• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Kamis, Oktober 15, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Rendang, Jejak Panjang Upaya Menyejahterakan Masyarakat Minang

1 September 2020
in Opini
Reading Time: 3min read
Views: 10,492

Oleh : Ilhamsyah Mirman

//forumsumbar//

PERJALANAN panjang rendang (atau randang) tidak dapat dipisahkan dari segala kekhasan etnik Minang. Sebagai sukubangsa perantau dengan mobilitas tinggi maka untuk meneroka membutuhkan bekal yang awet dalam aneka perjalanan panjangnya menuju rantau, termasuk dalam menjalani prosesi ibadah haji ke tanah suci Mekkah.

Lihat Juga

Rajo Sampono: Ninik Mamak Harus Berperan dalam Pembebasan Lahan Tol dan Tarok City

Rajo Sampono: Ninik Mamak Harus Berperan dalam Pembebasan Lahan Tol dan Tarok City

11 Oktober 2026
28
Jakarta Jangan Khianati Yogyakarta

Jakarta Jangan Khianati Yogyakarta

10 Oktober 2026
35
MK Menutup Pintu PHPU, DPR Jangan Tutup Mata

MK Menutup Pintu PHPU, DPR Jangan Tutup Mata

8 Oktober 2026
47

Ditunjang dengan karakter dasar jiwa wirausaha yang mengagungkan cita rasa masakan, maka bukanlah sesuatu yang mengherankan kuliner induk makanan ini menempati posisi terhormat dalam khasanah budaya dan relung kehidupan masyarakat Minang. Termasuk sebagai andalan menopang ekonomi rumah tangga, dengan membuka usaha rumah makan dengan rendang sebagai menu andalannya.

Keadaan yang sudah berjalan berbilang abad, seperti tertera di kesusasteraan Melayu klasik Hikayat Amir Hamzah sekitar tahun 1550an, atau resep masakan rendang di suratkabar perempuan Soenting Melajoe, terbit tahun 1912, yang membuat antusias orang-orang Eropa sehingga pesanan pembuatan rendang membludak dari noni Belanda dan para perantau Minang di Hindia Belanda.

Bahkan pakar sejarah kuliner Universitas Padjajaran Fadli Rahman dalam bukunya Jejak Rasa Nusantara, menyebutkan bahwa rendang sempat digunakan sebagai bekal ransum peperangan dimasa pendudukan Jepang di Indonesia tahun 1940an.

Demikian panjangnya perjalanan rendang ini menemani kita.
Memasuki era modern saat ini, reputasi rendang kian menjulang saat Indonesia melempar program diplomasi gastronomi ‘Rendang Diplomacy’ pada tahun 2010 yang diikuti oleh polling CNN Travel, yang umumnya kita semua tahu hasilnya, dengan menempatkan rendang sebagai pamuncak.

Liputan dan pengakuan para pakar kuliner dari lembaga yang kredibel selalu menempatkan rendang pada posisi terhormat dan layak untuk dinikmati publik. Tentu Gordon Ramsay bersama William Wongso pada tayangan National Geographic seperti menjustifikasi pamungkas akan legenda rendang ini.

Yang menjadi ciri khas dari kuliner ini, selain dari segi rasa dan proses pembuatannya, filosofi dibalik keberadaan rendang itu sendiri sangat menarik dan mengandung ajaran kebijakan yang tumbuh dari tradisi kearifan lokal Minangkabau.

Bukan sekadar memenuhi kebutuhan jasmani manusia, rendang dalam adat budaya Minangkabau memiliki sarat makna dan selalu menjadi faktor determinan pada setiap prosesi adat di masyarakat.

Keterkenalan dan keunggulan spesifik yang belakangan ini membuat dilema. Ancaman terhadap orisinilitas rendang dengan kian banyaknya orang yang melihat potensi ekonomi rendang, tentu menarik para pelaku usaha untuk mendiversifikasikan produknya dengan komoditi ini, terutama untuk pasar ekspor.

Faktanya, sampai saat ini yang mampu memaksimalkan keuntungan dari keberadaan rendang dalam skala industri hanya segelintir pengusaha, yang umumnya bukan berada atau berasal dari Sumatera Barat.

Dalam berbagai iven promosi, pameran dagang maupun ajang diplomasi kuliner di dunia internasional, praktis tidak pernah terdengar para pemain lokal menjulang sampai mancanegara. Padahal tidak sekali dua pemerintah Indonesia mengadakan jamuan kenegaraan maupun iven mempromosikan produk kuliner di depan diplomat, investor dan tokoh dunia, dimana pengenalan makanan tradisional menjadi salah satu menu andalannya. Tentu amat disayangkan.

Ada hal mendasar sebagai penyebab tidak dilibatkannya pewaris sah makanan terlezat sedunia ini. Bisa karena minimnya modal, promosi yang kurang atau sistem produksi tidak memenuhi standar industri dan persyaratan administrasi usaha. Kondisi yang dikenal dengan istilah kurang profesional ini secara teknis seharusnya bukanlah menjadi masalah yang berarti. Dengan kerjasama antara para pengusaha dan dukungan real berupa keberpihakan dari pimpinan pemerintah daerah, serta pembinaan oleh instansi terkait, dalam hal ini dinas perindustrian maupun dinas koperasi & UMKM, kendala ini bisa diatasi.

Para pakar dalam berbagai aspek tersebut telah ada di tengah masyarakat dan pelaku usaha. Mereka eksis di berbagai iven yang digelar oleh instansi terkait, baik di ranah maupun rantau, termasuk paling akhir ajang memasak rendang di TMII Jakarta akhir Desember 2019 yang lalu.

Pada tingkatan daerah atau pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Barat, teranyar dua pekan yang lalu kelurahan Kubu Gadang, kota Padangpanjang membuat iven marandang khusus untuk remaja puteri dan ibu-ibu muda di bawah usia 35 tahun. Kegiatan yang melibatkan masyarakat ini menjadi karya mereka semua yang telah memiliki keahlian dan jam terbang yang panjang bersinggungan dengan rendang ini.

Dari kacamata orisinilitas kuliner, para pelaku inilah yang paling berhak dan sah merumuskan segala ihwal tentang rendang, tentu dengan dukungan penuh para pengambil kebijakan dalam berbagai tingkatan, agar rendang mampu menyejahterakan masyarakat banyak dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Pemerintah daerah, dengan dukungan para pelaku usaha, pakar dan pemerhati kuliner perlu membentuk semacam dewan atau lembaga yang merumuskan sekaligus memperjuangkan rendang di ranah strategis agar potensi yang sudah mensejarah ini bisa real membahagiakan kita semua.

Pada organ inilah dititipkan masa depan rendang di Sumatera Barat dengan tugas menyusun regulasi, membuka peluang pasar, mengomunikasikan dan sosialisasi di ranah dan rantau, serta menggulirkan program pelatihan khusus rendang. Sudah cukuplah masing-masing pelaku usaha dibiarkan berjuang sendiri-sendiri.

Sekiranya bisa berjalan, maka langkah menghidupkan komoditi dengan kandungan lokal seratus persen ini, diyakini mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat. Mulai dari para pemasok bahan baku utama, seperti kelapa dari Pariaman, cabai dari Koto Baru, sapi atau kerbau dari peternak di Payakumbuh serta aneka bumbu dari halaman masyarakat dan ladang luas di Kabupaten Solok, sebagai misal.

Memang tidak mudah, namun dengan kesadaran perlunya berorganisasi, diantaranya melalui wadah Komunitas Rendang Minangkabau (KRM), berbagi peran dan upaya penguatan dukungan para pihak terkait inilah maka mimpi rendang mendunia yang dinikmati oleh masyarakat Minang bukan hanya mimpi. Semoga.

Penulis adalah : Penikmat Rendang, sekaligus Penggerak Komunitas Rendang Minangkabau (KRM)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Atasi Krisis Ekonomi, Nevi Zuairina Minta Bantuan Pemerintah Berkesinambungan

Next Post

Gubernur Sumbar Tak Bosan Ingatkan Pentingnya Patuhi Protokol Kesehatan

BeritaTerkait

Rajo Sampono: Ninik Mamak Harus Berperan dalam Pembebasan Lahan Tol dan Tarok City
Opini

Rajo Sampono: Ninik Mamak Harus Berperan dalam Pembebasan Lahan Tol dan Tarok City

11 Oktober 2026
28
Jakarta Jangan Khianati Yogyakarta
Opini

Jakarta Jangan Khianati Yogyakarta

10 Oktober 2026
35
MK Menutup Pintu PHPU, DPR Jangan Tutup Mata
Opini

MK Menutup Pintu PHPU, DPR Jangan Tutup Mata

8 Oktober 2026
47
Pemimpin Tak Harus Mengambil Alih Segalanya
Opini

Pemimpin Tak Harus Mengambil Alih Segalanya

1 Oktober 2026
27
Catatan Wiztian Yoetri; Guspardi Gaus, Tokoh dengan Jejak Sejarah
Opini

Catatan Wiztian Yoetri; Guspardi Gaus, Tokoh dengan Jejak Sejarah

29 September 2026
74
Kepemimpinan Melanjutkan
Opini

Kepemimpinan Melanjutkan

26 September 2026
35
Next Post
Gubernur Sumbar Tak Bosan Ingatkan Pentingnya Patuhi Protokol Kesehatan

Gubernur Sumbar Tak Bosan Ingatkan Pentingnya Patuhi Protokol Kesehatan

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (41,122)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (37,028)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (36,342)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (36,034)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,485)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (35,483)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,954)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,437)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,709)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,782)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
210
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
441
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
528
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
265
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
147
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
186
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
157
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
226
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
163

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In