• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Kamis, Juni 4, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Monumen Pahlawan Tanpa Nama-Museum Adityawarman

5 Juni 2023
in Opini
Reading Time: 3min read
Views: 795
Putri Marselina, Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. (Foto : Dok)

Oleh: Putri Marselina

PAHLAWAN merupakan tokoh pejuang yang rela mempertaruhkan hidup dan matinya demi mempertahankan kemerdekaan negaranya.

Kata ‘pahlawan’ juga diberikan bagi mereka yang dinilai sangat berjasa bagi bangsa dan negara. Tidak hanya mengorbankan waktu dan tenaga yang mereka punya, tetapi seorang pahlawan akan mengorbankan hidup dan matinya demi bangsa negara mereka.

Lihat Juga

Teori Genggam Anak Ayam dalam Politik Desentralisasi

Teori Genggam Anak Ayam dalam Politik Desentralisasi

30 Mei 2026
16
Zulkarnain: Bangkitkan lagi Kampung Sulaman Naras

Zulkarnain: Bangkitkan lagi Kampung Sulaman Naras

29 Mei 2026
24
Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
66

Merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) kata pahlawan memiliki arti dan dimaknai sebagai seseorang yang menonjol karena keberaniannya serta pengorbanannya dalam membela kebenaran.

Seorang pahlawan memiliki nilai-nilai dalam hidupnya seperti rela berkorban, sifat pantang menyerah/pantang mundur, mengutamakan kepentingan orang banyak di atas keepentingan pribadi, memiliki rasa cinta tanah air yang besar, serta dalam perjuangannya memiliki sifat ikhlas tanpa pamrih/tidak mengharapkan balasan apapun.

Setiap pahlawan di Indonesia akan selalu dikenang sepanjang masa, bahkan telah ditetapkannya 10 November setiap tahunnya sebagai Hari Pahlawan. Tujuan ditetapkan atau diperingatinya hari pahlawan tersebut adalah untuk mengenang dan menghormati jasa para pahlawan yang telah mengusir para penjajah dari bangsa Indonesia.

Tujuan lainnya agar setiap generasi muda Indonesia selalu mengingat jasa para pahlawan dan tidak pernah melupakan setiap jasa pahlawan yang telah berjuang demi bangsa Indonesia ini.

Maka dari itu awal mula hari pahlawan ini ditetapkan atau yang melarbelakanginya karena suatu peristiwa besar yang terjadi di Surabaya pada 10 November 1945, oleh karena itulah hari pahlawan resmi ditetapkan atau dijatuhkan pada tanggal 10 November pada setiap tahunnya.

Untuk mengenang jasa para pahlawan banyak hal yang dapat dilakukan selain ditetapkanya tanggal 10 November sebagai hari pahlawan, setiap daerah yang ada di Indonesia juga membangun makam yang terkhusus bagi para pahlawan dari daerah mereka masing-masing, salah satunya Taman Makan Pahlawan (TMP) yang ada di Jl S Parman No 117, Lolong Belanti, Padang.

Taman Makam Pahlawan ini dibangun di kota Padang untuk mengenang para pahlawan yang berasal dari tanah kelahirannya yaitu Kota Padang.

Selain dibangunnya Makam Pahlawan, cara lain yang dapat dilakukan untuk mengenang jasa para pahlawan yang dilakukan oleh daerah Padang ini ialah dengan membangun sebuah Monumen Pahlawan Tak Dikenal/Monumen Pahlawan Tanpa Nama yang dibangun atau didirikan di sebuah Museum di Kota Padang, yaitu Museum Adityawarman.

Museum Adityawarman adalah museum budaya yang terletak di Kota Padang, Sumatera Barat. Diresmikan pada tanggal 16 Maret 1977. Museum Adityawarman diambil sesuai dengan nama besar salah seorang raja Malayapura pada abad ke-14 “Adityawarman” pada zaman kerajaan Majapahit, dan museum ini mimiliki julukan sebagai ‘Taman Mini (Taman Melati) Sumatera Barat’.

Monumen Pahlawan Tak Dikenal dibangun pada tahun 1950 yang menggambarkan sesosok patung tanpa wajah dengan memegang bambu runcing dan berciri khas pejuang dimasa silam.

Posisi patung ini dibuat dengan kepalanya yang tertunduk seolah sedang menggambarkan seorang pahlawan yang sedang beristirahat sejenak setelah lelah berjuang demi bangsa dan negara, tetapi posisi kepala tertunduk ini dibalik itu juga dibuat badan yang tetap sigap untuk menjaga dan meneruskan perjuangan.

Berikut keterangan atas monumen tersebut dan filosofinya;

1. Figur Monumen

Pada bagian kepala patung diikatkan kain yang mengambarkan atribut pejuang pada masa penjajah, bagian badan patung yang tidak diberikan pakaian memberikan kesan heroik yang dimiliki seorang pejuang karena kebanyakan para pejuang zaman dahulu membela tanah air tanpa memakai pakaian.

2. Bambu Runcing

Kedua tangan patung memegang bambu runcing yang meurapakan senjata tradisional untuk berperang pada zaman penjajahan dahulu.

3. Selempang Kain Sarung di Badan

Selempang ini dibuat untuk menggambarkan pahlawan yang membawa berbagai keperluan seperti alat sholat, makanan, pentup wajah, alat pengintai degan melilitkan selempang kain sarung dibadannya.

Monumen Patung Pahlawan Tak Dikenal ini dibuat oleh seniman patung Ramudin yang berfokus dan menggambarkan pahlawan-pahlawan yang berjuang setelah agresi militer Belanda sesaat setelah Indonesia Merdeka.

Selain itu alasan patung atau monumen ini dibuat untuk menghargai jasa para pahlawan yang nama-namanya tidak ada atau tidak tertulis dalam literatur sejarah. *)

Penulis adalah Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas

ShareTweetSendShare
Previous Post

Koper JCH Pasaman Barat Siap Diangkut ke Asrama Haji Embarkasi Padang

Next Post

Perkembangan Manuskrip Arab Melayu di Daerah Minangkabau

BeritaTerkait

Teori Genggam Anak Ayam dalam Politik Desentralisasi
Opini

Teori Genggam Anak Ayam dalam Politik Desentralisasi

30 Mei 2026
16
Zulkarnain: Bangkitkan lagi Kampung Sulaman Naras
Opini

Zulkarnain: Bangkitkan lagi Kampung Sulaman Naras

29 Mei 2026
24
Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan
Opini

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
66
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing
Opini

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

8 Mei 2026
40
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan
Opini

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

27 April 2026
108
Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman
Opini

Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman

26 April 2026
120
Next Post
Perkembangan Manuskrip Arab Melayu di Daerah Minangkabau

Perkembangan Manuskrip Arab Melayu di Daerah Minangkabau

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,520)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,438)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,703)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,422)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,837)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,334)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,783)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,457)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,089)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,184)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
173
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
356
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
501
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
239
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
120
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
153
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
135
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
195
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
129

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In