• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Minggu, Juli 26, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Surat Terbuka (3) untuk Hakim Konstitusi: Yang Mulia, Tarif No Urut 1 Melesat Miliaran Rupiah Jika Yang Mulia Putuskan Proporsional Tertutup

30 Mei 2023
in Opini
Reading Time: 4min read
Views: 3,410
Bachtul, Pengamat Sosial dan Politik/Mantan Anggota DPRD Sumbar Dua Periode. (Foto : Dok)

Oleh: Bachtul

Yang Mulia,

Ini adalah surat terbuka saya yang ke-3 untuk Yang Mulia terkait gugatan sistem proporsional terbuka Yang Mulia sidangkan dan tentunya segera Yang Mulia putuskan.

Lihat Juga

Rektor Unand Turun Gunung

Rektor Unand Turun Gunung

25 Juli 2026
60
“Jangan Sampai Ayat Ini Diketahui Para Poligamisme”

“Jangan Sampai Ayat Ini Diketahui Para Poligamisme”

25 Juli 2026
19
Jika ASN Menolak, Jabatan Melayang; Jika Menurut, Masuk Penjara

Jika ASN Menolak, Jabatan Melayang; Jika Menurut, Masuk Penjara

22 Juli 2026
25

Kita asumsikan Yang Mulia memutuskan sistem pengganti proporsional terbuka adalah sistem proporsional tertutup seperti Pemilu 2004 (sistem no urut). Maka bisa dipastikan “Tarif” no urut 1 akan melesat tajam !!!

Terutama no urut 1 di partai-partai besar.

Hampir 80% kursi di 84 dapil untuk DPR RI bisa dikatakan akan dikuasai oleh partai-partai besar.

Sehingga caleg no urut 1 dari partai besar di 84 dapil tersebut bisa dipastikan akan duduk. Kepastian duduk bagi caleg no urut 1, amat disadari oleh caleg maupun partai. Tidak hanya untuk DPR RI tapi juga untuk tingkat provinsi dan tingkat kabupaten/kota.

Hal ini membuat no urut 1 menjadi rebutan para caleg. Dan sesuai hukum alam, setiap apa saja yang menjadi rebutan, dengan sendiri nilainya akan naik dan melesat.

Dan bagi partai tertentu, ini akan menjadi kesempatan pula untuk memasang tarif tinggi untuk no urut 1 ataupun 2. Tentunya dengan catatan, bahwa yang dimaksud sistem proporsional tertutup oleh Yang Mulia adalah sistem seperti yang berlaku pada pemilu tahun 2004.

Tapi jika yang dimaksud dengan sistem proporsional tertutup adalah seperti pemilu tahun 1999 atau sistem seperti zaman Orba. Maka tarif bagi yang ingin duduk akan jauh lebih tinggi lagi .

Karena biasanya pengusulan siapa caleg yang akan menduduki kursi yang diperoleh partai akan dilakukan setelah partai dipastikan dapat jatah kursi. Karena hal tersebut dilakukan setelah pemilu dan penghitungan suara selesai. Sehingga tingkat kepastiannya sudah 100%.

Yang Mulia,

Jangankan dengan sistem proporsional tertutup, dengan sistem proporsional terbuka saja, no urut 1 itu sudah bernilai tinggi. Padahal no urut tidak menentukan duduk atau tidaknya seorang caleg, karena yang menentukan adalah perolehan suara.

Saya punya pengalaman mengikuti Pileg tahun 2014 untuk DPR RI dari partai Nasdem dari Dapil Sumatra Barat 1. Saya dipercayakan pada no urut 1.

Ketika itu ada caleg no urut di bawah saya, yang menawar no urut 1 tersebut melalui pendiri partai Willy Aditya dan Jeffrie Geovanie sebesar 300 juta rupiah.

Tapi oleh Willy Aditya dan Jeffrie Geovanie hal tersebut ditolak dengan tegas. Dan saya oleh partai dipertahankan tetap pada no urut 1.

Ada juga caleg yang lain, yang terang terangan meminta no urut 1 tersebut kepada saya. Dan menyatakan kesiapannya untuk memenangkan partai, sambil memperlihatkan 3 buah sertifikat depositonya senilai kurang lebih 7 miliar rupiah.

Dan bahkan bersama pengurus DPW Sumbar, kami sampai menghadap ke ketua umum partai. Dan oleh ketua umum partai dijawab, kewenangan menentukan no urut sudah beliau delegasikan ke Bapilu Partai. Jangan malah dibawa lagi ke ketua umum.

Ketika itu Ketua Umum Pak Surya Paloh mengatakan kepada kami semua, “Sekarang kalian pergilah makan siang dulu dan berunding. Setelah makan siang datang kembali ke tempat saya”.

Tapi akhirnya kami semua tidak pernah datang kembali ke Pak Surya Paloh dan juga tidak pernah pergi makan siang bersama.

Pada tahun 2019, saya juga maju ke DPR RI dari partai PPP. Ketika saya tanya kepada Ketua DPW PPP Sumbar, kenapa si A yang menempati no urut 1. Beliau mengatakan si A menyanggupi kepada DPP untuk membantu membayar uang saksi sebesar 500 juta rupiah.

Dan belakangan saya dengar juga dari Ketua DPW si A tidak pernah membayar uang saksi yang dia janjikan.

Yang mulia,

Saya sengaja menceritakan hal di atas bukan dengan tujuan tertentu, tapi hanya sekadar untuk membawa imajinasi Yang Mulia terhadap apa yang bisa terjadi jika Yang Mulia memutuskan sistem pemilu kembali ke sistem proporsional tertutup.

Jika dengan sistem proporsional terbuka saja hal-hal yang saya gambarkan bisa terjadi. Tentu dengan sistem proporsional tertutup hal yang lebih dahsyat bisa terjadi pula.

“Jual beli” kedaulatan rakyat menjadi hal yang tidak terhindarkan dalam demokrasi kita pada akhirnya.

Dengan sistem proporsional tertutup (baik varian 2004 maupun varian zaman Orba) tidak hanya calon anggota legislatif yang akan pro-aktif “membeli” no urut kopiah ataupun kursi jadi kepada partai.

Tapi sulit dibantah, bahwa akan ada pula kemungkinan partai secara resmi maupun oknum partai secara diam-diam yang akan pro-aktif “menjual” no urut jadi (1 dan 2) atau malah kursi jadi kepada calon legislatif dari partai bersangkutan.

Diluar ‘jual beli”, no jadi ataupun kursi jadi, akan sangat mungkin juga “didistribusikan” dengan cara KKN yang lain seperti kolusi dan nepotisme.

Tapi yang pasti harga no urut jadi ataupun kursi jadi, akan berharga selangit.

Dan dengan sistem proporsional tertutup modal sosial untuk di DPR dan DPRD nyaris tidak berguna dan tidak berpengaruh.

Mengakhiri tulisan ini, saya mengajak Yang Mulia Hakim Konstitusi untuk main tebak-tebakan harga no urut jadi, khususnya no urut 1 jika pemilu Yang Mulia putuskan adalah proporsional tertutup, dengan varian seperti Pemilu 2004.

Untuk tebakan saya, saya sampaikan seperti di akhir tulisan ini. Tapi untuk nilai tebakan Yang Mulia, silahkan Yang Mulia simpan dalam laci atau dalam hati Yang Mulia sendiri.

Ini nilai tebakan saya Yang Mulia untuk no urut 1.

DPR RI nilainya Rp5 – Rp10 miliar.

DPRD Provinsi nilainya Rp750 juta – Rp1,5 miliar.

DPRD kabupaten/kota nilainya Rp500 juta – Rp1 miliar.

Tebakan saya ini angkanya agak moderat Yang Mulia, mungkin nilai tebakan saya akan ditertawakan oleh caleg di DKI atau di Kalimantan.

Dan terakhir Yang Mulia, soal tarif no urut 1 atau no jadi ini jangan Yang Mulia tanya kepada Abang saya Prof Yusril Ihza Mahendra yang pro-sistem proporsional tertutup. Beliau pasti tidak akan tahu dengan angka-angka ini walau beliau juga merupakan ketua partai.

Yang Mulia tahu kan kenapa beliau tidak tahu ….., hehe.

Dan sebagai penutup, saya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh Yang Mulia Hakim konstitusi, jika ada kurang berkenan dari seluruh surat terbuka yang saya buat.

Dan saya masih punya keyakinan sampai detik ini, bahwa Yang Mulia Hakim Konstitusi tidak akan “merampas” kedaulatan rakyat demi siapapun dan demi apapun. Terima kasih.

Padang, 30 Mei 2023

 

Penulis adalah Pengamat Sosial dan Politik/Mantan Anggota DPRD Sumbar Dua Periode

ShareTweetSendShare
Previous Post

Arisal Aziz, Sosok Menginspirasi

Next Post

Berkunjung ke Qatar, Nono Sampono Bahas Peningkatan Kerjasama Antar Parlemen

BeritaTerkait

Rektor Unand Turun Gunung
Opini

Rektor Unand Turun Gunung

25 Juli 2026
60
“Jangan Sampai Ayat Ini Diketahui Para Poligamisme”
Opini

“Jangan Sampai Ayat Ini Diketahui Para Poligamisme”

25 Juli 2026
19
Jika ASN Menolak, Jabatan Melayang; Jika Menurut, Masuk Penjara
Opini

Jika ASN Menolak, Jabatan Melayang; Jika Menurut, Masuk Penjara

22 Juli 2026
25
Gaji Kepala Daerah Setara UMR, Korupsi Tak Akan Pernah Putus
Opini

Gaji Kepala Daerah Setara UMR, Korupsi Tak Akan Pernah Putus

19 Juli 2026
21
Dari Anak Pulau Menjadi Pamong: Kisah Pengabdian yang Menginspirasi
Opini

Dari Anak Pulau Menjadi Pamong: Kisah Pengabdian yang Menginspirasi

11 Juli 2026
25
OTT Bupati Tak Kunjung Berhenti
Opini

OTT Bupati Tak Kunjung Berhenti

4 Juli 2026
52
Next Post
Berkunjung ke Qatar, Nono Sampono Bahas Peningkatan Kerjasama Antar Parlemen

Berkunjung ke Qatar, Nono Sampono Bahas Peningkatan Kerjasama Antar Parlemen

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,748)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,663)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,951)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,633)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,091)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,553)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (33,926)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,024)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,324)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,417)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
181
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
377
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
506
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
249
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
125
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
168
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
139
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
207
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
137

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In