• Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi
Minggu, Agustus 16, 2026
  • Login
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
  • Home
  • Berita
  • Artikel
  • Opini
  • Advertorial
  • Kontak
No Result
View All Result
Forum Sumbar
No Result
View All Result

Jangan Kotori Kertas Putih Praja Muda

30 Juli 2026
in Opini
Reading Time: 3min read
Views: 303
Praja Muda IPDN berfoto bersama dengan Presiden Prabowo. (Foto : Dok)

Oleh: Djohermansyah Djohan
(Guru Besar IPDN, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri 2010–2014, Pj. Gubernur Riau 2013–2014)

PELANTIKAN 1.204 Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) oleh Presiden Prabowo Subianto kemaren bukan sekadar seremoni tahunan. Ia menandai lahirnya generasi baru aparatur sipil negara (ASN) yang akan mengabdi di berbagai penjuru Indonesia. Mereka datang dengan semangat, ilmu, dan idealisme. Namun pertanyaan yang lebih penting adalah: siapkah birokrasi dan politik kita menjaga idealisme mereka?

Saya meyakini para Pamong Praja Muda telah dibekali kemampuan yang memadai. Selama empat tahun mereka ditempa melalui pendidikan, pelatihan, dan pengasuhan. Mereka belajar ilmu pemerintahan terapan, kepemimpinan, etika, administrasi publik, manajemen pemerintahan, pengelolaan keuangan daerah, hingga transformasi digital birokrasi. Karakter mereka juga dibentuk.Berdisiplin, punya integritas, dan memiliki jiwa pengabdian kepada masyarakat

Lihat Juga

Setelah 81 tahun Indonesia Merdeka, Masyarakat Terlihat Kurang Peduli, Malas Kibarkan Bendera.

Setelah 81 tahun Indonesia Merdeka, Masyarakat Terlihat Kurang Peduli, Malas Kibarkan Bendera.

13 Agustus 2026
46
Mengakhiri Pecah Kongsi Pimpinan Pemda

Mengakhiri Pecah Kongsi Pimpinan Pemda

7 Agustus 2026
29
Jalan Tol dan Tanah Ulayat: Mencari Titik Temu

Jalan Tol dan Tanah Ulayat: Mencari Titik Temu

1 Agustus 2026
29

Singkatnya, mereka memasuki birokrasi sebagai kertas putih.

Masalahnya bukan pada kualitas lulusan, melainkan pada lingkungan tempat mereka akan bekerja.

Sejarah birokrasi Indonesia menunjukkan tidak sedikit ASN muda yang masuk dengan idealisme tinggi, tetapi perlahan kehilangan arah karena berhadapan dengan budaya birokrasi yang belum sehat. Mereka menghadapi tekanan politik, intervensi atasan, bahkan praktik jual beli jabatan yang masih mencuat di sejumlah daerah.

Di sinilah ujian sesungguhnya dimulai.

Birokrat profesional bekerja berdasarkan aturan, hukum, dan kepentingan publik. Sebaliknya, birokrat yang terjebak dalam kepentingan politik sesaat akan kehilangan independensi. Ketika seorang ASN dipaksa memilih antara mempertahankan integritas atau mempertahankan jabatan, sesungguhnya negara sedang gagal melindungi aparatur profesionalnya.

Karena itu, pesan Presiden Prabowo agar birokrasi tidak berbelit-belit, menjaga kehormatan ASN, dan tidak ragu-ragu berpihak kepada rakyat merupakan peringatan yang sangat penting. Loyalitas ASN bukan kepada individu, melainkan kepada konstitusi, hukum, dan kepentingan masyarakat.

Persoalan kita selama ini bukan kekurangan aparatur yang pintar. Persoalan utamanya justru pada ekosistem birokrasi.

Indonesia sebenarnya telah memiliki sistem merit sebagai fondasi manajemen ASN. Promosi jabatan seharusnya ditentukan oleh kompetensi, integritas, kinerja, dan rekam jejak. Namun dalam praktiknya, meritokrasi masih sering dikalahkan oleh patronase politik. Jabatan diberikan bukan kepada yang paling mampu, melainkan kepada yang paling dekat dengan kekuasaan. Bahkan, kepada yang berani membeli jabatan.

Akibatnya, investasi negara yang begitu besar untuk mencetak birokrat profesional menjadi kurang optimal.

Negara membiayai pendidikan Praja IPDN dari awal hingga lulus. Pendidikan, pakaian seragam, asrama, konsumsi, pelatihan, pembentukan karakter, hingga pengembangan kepemimpinan seluruhnya menggunakan uang rakyat. Investasi tersebut seharusnya kembali kepada masyarakat dalam bentuk pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Akan tetapi, apabila setelah lulus mereka justru dipaksa mengikuti praktik birokrasi yang menyimpang, negara sesungguhnya sedang menyia-nyiakan investasi sumber daya manusianya sendiri.

Karena itu, reformasi birokrasi tidak cukup hanya memperbaiki proses belajar-mengajar dan kurikulum IPDN.

Yang jauh lebih penting adalah membenahi para pembina karier ASN, terutama kepala daerah sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian. Mereka harus menjadi teladan dalam menjalankan sistem merit, bukan justru merusaknya melalui intervensi politik atau transaksi jabatan.

Kita tidak boleh membiarkan birokrat muda yang datang dengan idealisme tinggi berubah menjadi birokrat pragmatis hanya karena lingkungan kerjanya rusak.

Generasi Z yang kini memasuki birokrasi memiliki keunggulan yang tidak dimiliki generasi sebelumnya. Mereka adaptif terhadap teknologi, cepat belajar, terbuka terhadap inovasi, dan mampu mempercepat transformasi pelayanan publik berbasis digital. Potensi ini harus dimanfaatkan untuk membangun birokrasi modern yang cepat, transparan, dan akuntabel.

Namun secanggih apa pun teknologi, birokrasi tetap akan gagal apabila budaya politiknya masih menganggap ASN sebagai alat kekuasaan.

Pengalaman negara-negara maju di sekitar kita, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Singapura, menunjukkan bahwa birokrasi profesional hanya tumbuh apabila politik juga sehat. Politisi menetapkan arah kebijakan, sementara birokrasi menjalankannya secara profesional berdasarkan hukum dan kompetensi. Ketika politik mencampakkan meritokrasi, profesionalisme akan menjadi korban pertama.

Karena itu, pembenahan birokrasi harus berjalan beriringan dengan pembenahan politik.

Jangan sampai kita berhasil mencetak aparatur yang profesional, tetapi gagal menyediakan lingkungan kerja yang profesional pula.

Praja Muda adalah aset bangsa. Mereka adalah investasi jangka panjang negara untuk menghadirkan pemerintahan yang bersih, melayani, dan berintegritas.

Jangan kotori kertas putih itu.

Sebab masa depan birokrasi Indonesia bukan hanya ditentukan oleh kualitas pendidikan para pamong, melainkan oleh kehadiran negara di bawah komando Presiden sebagai pejabat pembina kepegawaian tertinggi untuk menjaga mereka tetap bersih dalam menjalankan karier di dunia pemerintahan. *)

 

Djohermansyah Djohan. Guru Besar IPDN, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri 2010–2014, Pj. Gubernur Riau 2013–2014. (Foto : Dok)
ShareTweetSendShare
Previous Post

Unit KKN Mahasiswa dan Pusat Riset Kearifan Lokal UNP Gandeng Pemerintah Nagari Ambuang Kapua Padang Pariaman Gelar Seminar Edukasi Kesehatan

Next Post

Tradisi Ritual Basapa 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Peziarah Kunjungi Makam Syekh Burhanuddin

BeritaTerkait

Setelah 81 tahun Indonesia Merdeka, Masyarakat Terlihat Kurang Peduli, Malas Kibarkan Bendera.
Opini

Setelah 81 tahun Indonesia Merdeka, Masyarakat Terlihat Kurang Peduli, Malas Kibarkan Bendera.

13 Agustus 2026
46
Mengakhiri Pecah Kongsi Pimpinan Pemda
Opini

Mengakhiri Pecah Kongsi Pimpinan Pemda

7 Agustus 2026
29
Jalan Tol dan Tanah Ulayat: Mencari Titik Temu
Opini

Jalan Tol dan Tanah Ulayat: Mencari Titik Temu

1 Agustus 2026
29
Rektor Unand Turun Gunung
Opini

Rektor Unand Turun Gunung

25 Juli 2026
110
“Jangan Sampai Ayat Ini Diketahui Para Poligamisme”
Opini

“Jangan Sampai Ayat Ini Diketahui Para Poligamisme”

25 Juli 2026
31
Jika ASN Menolak, Jabatan Melayang; Jika Menurut, Masuk Penjara
Opini

Jika ASN Menolak, Jabatan Melayang; Jika Menurut, Masuk Penjara

22 Juli 2026
36
Next Post
Tradisi Ritual Basapa 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Peziarah Kunjungi Makam Syekh Burhanuddin

Tradisi Ritual Basapa 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Peziarah Kunjungi Makam Syekh Burhanuddin

Most Viewed Posts

  • Polda Sumbar Dukung PMPI Wujudkan Regenerasi Pertanian Lewat GenZALS 2025 (40,831)
  • Gubernur Sumbar: PSBB Berakhir, Diganti New Normal (36,754)
  • Ranah Minang Berduka, Haji Boy Lestari Dt Palindih Berpulang ke Rahmatullah (36,044)
  • Keluarga Besar SMPN 13 Padang Gelar Family Gathering 2025: Deep Learning dan Keakraban (35,716)
  • Senin Depan Tidak Juga Cair Bantuan Covid-19, Gubernur Sumbar Dilaporkan ke Presiden (35,186)
  • Meningkatkan Efektivitas Hakim Ad Hoc Tipikor dalam Memberantas Korupsi (34,640)
  • Pepatah Petitih Minangkabau tentang Kebersamaan Beserta Maknanya (34,361)
  • VCO (Virgin Coconut Oil) Dapat Digunakan sebagai Obat Membunuh Covid-19 (33,118)
  • Lakukan RDPU dengan Komisi XIII DPR RI, HAKAN Sampaikan Tiga Poin Utama Terkait Revisi Kebijakan Kewarganegaraan (31,412)
  • Heboh, Satu Orang PDP Covid-19 dari Payakumbuh Meninggal di RSAM Bukittinggi (29,506)

Berita Lainnya

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

‘Ajo JKA Pulang Kampuang’

20 Februari 2025
190
‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

‘Raja Penyair’ Pinto Janir: Bangun ‘Rumah Budaya’ Bintang 7 di Taman Budaya Sumbar!

14 Juni 2024
390
‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

‘Sisi Gelap’ DBL Caketum IKA Unand #NoworNever #KitoNanSantiang

30 Juli 2021
507
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Menyala! Dalmenda dan Ka’bati Ikut Baca Puisi

13 Desember 2024
252
“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

“75 Tahun Prof Harris Effendi Thahar”: Pemprov Sumbar Dukung Upaya Pemajuan Kebudayaan

5 Januari 2025
130
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”, Hary: Unand Siap Jadi Episentrum Gerakan Kebudayaan

17 Mei 2025
171
“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

“78 Tahun Sang Maestro Penulis Indonesia Makmur Hendrik”: Unand Menggelegar oleh Puisi

5 Juni 2025
140
“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra and the Ocean of Letters”: A Poetry Collection by Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Indonesian Writer of Satu Pena Sumbar, Indonesian Creator of AI Era, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
208
“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

“Abrar Yusra dan Samudera Aksara”: Kumpulan Puisi Leni Marlina (PPIPM-Indonesia, Poetry-Pen IC, Satu Pena Sumbar, Kreator Era AI, FSM, ACC SHILA)

24 Februari 2025
145

Portal berita forumsumbar.com diterbitkan oleh PT. BANGKA LIMABELAS MULTIMEDIA, merupakan situs berita dari Sumbar.

Kantor : Jl. Bangka No. 15 Wisma Warta Ulak Karang – Padang (25133)

HP / WA : 081275665100

  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

No Result
View All Result
  • Forum Sumbar
  • homepage
  • Kontak
  • Privacy Policy
  • Tim Redaksi

Hak Cipta oleh Forum Sumbar 2022

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In