PADANG, forumsumbar — Merasa ada upaya pihak-pihak tertentu untuk menggagalkan pasangan Fakhrizal-Genius lolos menjadi calon perseorangan (independen), puluhan pendukungnya dari berbagai daerah gerudug KPU Sumbar, Selasa (7/7).
Koordinator Tim ITE Fakhrizal-Genius Umar, Harris langsung berkoordinasi dengan petugas KPU Sumbar, sementara pendukung lainnya menunggu hasil konsultasi dan protes di halaman serta di tepi jalan depan kantor penyelenggara pemilu tersebut.
Venture salah seorang simpatisan mengatakan, petugas verifikasi faktual datang ke rumah salah seorang pemilik KTP yang mendukung Fakhrizal-Genius, namun memberi pertanyaan menjebak, dengan menanyakan opsi pilihan bakal calon.
“Ada pendukung kita di Seberang Palinggam didatangi tim verifikasi, namun mereka bertanya bapak mau milih pak M atau pak Fakhrizal, ini suatu penjebakan dan tidak etis,” tegas Venture.
Selain itu, ketika petugas datang ke rumah pemilik KTP pendukung sekitar pukul 10.00 Wib – 11.30 Wib, dan mereka sedang berada di sawah atau bekerja, pihak petugas hanya meminta agar yang bersangkutan datang ke KPU, ini membuat masyarakat pendukung enggan.
“Salah satu contoh di Kabupaten Pessel, ketika petugas verifikasi datang, orangnya sedang bekerja dan disuruh ke KPU, bahkan naifnya lagi ada yang disodori langsung blangko tidak mendukung, ini indikasi upaya sistematis untuk menggagalkan calon kami untuk bisa lolos,” gusar Venture.
Blangko siluman tersebut umumnya beredar di daerah perkampungan, dan bukti itu langsung dibawa tim pemenangan, untuk dijadikan bahan complain terhadap penyelenggara di lapangan.
Pernyataan Venture juga didukung tim pemenangan dari Kabupaten Limapuluh Kota, dimana mereka menemukan kejanggalan dalam verifikasi, di antaranya petugas tidak mendatangi rumah pemilik KTP pemberi dukungan pada paslon Fakhrizal-Genius.
“Banyak upaya yang dilakukan untuk menggagalkan, namun kami minta penyelenggara tidak ikut pula berpolitik dengan mempersulit atau memberikan blangko bodong, dimana masyarakat pedesaan atau kampung-kampung tidak akan pernah mau membaca dan langsung tanda tangan, padahal mereka pikir blangko mereka dukungan,” tegasnya.
Lebih naif lagi, di Kota Solok petugas verifikasi juga tidak ada mendatangi rumah pemilik KTP pendukung, seperti yang dikatakan Dedi, warga Laing Kecamatan Tanjung Harapan.
“Saya sendiri sampai saat ini belum juga didatangi tim verifikasi, padahal saya dan keluarga sudah standby untuk menunggu petugas,” tutur Dedi yang juga hadir ke KPU Sumbar.
Demikian juga dengan Yose warga Koto Baru, dimana sampai saat ia mendatangi KPU belum juga didatangi petugas KPU.
Pendukung Fakhrizal-Genius meminta agar KPU dan jajaran sebagai penyelenggara bisa bertindak dan berlaku netral, sehingga tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.
“Kami minta pada KPU lakukan verifikasi dengan benar dan tindak tegas petugas yang bermain politik dengan tidak mendatangi rumah pendukung, atau menyodorkan blangko bodong,” tukuk Mulyadi yang berdomisili di AR. Hakim Padang.
(Rel/Nov)























