejak Republik ini berdiri, Sumatera Barat merupakan daerah produsen pemimpin. Sumatera Barat juga merupakan daerah yang masyarakatnya egaliter, demokratis, dan mature dan hidup di dalam nilai-nilai adat yang bersendikan syariah dan syariah yang bersendikan kitabullah.

Jadi, pemimpin untuk Sumatera Barat selalu harus merupakan pemimpi yang memahami dan mengembangkan semua karakteristik dan nilai khas daerah dimaksud. Tentu yang menegakkan nilai-nilai seperti itu dengan pendekatan yang Islami tetapi juga modernis dan inklusif, serta berwawasan global tetapi bertindak dengan kearifan lokal.Jadi, think globally, but act locally.

Seperti apakah ciri-ciri kepemimpinan yang Islami itu? Tentu yang amanah, fathanah, sidiqie, jujur, bisa dipercaya, dan yang memiliki kemampuan, kompetensi dan rekam jejak sebagai pemimpin yang dapat diteladani masyaerakat.

Pemimpin seperti itulah yang kita butuhkan di masa sekarang dalam menghadapi tantangan-tantangan global maupun tantangan di dalam negeri sendiri. Berarti, ujian demokrasi di masa kini adalah ketika pemimpin-pemimpin yang tampil adalah mereka yang dicari dan ditemukan oleh rakyatnya, bukan mereka yang disodorkan tanpa opsi lain kepada rakyat oleh kelompok-kelompok kekuasaan.

Sekilas menoleh ke belakang, kita bisa melihat bahwa Sumbar telah dua kali mendapat anugerah Parasamya Purnakarya Nugraha, sebagai propinsi dengan model pembangunan terbaik untuk diteladani. Tetapi kenapa predikat itu sirna di masa sekarang? Kenapa pemimpin Minangkabau dulu berhasil meraih prestasi seperti itu tetapi prestasi demikian sekarang tak lagi menjadi kebanggaan orang Minang?

Jawabnya sederhana: Karena kita tertinggal. Karena telah terjadi perubahan drastis sejak Reformasi bergulir di tahun 1998 yang melahirkan kebijakan Otonomi Daerah sejak 2001 tetapi Sumatera Barat kurang mengantisipasi perubahan drastis itu.

Banyak provinsi yang tadinya tertinggal ternyata dengan cepat dapat mengejar ketertinggalannya sehingga keunggulan Sumatera Barat dengan mudah terlewati, sementara Sumatera Barat kini menemukan dirinya berada jauh di belakang banyak provinsi lain.

Langkah Sumatera Barat untuk mengejar ketertinggalan tampak begitu lamban sementara banyak provinsi lain semakin kencang berlari. Kenyataan ini mengharuskan masyarakat Sumatera Barat untuk tidak sekadar memilih pemimpin, tetapi secara proaktif mencari pemimpin seperti apa yang cocok untuk mengajak Sumatera Barat berlari, dan bukan hanya berjalan santai dalam membangun dirinya.

Sumatera Barat membutuhkan sosok pemimpin yang visioner, inspiratif, dan kuat karakternya serta memiliki jaringan luas, baik di dalam maupun di luar negeri. Dengan begitu maka derap laju pembangunan provinsi ini bisa lebih kencang dalam mengejar ketertinggalannya.

Maka tak bisa lagi masyarakat Sumbar hanya sekadar memilih pemimpin, tetapi harus betul-betul mencari sosok pemimpin yang memenuhi kriteria dimaksud, jika tak mau terus tertinggal dalam perlombaan kemajuan yang semakin gencar ini.

Sebab Sumateta Barat bukan hanya sedang bersaing dengan provinsi-provinsi lain di Indonesia, ia sebetulnya sedang bersaing dengan berbagai provinsi, kota, negara bagian, bahkan negara lain di luar sana dalam banyak hal termasuk dalam investasi, perdagangan, pariwisata, peningkatan kualitas SDM, pembangunan entrepreneurship, pembangunan kebudayaan, dan seterusnya. Ini disebabkan oleh kenyataan bahwa kompetisi global yang kini terjadi membuat semua daerah bersaing dengan semua daerah lainnya di seluruh dunia.

Memang benar bahwa sangat banyak SDM asal Sumatera Barat merantau ke berbagai daerah dan negara lain; dan ikut membangun daerah atau negara lain. Satu sisi positif dari brain drain orang Minang seperti ini adalah mengalirnya remittance dari luar ke dalam perekonomian Sumatera Barat. Hal ini sah-sah saja. Tapi tak bisa diandalkan di masa depan.

Di sisi lain, brain drain seperti ini juga menyebabkan tak mudah bagi masyarakat Sumatera Barat untuk mencari di dalam daerahnya sendiri calon-calon pemimpin visioner dan inspiratif untuk duduk di posisi-posisi kunci di jajaran pemda guna mengajak masyarakat berlari lebih kencang mengejar ketertinggalan dimaksud.

Dengan bingkai pemikiran demikian maka saya berpendapat perlu diadakan pencarian pemimpin-pemimpin Sumatera Barat dari berbagai daerah lain dimana mereka sekarang berkiprah di bidangnya masing-masing. Baik itu di bidang pemerintahan, sektor swasta, maupun sosok-sosok pemimpin potensial yang berada di luar negeri.

Dengan begitu maka brain drain itu dapat dialihkan menjadi brain circulation dimana para figur pemimpin yang berada di luar Sumatera Barat dapat kembali membangun daerahnya. Sebab mereka memiliki kemampuan dan visi global yang sangat bermanfaat untuk mempercepat derap laju pembangunan Sumbar.

Apalagi dalam era globalisasi ini kecenderungan yang semakin menguat adalah disrupsi ekonomi dimana ketergangungan pada sumberdaya alam dan potensi ekonomi daerah sebagai sumber pemasukan dapat dengan mudah dikalahkan oleh pengembangan knowledge-based economy termasuk ekonomi digital dan ekonomi kreatif yang kian berkembang pesat.

Maka masysrakat Sumatera Barat sejak sekarang perlu mencari pemimpin yang mumpuni untuk menjawab tantangan demikian. Ia mesti seorang pemimpin yang mampu berwawasan global dan mampu mendorong masyarakat untuk tancap gas mengejar ketertinggalan dan menjadi yang terbaik.

Sosok pemimpin yang berwawasan global seperti itu akan mampu mengembangkan semua potensi daerah Sumatera Barat guna memajukan perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan target waktu yang jelas dan terukur.

Sebab Sumatera Barat sesungguhnya sangat kaya dengan warisan budaya serta alam yang indah yang bisa dijadikan soko guru perekonomian daerah masa depan jika dikembangkan dengan baik.

Perlu dikembangkan wisata alam, wisata sejarah, wisata budaya, wisata agama, wisata kuliner, dan seterusnya, Jadi sektor jasa perlu ditumbuhkembangkan sebagai pilar perekonomian daerah di masa depan.

Jangan sampai keindahan alam dan warisan budaya Sumatera Barat justru menjadi gudang kekayaan yang tak mampu dipetik manfaatnya, hanya karena kurangnya wawasan tentang tren kompetisi global yang sedang berkembang.

Akan tetapi perlu saya sampaikan juga, bahwa kebutuhan mencari pemimpin itu bukan saja kebutuhan Provinsi Sumatera Barat. Di semua provinsi dan kabupaten/kota hal ini perlu dibudayakan. Sebab ketika masyarakat secara proaktif mencari sendiri pemimpinnya maka akan ditemukan calon-calon pemimpin yang berkualitas yang dapat diandalkan.

Artinya, setelah 21 tahun Reformasi, perlu dilakukan revisi terhadap cara kita menghadirkan pemimpin, baik di tingkat kabupaten/kota, provinsi, maupun tingkat nasional.

Kini saatnya masyarakat kita mencari sendiri pemimpin-pemimpin terbaik yang berwawasan global dan mampu bertindak out of the box untuk menghadirkan terobosan dan invovasi serta memberi inspirasi kepada masyarakat, bukan sekadar memilih calon-calon pemimpin yang disodorkan di luar kehendak dan aspirasi kita.

Dengan demikian maka mendekati perayaan 100 tahun Indonesia Merdeka pada Agustus 2045 nanti di semua daerah di Indonesia kita akan memiliki banyak kader pemimpin yang benar-benar memahami dan sanggup mendayagunakan semua potensi daerahnya, tetapi pada waktu yang bersamaan, dengan wawasan global yang dimilikinya serta kemampuan profesionalismenya, mampu mengangkat masyarakat kita sejajar dengan, bahkan lebih tinggi dari, bangsa-bangsa lain di dunia.

 

Penulis adalah
Mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Bahas Pilkada, IPDN Gelar Seminar Hadirkan Pakar dan Alumni

Next Post

Mukhlis Rahman Bangun Pesantren dan Masjid Dibantu Donatur dari Malaysia

BeritaTerkait

Literacy dan Literary
Opini

Literacy dan Literary

8 April 2026
34
Bak Cendawan di Musim Hujan: Menjamurnya Komunitas Kesenian dan Ilusi Kebudayaan di Sumatera Barat
Opini

Bak Cendawan di Musim Hujan: Menjamurnya Komunitas Kesenian dan Ilusi Kebudayaan di Sumatera Barat

31 Maret 2026
34
Masjid Ali Mukhni Warisan Monumental
Opini

Masjid Ali Mukhni Warisan Monumental

14 Maret 2026
69
Rajo Sampono: Satu Tahun JKA-Rahmat ‘Basuluah Matohari’
Opini

Rajo Sampono: Satu Tahun JKA-Rahmat ‘Basuluah Matohari’

4 Maret 2026
24
The New OPPI Berharap Direksi Baru Pelindo Bawa Angin Segar
Opini

The New OPPI Berharap Direksi Baru Pelindo Bawa Angin Segar

1 Maret 2026
45
Satu Tahun Bupati JKA: Kebudayaan Sebagai Jalan Pembangunan
Opini

Satu Tahun Bupati JKA: Kebudayaan Sebagai Jalan Pembangunan

20 Februari 2026
20
Next Post
Mukhlis Rahman Bangun Pesantren dan Masjid Dibantu Donatur dari Malaysia

Mukhlis Rahman Bangun Pesantren dan Masjid Dibantu Donatur dari Malaysia

Most Viewed Posts

  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,231)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,435)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,568)
  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (32,690)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,517)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (30,962)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (28,944)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (27,611)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (26,527)
  • Tabuik, ‘Perang Karbala’ di Jantung Kota Pariaman (24,010)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
153
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
331
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
489
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
228
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
114
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
147
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
127
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
189
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
123

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In