PADANG, forumsumbar —Prediket Sumbar Informatif yang diberikan Komisi Informasi (KI) Pusat akhir tahun 2019 lalu, menjadi taruhan bagi Pemprov Sumbar, maupun pemerintah kabupaten / kota dan badan publik lainnya di Sumbar dalam hal keterbukaan informasi publik.
Menurut Ketua Forum Jurnalis Keterbukaan Informasi Publik (FJKIP) Sumbar Revdi Iwan Syahputra, Minggu (12/1), prediket Sumbar Informatif merupakan kebanggaan, sekaligus tantangan. “FJKIP melihat ini harus clear. Bagaimana Pemprov Sumbar, pemerintah kabupaten / kota dan badan publik di Sumbar nyata mengimplementasikan UU 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” ujar Ope, biasa Revdi Iwan Syahputra disapa kalangan jurnalis di Sumbar.
Menjawab itu, sebut Ope, FJKIP akan membahasnya dalam sebuah diskusi, yang rencananya dilaksanakan Rabu (15/1) bertempat di Hotel Daima, Jl Sudirman Padang, dengan mendatangkan narasumber Atasan PPID Utama Pemprov Sumbar Alwis, yang juga Sekdaprov Sumbar, Anggota DPRD Sumbar Nurnas, Ketua KI Sumbar Nofal Wiska dan PPID Utama Pemkab Pesisir Selatan Junaidi.
“Pokoknya permasalahan keterbukaan informasi publik di Sumbar akan dikupas tuntas,” sebut Pemred Harian Rakyat Sumbar itu, dan menambahkan diskusi akan dimoderatori akademisi FISIP Unand Ilham Adelano Azre, dengan peserta dari PPID kabupaten / kota, badan publik, serta jurnalis anggota FJKIP Sumbar dan mahasiswa.

Sebagaimana diketahui, lanjut Ope, FJKIP Sumbar dibentuk sebagai wadah bagi para jurnalis yang concern dengan keterbukaan informasi publik, dan merupakan yang pertama di Indonesia. “Sebagai mitra, di samping memberikan masukan ke Komisi Informasi (KI), FJKIP akan terus mengawasi dan mengkritisi implementasi UU No 14 Tahun 2008 di Sumbar,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua KI Sumbar Adrian Tuswandi mengapresiasi gebrakan awal tahun FJKIP. “FJKIP Sumbar pionir di Indonesia, merupakan sebuah forum informasi publik yang diinisiasi dan diisi oleh para jurnalis. Setelah Sumbar, akhir tahun kemarin lahir pula FOR-KI Riau,” ujar Adrian.
Menurut Toaik, demikian sapaan akrab berbagai kalangan di Sumbar kepada Adrian Tuswandi, FJKIP menjadi elemen penting masifnya keterbukaan informasi publik di Sumbar. (Rel)























