• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Minggu, September 13, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Dari Sebangau untuk Masa Depan Hutan: Perjalanan Faaiz Naufal Syahputra Menyatukan Pariwisata dan Konservasi

13 September 2026
in Berita
Reading Time: 4min read
Views: 17
Ikut dalam pemadaman karhutla. (Foto : FNS)

KALIMANTAN TENGAH, forumsumbar — Di tengah bentang hutan rawa gambut Kalimantan, perjalanan lima hari membawa Faaiz Naufal Syahputra pada sebuah pemahaman yang melampaui pengalaman menjelajahi taman nasional. Di Sebangau, ia melihat secara langsung bahwa keindahan alam yang dinikmati hari ini hanya akan tetap ada apabila manusia bersedia mengambil bagian dalam menjaganya.

Pada 8–12 September 2026, Faaiz bergabung sebagai relawan dalam Jelajah Taman Nasional Peduli Karhut di Taman Nasional Sebangau, Kalimantan Tengah. Perjalanan tersebut mempertemukannya secara langsung dengan salah satu persoalan penting dalam pengelolaan kawasan konservasi: bagaimana menjaga hutan, ekosistem gambut, keanekaragaman hayati, dan potensi wisata alam di tengah ancaman kebakaran hutan dan lahan.

Bagi Faaiz, Sebangau bukan sekadar lokasi kegiatan. Sebagai mahasiswa bidang Pariwisata yang tengah menjalani magang di Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, pada lingkup Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan, Subdirektorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Wisata Alam, perjalanan tersebut menjadi kesempatan untuk mempertemukan pengetahuan akademik, pengalaman profesional, dan realitas konservasi di lapangan.

Lihat Juga

Indo Jalito Peduli (IJP) Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Palupuah Agam

Indo Jalito Peduli (IJP) Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Palupuah Agam

12 September 2026
13
Bupati Tanah Datar Koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN Mengenai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

Bupati Tanah Datar Koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN Mengenai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

12 September 2026
14
Wujudkan Jalan Lebih Aman dan Terang, Pemkab Padang Pariaman Gandeng PLN Benahi Lampu Jalan

Wujudkan Jalan Lebih Aman dan Terang, Pemkab Padang Pariaman Gandeng PLN Benahi Lampu Jalan

12 September 2026
29

Di titik inilah persoalannya menjadi lebih luas.

Ketertarikan terhadap wisata berbasis alam terus berkembang. Semakin banyak orang ingin meninggalkan hiruk-pikuk perkotaan untuk kembali mendekat kepada hutan, sungai, gunung, dan berbagai bentang alam lainnya. Namun, di balik kecenderungan tersebut muncul pertanyaan yang jauh lebih penting: bagaimana manusia dapat terus menikmati alam tanpa perlahan kehilangan alam yang ingin dinikmatinya?

Pertanyaan itu menjadi nyata di Sebangau.

Hutan rawa gambut bukan sekadar lanskap hijau yang menarik untuk dikunjungi. Di balik vegetasinya terdapat ekosistem kompleks yang menopang kehidupan berbagai spesies dan memiliki nilai ekologis yang melampaui batas geografis kawasan. Ketika ekosistem tersebut menghadapi tekanan, termasuk ancaman kebakaran hutan dan lahan, yang dipertaruhkan bukan hanya sebuah destinasi wisata, tetapi juga keberlanjutan ekosistem dan keanekaragaman hayati yang hidup di dalamnya.

Karena itu, Jelajah Taman Nasional Peduli Karhut menjadi lebih dari sekadar perjalanan memasuki kawasan konservasi. Bagi para relawan, kegiatan tersebut memberikan kesempatan untuk memahami satu prinsip mendasar: perlindungan hutan tidak dimulai ketika api telah terlihat.

Pencegahan dimulai jauh sebelumnya melalui pengetahuan, perubahan perilaku, komunikasi lingkungan, keterlibatan masyarakat, serta kesediaan generasi muda untuk ikut mengambil bagian.

“Berada langsung di Taman Nasional Sebangau mengubah cara saya melihat wisata alam. Kita datang karena keindahannya, tetapi setelah memahami apa yang ada di balik kawasan ini, kita menyadari bahwa menikmati alam juga membawa tanggung jawab untuk menjaganya,” kata Faaiz, melalui keterangan persnya, Minggu (13/9/2026)

Pengalaman tersebut mempertemukan dua dunia yang selama ini dipelajarinya: pariwisata dan konservasi.

Dalam paradigma pariwisata konvensional, keberhasilan sebuah destinasi sering dikaitkan dengan jumlah kunjungan, daya tarik, pengalaman wisatawan, serta manfaat ekonomi yang dihasilkan. Namun, bagi kawasan konservasi terdapat ukuran keberhasilan yang lebih fundamental: apakah alam yang menjadi alasan wisatawan datang masih tetap terjaga setelah mereka pergi?

Bagi Faaiz, pertanyaan tersebut menjadi salah satu pelajaran penting yang dibawa pulang dari Sebangau.

Wisata alam seharusnya tidak menempatkan taman nasional hanya sebagai latar belakang sebuah perjalanan. Sebaliknya, pengalaman wisata dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan pengunjung kepada ekosistem, keanekaragaman hayati, ancaman lingkungan, serta tanggung jawab manusia terhadap kawasan yang dikunjunginya.

Dengan cara pandang tersebut, wisatawan tidak harus berhenti sebagai konsumen pengalaman. Mereka dapat menjadi bagian dari mata rantai konservasi.

Gagasan ini memiliki relevansi khusus bagi generasi muda. Di era ketika sebuah foto, video, dan cerita perjalanan dapat berpindah dari satu layar ke ribuan layar dalam waktu singkat, pengalaman dari sebuah taman nasional memiliki peluang untuk bergerak jauh melampaui batas kawasan.

Bagi Faaiz, ruang tersebut sekaligus menghadirkan tanggung jawab baru bagi anak muda.

Cerita mengenai taman nasional tidak cukup berhenti pada narasi tentang betapa indahnya sebuah tempat. Publik juga perlu mengetahui mengapa kawasan tersebut penting, ancaman apa yang dihadapinya, siapa yang bekerja menjaganya, dan apa yang dapat dilakukan masyarakat agar keberadaannya tetap bertahan.

Dalam konteks tersebut, komunikasi juga menjadi bagian dari konservasi.

Satu foto dapat membuat seseorang tertarik mengenal sebuah taman nasional. Satu cerita dapat membuat seseorang memahami ancaman yang dihadapinya. Sementara satu pengalaman yang dibagikan dengan cara yang tepat dapat menggerakkan lebih banyak orang untuk peduli.

Keterlibatan Faaiz dalam Jelajah Taman Nasional Peduli Karhut juga menunjukkan bahwa pengalaman magang dapat bergerak melampaui rutinitas pekerjaan administratif. Pengetahuan mengenai pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam yang diperolehnya selama berada di lingkungan Kementerian Kehutanan menemukan konteks nyata ketika ia berhadapan langsung dengan kawasan konservasi.

Sebangau memperlihatkan sebuah paradoks dalam wisata alam: manusia ingin semakin dekat dengan alam, tetapi kedekatan itu hanya dapat terus dinikmati apabila manusia memahami batas dan tanggung jawabnya terhadap alam.

Karena itu, masa depan wisata alam Indonesia tidak hanya bergantung pada seberapa menarik sebuah destinasi dapat dipromosikan kepada wisatawan. Masa depannya juga ditentukan oleh seberapa kuat konservasi ditempatkan sebagai fondasi dalam setiap bentuk pemanfaatannya.

Ketika rangkaian Jelajah Taman Nasional Peduli Karhut berakhir pada 12 September 2026, Faaiz meninggalkan Sebangau dengan sesuatu yang tidak dapat diukur melalui jumlah kilometer yang ditempuh ataupun banyaknya dokumentasi yang berhasil dibawa pulang.

Ia membawa sebuah perspektif.

Bahwa mahasiswa dapat mengambil bagian dalam persoalan lingkungan. Bahwa wisatawan dapat berubah menjadi penyampai pesan konservasi. Bahwa generasi muda dapat membantu membuat persoalan hutan terasa lebih dekat dengan kehidupan masyarakat. Dan bahwa menjaga taman nasional tidak selalu harus dimulai dengan sebuah tindakan besar.

Kadang-kadang semuanya bermula dari sebuah perjalanan: seseorang datang karena ingin melihat alam, kemudian pulang karena merasa memiliki alasan untuk ikut melindunginya.

Bagi Faaiz Naufal Syahputra, perjalanan dari dunia akademik, pengalaman magang di Kementerian Kehutanan, hingga hutan rawa gambut Sebangau akhirnya mempertemukan satu gagasan yang sama pariwisata dan konservasi bukanlah dua kepentingan yang saling berhadapan. Keduanya harus berjalan bersama apabila wisata alam ingin tetap memiliki masa depan.

Dan dari Sebangau, perjalanan itu meninggalkan sebuah pesan yang sederhana, tetapi universal:

Kita mungkin datang ke taman nasional untuk menemukan keindahan alam. Namun, hanya dengan menjaganya kita dapat memastikan bahwa generasi setelah kita masih memiliki alam yang sama untuk ditemukan.

(R/FNS)

ShareTweetSendShare
Previous Post

Jangan Paksa Daerah Otonom Berutang

BeritaTerkait

Indo Jalito Peduli (IJP) Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Palupuah Agam
Berita

Indo Jalito Peduli (IJP) Serahkan Bantuan untuk Korban Kebakaran di Palupuah Agam

12 September 2026
13
Bupati Tanah Datar Koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN Mengenai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan
Berita

Bupati Tanah Datar Koordinasi dengan Kementerian ATR/BPN Mengenai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan

12 September 2026
14
Wujudkan Jalan Lebih Aman dan Terang, Pemkab Padang Pariaman Gandeng PLN Benahi Lampu Jalan
Berita

Wujudkan Jalan Lebih Aman dan Terang, Pemkab Padang Pariaman Gandeng PLN Benahi Lampu Jalan

12 September 2026
29
SIMAPAD Dorong Musda IX LKAAM Padang Musyawarah Mufakat Pilih Irwan Basir Dt Rajo Alam Jadi Ketua
Berita

SIMAPAD Dorong Musda IX LKAAM Padang Musyawarah Mufakat Pilih Irwan Basir Dt Rajo Alam Jadi Ketua

12 September 2026
93
Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani Bentuk Satgas Penanganan Kemarau
Berita

Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani Bentuk Satgas Penanganan Kemarau

11 September 2026
15
Pastikan Program Strategis Nasional Berjalan Optimal, Jamintel Kejaksaan Agung RI Kunjungi KNMP Katapiang
Berita

Pastikan Program Strategis Nasional Berjalan Optimal, Jamintel Kejaksaan Agung RI Kunjungi KNMP Katapiang

11 September 2026
33
Please login to join discussion

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,965)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,873)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (36,166)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,843)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,328)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (34,930)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,783)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,253)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,553)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,634)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
200
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
408
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
519
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
263
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
137
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
178
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
157
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
215
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
155

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In