
PADANG PARIAMAN, forumsumbar— Unit KKN Mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) serta Pusat Riset Kearifan Lokal UNP yang bekerjasama dengan Pemerintah Nagari Ambuang Kapua Sungai Sariak Kabupaten Padang Pariaman menyelenggarakan Seminar Edukasi Kesehatan Masyarakat yang dirangkai dengan Launching Buku “Ketahanan Pangan Keluarga Berbasis Kearifan Lokal”.
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 12 Juli 2026 lalu bertempat di sebuah musala di Nagari Ambuang Kapua Sungai Sariak.
Kegiatan dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya ketahanan pangan keluarga dan pencegahan stunting ini mengambil tema; “Memberantas Kemiskinan dan Mencegah Stunting Melalui Pembangunan Ketahanan Pangan dan Kesehatan Keluarga Berbasis Kearifan Lokal”.
Ketua Pusat Riset Kearifan Lokal UNP, Dr Wirdanengsih, SSos, MSi, menyampaikan bahwa seminar ini menjadi wadah untuk menyosialisasikan kepada masyarakat Nagari Ambuang Kapua mengenai pentingnya membangun keluarga yang sehat, mandiri dan sejahtera melalui pemanfaatan sumber daya pangan lokal.
“Selain aspek kesehatan keluarga, di seminar ini juga memperkenalkan berbagai strategi pemanfaatan potensi lokal sebagai solusi untuk meningkatkan ketahanan pangan sekaligus mengurangi risiko stunting pada anak,” ujar Wirdanengsih, melalui keterangan persnya, Rabu (29/7/2026).
Dalam seminar ini, tambahnya, peserta memperoleh materi mengenai pola konsumsi pangan bergizi seimbang, pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber pangan keluarga, diversivikasi pangan lokal, serta pentingnya kolaborasi antara keluarga, pemerintah nagari, tenaga kesehatan dan perguruan tinggi dalam membangun masyarakat yang sehat.
Pada kesempatan itu, juga dilakukan peluncuran buku yang berjudul; “Ketahanan Pangan Keluarga Berbasis Kearifan Lokal”, yang mana buku ini mengangkat berbagai konsep, hasil penelitian, serta praktik-praktik kearifan lokal masyarakat dalam mengelola sumber pangan keluarga yang berkelanjutan.
Buku yang ditulis oleh Wirdanengsih ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pemerintah nagari, akademisi, mahasiswa, serta masyarakat dalam mengembangan program ketahanan pangan berbasis budaya lokal.

Sinergi Perguruan Tinggi dengan Masyarakat
Kerjasama antara Pemerintah Nagari Ambuang Kapua Sungai Sariak dengan UNP menunjukkan komitmen bersama dalam mengintegrasikan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ke dalam program pembangunan nagari.
“Melalui sinergi tersebut diharapkan lahir berbagai inovasi berbasis potensi lokal yang mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ujar Wirdanengsih.
Antusiasme masyarakat terlihat dari kehadiran berbagai unsur, mulai dari perangkat nagari, kader kesehatan, PKK, tokoh masyarakat, mahasiswa KKN, hingga warga yang mengikuti kegiatan sejak pagi.
Peserta tidak hanya memperoleh wawasan baru, tetapi juga berdiskusi mengenai tantangan ketahanan pangan yang dihadapi keluarga di tingkat lokal.

“Melalui penyelenggaraan seminar dan peluncuran buku ini, diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa ketahanan pangan keluarga bukan hanya persoalan ketersediaan pangan, tetapi juga berkaitan erat dengan pendidikan gizi, kesehatan keluarga, pelestarian kearifan lokal, serta pemberdayaan masyarakat,” kata Wirdanengsih lagi.
“Dengan memanfaatkan potensi lokal secara optimal, masyarakat diharapkan mampu mewujudkan keluarga yang sehat, mandiri, tangguh, dan sejahtera,” tambah dosen Departemen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNP yang sangat aktif menulis buku.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya pada aspek pengentasan kemiskinan, penghapusan kelaparan, peningkatan kesehatan, dan penguatan kemitraan untuk pembangunan guna; “Mewujudkan Keluarga Sehat, Mandiri, dan Sejahtera melalui Pemanfaatan Potensi Lokal untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan.”
(R/Naylatul Fadilah)






















