PADANG, forumsumbar —Seiring dengan melonjaknya kasus Covid-19 di Sumbar beberapa hari belakangan, bahkan telah mencapai angka 90 orang per hari. Hal ini tentu harus menjadi perhatian yang serius, baik pemerintah maupun masyarakat.
Dilihat dari kasus terkonfirmasi positif yang melibatkan beberapa kepala daerah dan ASN lingkup Pemprov Sumbar, usut punya usut, rata-rata kasus terkonfirmasi dari kalangan ASN Pemprov Sumbar, dikarenakan mereka tidak disiplin dengan protokol kesehatan, seperti pakai masker, jaga jarak serta rajin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau pakai handsanitizer.
Dalam arahan yang digelar secara virtual dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) se Sumbar, Selasa (1/9), Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengingatkan dengan tegas untuk patuhi protokol kesehatan.
“Ada satu kunci atau keyword yang membuat kita tidak terpapar Covid-19 tapi tetap produktif, yakni patuhi, ikuti, komit dengan protokol kesehatan. Tidak hanya gubernur, tapi seluruh masyarakat, sehingga kita tetap produktif dan bisa bekerja dengan aman,” tegas Irwan.
Gubernur menambahkan, idealnya untuk sekarang karena kasus terkonfirmasi meningkat secara signifikan adalah lockdown atau Pembatasan Sosial Skala Besar (PSBB), tapi untuk PSBB itu kewenangan pusat. Akan tetapi dengan adanya lockdown atau PSBB pastilah angka pengangguran akan bertambah banyak, masyarakat tidak bisa beraktivitas dan tentu penghasilan akan berkurang.
Tidak bisa dipungkiri dengan terus bertambahnya kasus positif di Sumbar disebabkan sebagian besar masyarakat abai, lengah, lalai atau masa bodoh dengan protokol kesehatan.
Untuk mengatisipasi dan menekan angka penyebaran Covid-19 semakin luas, gubernur bersama DPRD Sumbar sedang membahas Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur serta memberikan sanksi berupa denda dan kurungan bagi masyarakat yang tidak memakai masker.
Kepada tenaga medis yang menjadi garda terdepan serta setiap hari berjibaku dengan masalah kesehatan dan penanganan Covid-19 serta beresiko tinggi untuk penularan dan penyebaran, gubernur mengimbau untuk lebih patuh pada protokol kesehatan seperti yang sudah diatur dalam peraturan Kemenkes, seperti pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) agar penyebaran Covid-19 bisa diminimalisir.
Terakhir gubernur berpesan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk terus patuh pada protokol kesehatan.
“Covid-19 masih mengancam, tapi kalau kita disiplin pada protokol kesehatan, diterapkan di semua tempat seperti perkantoran, tempat keramaian, rumah sakit Insyaallah kita aman, cuma satu kata kuncinya ikuti protokol kesehatan,” ucap gubernur.
Sementara itu dr. Andani Eka Putra selaku penanggung jawab Laboratorium Unand mengatakan bahwa saat ini tenaga kesehatan sudah kewalahan dengan banyaknya sampel yang masuk setiap hari.
“Sampel yang masuk ada sekitar 4000 spesimen per hari, sementara kapasitas laboratium kita hanya bisa menampung 3000 spesimen per hari. Saat ini kita perlu tenaga kesehatan dan peralatan labor yang memadai untuk pengujian sampel tersebut,” kata dr. Andani.
dr. Andani menambahkan, sekarang adalah fase puncak penyebaran Covid-19 di Sumbar, untuk itu diperlukan testing dan tracing, serta juga pembatasan-pembatasan kegiatan yang melibatkan banyak orang.
“Yang harus kita lakukan sekarang adalah mengedukasi masyarakat untuk menjalankan protokol kesehatan. Jadi yang harus kita lalukan adalah mengedukasi masyarakat untuk ikuti protokol kesehatan,” ujar dr. Andani.
Untuk itu kepada seluruh lapisan masyarakat, agar selalu patuh dan ikuti protokol kesehatan agar penyebaran Covid-19 bisa kita putus segera.
(Rel/Kominfo-SB)























