PADANG, forumsumbar —Kian hari situasi udara semakin memburuk disebabkan kenderaan bermotor, dimana emisi yang dikeluarkan sangat mengganggu karena BBM yang dipakai kurang ramah lingkungan.
Menyikapi hal tersebut, Pertamina berupaya menjaga stabilisasi udara dengan mengeluarkan BBM ramah lingkungan dengan nama Pertamax Turbo, dimana hasil pembakaran dari BBM ini tidak menyebabkan arang pada mesin, sehingga asap menjadi lebih bersih dan mesin juga terjaga.
Saat ini makin banyak masyarakat Kota Padang khususnya, dan Sumatera Barat umumnya, memakai BBM Pertamax Turbo 98, karena irit dan ringan pada mesin kendaraan, sehingga perlu adanya penambahan SPBU tempat penjualan jenis BBM tersebut.
Kelangkaan Pertamax Turbo dikarenakan tidak semua SPBU menyediakan BBM jenis ini, sehingga banyak masyarakat mengharapkan turbo hadir di setiap SPBU di Kota Padang khususnya dan Sumbar umumnya.
Alasan masyarakat semakin suka pada BBM jenis ini diantaranya, irit dan berkualitas, ramah lingkungan, serta bisa mendapatkan cash back.
Beberapa konsumen, baik ibu-ibu, ojol, maupun pegawai sebuah instansi sering mengeluh karena ketika Pertamax Turbo yang mereka pakai habis di jalan, sulit mendapatkannya, kecuali di tempat-tempat tertentu.
Di Padang saja, saat ini Pertamax Turbo hanya tersedia di 4 SPBU, yakni Ulak Karang, Alai Ampang, Sawahan dan Gunung Pangilun. Sementara tempat lain belum tersedia, itu yang menyebabkan perlu adanya penambahan tempat penjualan, jika perlu semua SPBU menyediakan.

Sahrul salah seorang pengendara ketika ditemui saat mengisi BBM jenis Pertamax Turbo, Selasa (7/7) mengatakan, setelah mencoba memakai BBM jenis ini, tidak mau beralih lagi pada yang lain, namun ketika perlu penambahan di jalan, ketika akan pulang kampung ke Limapuluh Kota, sulit mendapatkannya.
“Kalau sudah pernah mencoba memakai BBM Pertamax Turbo, saya yakin tidak akan beralih pada BBM jenis lain, karena tarikan mesin menjadi ringan dan arang mesin juga minus, artinya bisa mengirit biaya perawatan kendaraan,” ulas Sahrul.
Pernyataan Sahrul ditambahkan Anton, pegawai honor sebuah instansi, dimana ia menggunakan BBM tersebut dari sejak awal Pertamax Turbo keluar, karena terasa motor yang kendaraan menjadi ringan.
Alasan Anton sama dengan Sahrul, ketia ia akan pulang ke kampung istrinya di Pariaman, di perjalanan tidak ditemui penjualan Pertamax Turbo, sehingga dirasa perlu Pertamina menambah tempat penjualannya.
“Saya mempergunakan Pertamax Turbo produk my Pertamina sejak awal keluar, meskipun saya pegawai honor, namun tidak merasa berat karena lebih irit dari jenis BBM lain, sekaligus mengirit biaya perawatan kendaraan karena mesin jadi terjaga, dapat cash back lagi,” terang Anton.
Demikian juga halnya dengan beberapa pengendera ojek online yang ditemui di SPBU Ulak Karang, mereka mengatakan tidak akan pernah rugi mempergunakan produk my Pertamina tersebut, karena jauh lebih untung dibanding dengan lainnya, dan tidak membuat mesin cepat rusak.
Banyaknya keluhan terhadap langkanya penjualan BBM jenis Pertamax Turbo produk my Pertamina ini, harus menjadi perhatian agar adanya penambahan tempat penjualannya.
(Rel/Nov)






















