• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Rabu, Juli 15, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Pakaian Penghulu di Minangkabau

29 Mei 2023
in Opini
Reading Time: 2min read
Views: 5,764
Annisa azzahra, adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. (Foto : Dok)

Oleh: Annisa azzahra

MINANGKABAU merupakan salah satu suku di Indonesia yang menganut sistem kekerabatan matrilineal atau sistem kekerabatan menurut garis ibu.

Pemimpin dalam sistem matrilineal ini yaitu mamak atau paman yang merupakan kakak atau adik laki-laki dari ibu.

Lihat Juga

Dari Anak Pulau Menjadi Pamong: Kisah Pengabdian yang Menginspirasi

Dari Anak Pulau Menjadi Pamong: Kisah Pengabdian yang Menginspirasi

11 Juli 2026
21
OTT Bupati Tak Kunjung Berhenti

OTT Bupati Tak Kunjung Berhenti

4 Juli 2026
48
Hoyak Tabuik dalam Jejak Budaya Lintas Peradaban

Hoyak Tabuik dalam Jejak Budaya Lintas Peradaban

21 Juni 2026
75

Dalam rumah mamak biasa disebut juga sebagai tungganai. Sedangkan pemimpin dalam suatu kaum atau suku yaitu penghulu.

Penghulu tersebut dipilih oleh kaumnya yang dianggap mampu untuk memimpin juga berada dalam garis keturunan yang tepat.

Seorang penghulu diangkat atau dinobatkan dalam suatu upacara adat, yang dinamakan upacara batagak gala atau batagak panghulu.

Dalam upacara ini pakaian adat digunakan baik para niniek mamak yang sudah bergelar maupun bagi yang mau akan diangkat sebagai penghulu baru pada upacara tersebut.

Pakaian penghulu sebagai benda budaya yang lebih dekat kepada pemahaman filosofi masyarakat ada. Oleh karena itu pakaian penghulu dalam struktur terdiri dari :

Pakaian penghulu di Minangkabau. (Foto : Dok)

1. Deta bakaruik yang berwarna hitam, memiliki panjang antara 4-5 harta. Sebagai simbol bahwa penghulu memiliki wawasan yang luas. Lebar deta dapat di ibarat sebagai dinding kampung, pendukung anak kamanakan dan sebagai pelindung gonjong nan ampek.

2. Baju hitam, pada lengannya lebar dan pada bagian badannya lapang yang mana tidak mempunyai buah baju juga tidak memakai saku (kantung) ujung dan samping dari lengan juga badan baju diberi benang emas.

Makna dari warna baju penghulu mengisyaratkan tahan hati dalam menjalankan tugas, warna kuning yang terdapat pada bagian minsia merupakan makna penjaga masyarakat adat di Minangkabau yang diibaratkan sebagai manti dan dubalang penghulu.

3. Kain samping (sarung) menggunakan kain songket yang berwarna merahan dan berkilau.

Makna estetika kain ini yaitu makna miskin hati (yang berlandaskan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah) di atas yang benar, mengizinkan tindakan kebaikan.

4. Cawek atau ikat pinggang, yang memiliki jambul pada bagian ujungnya. Motif yang terdapat dalam cawek ini sirangkak dan pucuak rabuang yang fungsi sebagai simbol cerminan kecakapan penghulu yang sanggup mengikat anak kemenakan secara halus dalam menegakkan masyarakat Minangkabau.

Bukan itu saja bisa menyadarkan ke jalan yang benar dengan tidak menyinggung perasaan.

Maknanya sebagai peranan penghulu yang dapat mengokohkan ikatan batin dengan anak kemenakannya yang melalui akal dan budi.

5. Keris, yang disisipkan pada pinggang bagian muka dan dicondongkan ke kiri. Keris Minangkabau ini yang aslinya terdapat bengkok-bengkokkan atau mempunyai alur dari pangkal hingga ke pertengahan matanya.

Yang bermakna penghulu ialah tempat bertumpu oleh anak kamanakannya, tempat mengadu segala permasalahan yang dihadapi.

6. Kain sandang atau kain salendang yang berwarna merah ataupun kuning.

7. Celana yang berwarna hitam juga memiliki ukuran lebar atau lapang di bagian kaki.

Makna ukuran yang lebar yaitu kebebasan dalam melangkah untuk mengunjungi segala panggilan yang patut untuk dituruti.

8. Tongkat yang terbuat dari kayu dengan bagian kepada dibaluti perak, dengan keadaan yang lurus dari ujung sampai kepangkalnya, ada juga yang diulas dengan tanduk.

Bermakna mempertahankan adat dan lembaga serta kepenghuluannya agar selama menjunjung Pangkat penghulu, jangan sampai tercela dan memiliki kewibawaan yang dijunjung tinggi oleh anak kamanakannya juga orang dalam nagari.

Dari pakaian yang di pakai oleh penghulu terdapat banyak makna di setiap komponennya. Sebagaimana penghulu yang dapat berlaku adil terhadap kemanakan dan masyarakatnya.

Pada makna pakaian itu semoga selalu terpakaikan oleh para penghulu sesuai dengan pepatah yaitu adat tak lakang dek paneh, tak lapuak dek hujan. *)

Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas

ShareTweetSendShare
Previous Post

Komite dan Orangtua Siswa Baru SMAN Agam Cendekia Dukung Program Sekolah

Next Post

Nevi Zuairina Minta RUU Perkoperasian Mampu Urai Masalah Mendasar Koperasi

BeritaTerkait

Dari Anak Pulau Menjadi Pamong: Kisah Pengabdian yang Menginspirasi
Opini

Dari Anak Pulau Menjadi Pamong: Kisah Pengabdian yang Menginspirasi

11 Juli 2026
21
OTT Bupati Tak Kunjung Berhenti
Opini

OTT Bupati Tak Kunjung Berhenti

4 Juli 2026
48
Hoyak Tabuik dalam Jejak Budaya Lintas Peradaban
Opini

Hoyak Tabuik dalam Jejak Budaya Lintas Peradaban

21 Juni 2026
75
DPRD Jangan Lagi Jadi Pelengkap Penderita
Opini

DPRD Jangan Lagi Jadi Pelengkap Penderita

19 Juni 2026
38
Deepfake AI (Artificial Intelligence) dan Masa Depan Demokrasi Indonesia
Opini

Deepfake AI (Artificial Intelligence) dan Masa Depan Demokrasi Indonesia

16 Juni 2026
42
Bonus Kepala Daerah
Opini

Bonus Kepala Daerah

13 Juni 2026
36
Next Post
Nevi Zuairina Minta RUU Perkoperasian Mampu Urai Masalah Mendasar Koperasi

Nevi Zuairina Minta RUU Perkoperasian Mampu Urai Masalah Mendasar Koperasi

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,706)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,634)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,912)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,603)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,043)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,515)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (33,781)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,989)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,285)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,380)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
181
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
373
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
505
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
246
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
124
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
165
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
138
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
205
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
137

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In