
Oleh : Zulbaidah
(Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas)
UNIVERSITAS Andalas (Unand) dan Universitas Negeri Padang (UNP) adalah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang berada di peringkat teratas perguruan tinggi dengan mahasiswa dan prodi terbanyak di Sumbar.
Baru-baru ini UNP telah menerima mahasiswa baru Program Studi DIII Tata Boga Konsentrasi Kuliner Minang di PSDKU Kota Payakumbuh pada tahun ajaran 2023/2024.
Prodi Tata Boga Konsentrasi Kuliner Minang UNP dan prodi Sastra Minangkabau Unand menjadi satu-satunya jurusan yang ada di dunia.
Pertemuan yang dilangsungkan di Lantai II kantor Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerperin) Kota Payakumbuh pada 28 Januari 2023, disambut hangat Kepala Dinas Yunida Fatwa, SSos, MM, Kepala Bidang Perindustrian Bambang Hermanto, ST, MSE, MA dan Kepala Dinas Pendidikan yang diwakili oleh Kabid Syafni Hasni, SPd.
Harapan Kepala Disnakerperin, setelah pertemuan tersebut semoga memberi dampak positif bagi UNP dan Kota Payakumbuh.
Berikut informasi mengenai kedua jurusan/program studi tersebut;
A. Sastra Minangkabau di Unand
Banyak yang bertanya-tanya, Apa itu prodi sastra Minangkabau? Kenapa mau kuliah di prodi Sastra Minangkabau? Apa kebutuhan lulusan prodi Sastra Minangkabau? Apa karakter yang sesuai di prodi sastra Minangkabau? di sini penulis akan jelaskan satu-persatu menurut apa yang penulis ketahui;
Apa itu Prodi Sastra Minangkabau?
Jurusan sastra Minangkabau adalah jurusan yang mempelajari tenatang sastra, bahasa, dan budaya Sumatera barat secara komprehesif. Pada jurusan ini mahasiswanya mempelajari tentang kesusastraan Linguistik sintaksis dan lain sebagainya. Selain linguistik juga ada mata kuliah yang menganalisis Bahasa dan sastra Minangkabau dengan baik sehingga tidak diragukan lagi mahasiswa lulusan prodi ini bisa fasih dalam penerapan sehari-hari.
Tidak hanya berfokus pada Bahasa Minangkabau saja, prodi Sastra Minangkabau juga mengajarkan tentang penelitian budaya, corak dan dinamika kehidupan bangsa Minangkabau.
Tamatan prodi sastra Minangkabau ini akan memperoleh gelar SHum (Sarjana Humaniora).
Kenapa kuliah di Jurusan Sastra Minangkabau?
Banyak yang belum sadar bahwa jurusan Sastra Minangkabau adalah satu-satunya jurusan yang ada di dunia.
Otomatis tidak akan ada saingan kampus lain jika ingin melamar pekerjaan. Karena lulusan Sastra Minang memiliki keahlian khusus pada bidang ini. Selain itu peluang kerjanya cukup luas di bidang pemerintahan seperti Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristek, Balai Bahasa, Arsip Nasional dan lain sebagainya.
Selain itu lulusannya juga akan mampu untuk menjadi penulis buku, berita, dan lain sebagainya.
Apa kebutuhan lulusan Jurusan Sastra Minangkabau?
Lulusan Sastra Minangkabau dibutuhkan di instansi pemerintahan seperti Kemendikbudristek, Balai Bahasa dan Arsip Nasional, sebab prodi sastra Minangkabau ini mahir dalam meneliti bahasa, sastra dan juga pernaskahan.
Selain di instansi pemerintahan lulusan sastra Minangkabau juga bisa menjadi penulis cerpen (cerita pendek) berbahasa daerah maupun berbahasa nasional Indonesia atau sebagai penulis novel.
Selain penulis dan di instansi pemerintahan, lulusan Sastra Minangkabau juga bisa meraih profesi di bidang budaya di industri pariwisata, sebagai akademisi (guru Bahasa daerah), penerjemah bahasa atau translator, dan penulis script film, dimana tugasnya menulis jalan cerita membuat sinopsis dalam bentuk naskah atau skenario atas dasar ide cerita sendiri.
Apa karakter yang sesuai di jurusan sastra Minangkabau?
1. Berakhlak
2. Keterampilam berkomunikasi
3. Kritis
4. Tekun
5. Teliti
6. Rasional
7. Independen
8. Berwawasan luas
9. Suka menganalisis
10. Keterampilan interpersonal
B. Tata Boga Konsentrasi Kuliner Minang di UNP
Fakultas Perhotelan dan Pariwisata Universitas Negeri Padang program studi DIII Kuliner Minang dalam memenuhi kerjasama dengan sentra rendang Kota Payakumbuh.
“Tahun ini akan ada program studi DII Tata Boga dengan Konsentrasi Kuliner Minang. Sekarang ada 120 lebih pendaftar, namun hanya 30 orang yang diterima untuk pusat riset prodi kuliner Minang akan berpusat di Kota Payakumbuh, karena Payakumbuh menjadi pusat sentral kuliner termasuk rendang sebagai makanan khas Ninang, dan kerjasama itu akan terus dilanjjutkan ke depan,” kata rektor UNP Prof Ganefri, PhD di Payakumbuh, Rabu 31 Juli 2022.
Menurut penulis dua prodi tersebut sangat sesuai bagi pencinta nilai-nilai tradisi yang ada di Minangkabau. Bagaimana tidak, prodi Sastra Minangkabau Unand dan Tata Boga Konsentrasi Kuliner Minang UNP menjadi salah satu bentuk upaya mengangkat budaya Minang.
Menurut pengamatan penulis, Kota Payakumbuh sudah banyak berupaya untuk meningkatkan anggaran untuk kegiatan pembangunan adat dan budaya di Kota Payakumbuh.
“Kita ingin budaya diberdayakan di semua wilayah, ini menjadi kekuatan dan ketahanan nasional dalam menjaga keutuhan NKRI kedepannya,” (BD)
Tak hanya berkonsentrasi untuk mahasiswa Sumbar saja, Prodi Sastra Minangkabau juga ada di minati oleh yang bukan berasal dari Sumbar saja, melainkan ada yang dari luar Pulau Sumatera.
Prodi Tata Boga Konsentrasi Kuliner Minangkabau UNP juga bagus bagi pecinta kuliner Minang. Karena makanan khas Minang yang sudah banyak dikenal di kancah Internasional contohnya rendang.
Mungkin banyak lagi makanan khas yang belum terekspos dan belum banyak yang mencicipi bisa jadi lebih enak dari rasa rendang yang banyak dikenal seperti sekarang ini.
Penulis menilai dua prodi ini sejalan, dimana sama-sama mengangkat tentang keminangkabauan. Dimana penulis sendiri berasal dari Prodi Sastra Minangkabau Unand. Di prodi ini mahasiswa diwajibkan untuk mengikuti Hima (Himpunan Mahasiswa), dimana Hima ini menjadi wadah pertama bagi mahasiswa jurusan yang bersifat non akademik. Di hima ini penulis melalui proses yang tidak mudah, dari anggota muda menjadi anggota aktif.
Tidak cuma-cuma Hima ini didirikan, penulis menilai di sini kita diajarkan adab dan keilmuan yang tidak di fokuskan pada perkuliahan akdemik.
Sumbar masih membutuhkan orang-orang yang mencintai budayanya sendiri, tidak hanya menjadi penikmat ciptaan dan karya orang lain saja, namun mampu menciptakan dan memerikan ide sumbangsih untuk daerahnya sendiri.
Dengan adanya dua prodi tersebut penulis berharap pembaca bisa terpancing untuk lebih ingin mengenal sejarah yang belum tergali. Menurut penulis dengan mengetahui sejarah kita dapat menambah informasi dan pengetahuan tentang fakta atau peristiwa tertentu seperti identitas baik itu identitas negara, kelompok, keluarga ataupun konstituen, sejarah juga sangat penting untuk kita belajar dari kesalahan. *)
























