• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Sabtu, Juni 6, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Petatah Petitih Minang yang Berkaitan dengan Sila Pancasila

22 Mei 2023
in Opini
Reading Time: 3min read
Views: 2,712
Nusantara dan Garuda Pancasila. (Foto : Dok)

Oleh: Fadhila Salsabila

PEPATAH petitith merupakan salah satu bentuk sastra lisan Minangkabau yang berbentuk pantun dan syair yang berisi ungkapan yang mengandung pengertian yang mendalam, luas, tepat, halus dan kiasan.

Kata-kata yang digunakan dalam petatah petitih menggunakan kata kiasan, perumpamaan, dan perbandingan yang mengandung suatu makna tertentu.

Lihat Juga

Teori Genggam Anak Ayam dalam Politik Desentralisasi

Teori Genggam Anak Ayam dalam Politik Desentralisasi

30 Mei 2026
16
Zulkarnain: Bangkitkan lagi Kampung Sulaman Naras

Zulkarnain: Bangkitkan lagi Kampung Sulaman Naras

29 Mei 2026
24
Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
67

Petatah petitih terkadang diungkapkan dalam bentuk kalimat pendek dan terkadang diungkapkan dalam bentuk pantun.

Petatah petitih adalah salah satu tradisi adat yang masih terus dijaga dan dipraktikkan oleh masyarakat Minangkabau di Sumatra Barat.

Petatah petitih merupakan rangkaian kata-kata bijak yang disampaikan oleh orang tua kepada seorang anak atau cucu dalam rangka memberikan nasihat dan arahan agar dapat menghadapi berbagai situasi hidup dengan bijak.

Di antara petatah petitih yang dikenal oleh masyarakat Minangkabau, terdapat banyak petatah yang berkaitan dengan nilai-nilai Pancasila.

Pancasila merupakan dasar negara Indonesia yang memiliki lima nilai dasar, yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia, Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan Perwakilan, dan Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Lima nilai dasar tersebut dianggap sebagai fondasi utama bagi negara Indonesia dalam menjalankan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Beberapa petatah petitih Minangkabau yang berkaitan dengan Pancasila antara lain, pertama;

“Bulek jantuang dek kalupak, bulek aia dek pambuluah”

Defenisi dari ungkapan “Bulat jantung karena kelopak, bulat air karena pembuluh”. Bulat jantung karena kelopak maksudnya bila diperhatikan sebuah jantung yang dimaksud yaitu jantung pisang terlihat bulat sebagai satu kesatuan.

Setelah diperhatikan dengan cermat jantung yang bulat memang sudah begitu dari asalnya, tapi itu berasal dari lapisan kelopaknya. Tiap kelopak saling tumpang tindih dan bersatu dengan begitu eratnya sehingga menjadi kesatuan yang bulat.

Kemudian defenisi bulat air karena pembuluh maksudnya air itu menjadi bulat setelah disalurkan pada sebuah buluh atau bambu. Air mengalir yang tidak diatur pengalirannya tidak ada gunanya dibandingkan dengan pendistribusian air yang teratur. Contohnya, air mengalir yang disalurkan pada sebuah bandar setelah itu dapat digabungkan, dengan kekuatan yang bulat dapat menggerakkan kincir air, yang sangat berguna bagi kehidupan manusia.

Makna yang terkandung dalam ungkapan ini adalah sebagai nasehat dan anjuran kepada kita, agar kita bersatu padu. Pendapat atau gagasan yang diperoleh dari hasil bersama akan lebih memiliki makna dibandingkan dengan pendapat atau gagasan sendiri.

Dalam ungkapan ini mempunyai kaitan atau mengandung nilai-nilai Pancasila yang terdapat dalam sila keempat yaitu; “Kerakyatan yang yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan”. Yang dalam ungkapan ini berarti mengutamakan musyawarah dalam mengambil keputusan untuk kepentingan bersama.

Kemudian, kedua;

 “Jan tasingguang urang dek kanaiak jan talantuang urang dek katurun”

Arti ungkapan ini berkaitan dengan orang naik turun tangga atau jenjang. Umumnya rumah-rumah Minangkabau di masa lalu berupa rumah gadang atau rumah besar. Terkadang rumah tersebut didiami oleh puluhan anggota keluarga.

Sebuah rumah gadang untuk naik turun rumah hanya menyediakan satu tangga atau jenjang saja. Bisa dibayangkan kesibukan anggota keluarga yang naik turun dari tangga tersebut, ada yang tergesa-gesa, ada yang tidak dalam hal ini akan terjadi kontak baik sengaja atau tidak.

Namun yang berhati-hati selalu berusaha naik turun tangga dengan hati-hati agar tidak mengganggu orang lain.

Makna yang terkandung dalam ungkapan ini sebagai nasehat atau anjuran agar kita selalu bersifat hati-hati. Contohnya saja dalam pergaulan dengan orang banyak sikap, perbuatan, dan tutur kata yang diucapkan hendaklah selalu berhati-hati. Bila kita tidak hati-hati berkata atau berbicara, maka perkataan kita itu bisa menyinggung orang lain, demikian juga dengan perbuatan kita yang hanya mementingkan diri sendiri maka perbuatan kita bisa juga menyinggung perasaan orang lain.

Dari ungkapan dan makna ungkapan di atas memiliki keterkaitan dengan sila kedua Pancasila; “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Yang dalam ungkapan ini berarti tidak semena-mena terhadap orang lain.

Seterusnya, ketiga;

“Nan ruyuang samo ditarah, nan sagu samo dibagi”

Kata “ruyuang” merupakan sejenis kayu yang sangat keras, sedangkan “sagu” merupakan isi atau umbi dari pohon rumbia yang sangat lunak.

Dengan demikian maksud dari kata-kata ungkapan tersebut ada ruyung hendaklah sama-sama ditarah dan jika ada sagu sama dibagi saja. Makna dari ungkapan ini sekiranya ada pekerjaan yang berat hendaklah bersama-sama mengerjakannya, dan sebaliknya jika ada pula pekerjaaan yang ringan bersama-sama pula menyelesaikannya.

Sekiranya mendapat untung hendaklah sama mendapat untung dan bila mendapat kerugian haruslah sama-sama rugi.

Ungkapan ini biasanya ditujukan kepada para pemuda yang suka mencari keuntungan sendiri tanpa mempertimbangkan kepentingan orang lain. Ungkapan ini juga berkaitan dengan sila kelima Pancasila; “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”. Yang dalam ungkapan ini artinya bersikap adil.

Itulah beberapa petatah petitih yang berkaitan dengan sila Pancasila, namun masih banyak lagi petatah petitih Minang yang berkaitan dengan sila Pancasila. *)

Penulis adalah Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas

 

Fadhila Salsabila, Mahasiswa Jurusan Sastra Minangkabau, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Andalas. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

Nevi Zuairina Minta PHE Makin Memperkuat Ketahanan Energi

Next Post

Pemerintah Anggarkan DBH Sawit Rp3,4 T ke Daerah, Sultan: Mana Cukup untuk Perbaiki Infrastruktur Jalan Tani

BeritaTerkait

Teori Genggam Anak Ayam dalam Politik Desentralisasi
Opini

Teori Genggam Anak Ayam dalam Politik Desentralisasi

30 Mei 2026
16
Zulkarnain: Bangkitkan lagi Kampung Sulaman Naras
Opini

Zulkarnain: Bangkitkan lagi Kampung Sulaman Naras

29 Mei 2026
24
Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan
Opini

Bung Erik Khaidir: Untuk Percepatan Tarokcity Perlu Dibentuk Sebuah Badan

12 Mei 2026
67
Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing
Opini

Walikota Fadly Amran Ubah Wajah Pasar Raya Padang Jadi Glowing

8 Mei 2026
40
Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan
Opini

Fadly Amran Kandidat Kuat Gubernur Sumbar ke Depan

27 April 2026
108
Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman
Opini

Hendra Aswara, Energi Baru Padang Pariaman

26 April 2026
120
Next Post
Pemerintah Anggarkan DBH Sawit Rp3,4 T ke Daerah, Sultan: Mana Cukup untuk Perbaiki Infrastruktur Jalan Tani

Pemerintah Anggarkan DBH Sawit Rp3,4 T ke Daerah, Sultan: Mana Cukup untuk Perbaiki Infrastruktur Jalan Tani

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,530)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,444)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (35,713)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,430)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (34,848)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,343)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (32,793)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (32,495)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,097)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,194)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
174
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
356
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
501
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
239
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
120
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
153
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
135
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
195
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
129

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In