
PADANG, forumsumbar— Basawah Pokok Murah menjadi jawaban terhadap keresahan petani Sumbar terhadap kompleksnya permasalahan pertanian yang dihadapi.
Dangau Inspirasi Chanel Uda Djoni sebuah Chanel YouTube yang konsen mengkampanyekan perubahan metodelogi pertanian dengan prinsip apa yang ada di sawah harus kembali ke sawah, cukup padi nya saja diambil.
Dangau Inspirasi Chanel mengelar seminar online beberapa waktu lalu, mengangkat topik Basawah Pokok Murah dengan menghadirkan narasumber yang memahami plus minus Basawah Pokok Murah dengan metode Mulsa Tanpa Olah Tanah yang menjadi program Udara Bersih Indonesia oleh Field Indonesia.
Seminar online ini dipandu oleh Mantan Kepala Dinas Pertanian Sumbar Ir Djoni.
“Ada masalah dengan bersawah selama ini, yakni jerami dibakar, penggunaan pupuk pestisida, solar untuk mesin pertanian mahal dan sulit didapat, serta hasil tani tak sebanding dengan modal yang dikeluarkan, juga rentan diserang hama,” ujar Djoni, Selasa (26/12/2023).
Adakah metode pertanian terbarukan yang menekan problematika petani selama ini? Ternyata sejak dua tahun ini ada, yaitu Basawah Pokok Murah dengan metode Mulsa Tanpa Olah Tanah.
“Modal sedikit tapi hasil melimpah, mengalahkan hasil panen bersawah konvensional selama ini, satu lagi sangat ramah lingkungan dan padi punya anti bodi alami terhadap serangan hama,” ujar Djoni.
Pembicara pada seminar online digelar Dangau Inspirasi Chanel Dr Ir Endry Martius MSc mengatakan, Basawah Pokok Murah itu konkretnya modal murah.
“Basawah Pokok Murah ini ekseptable dengan metode green pertanian. Dan saya meyakini metode Basawah Pokok Murah ini fardhu ain, keharusan, tidak dilakukan justru kemudaratan yang akan datang,” ujar Endry Martius.
Bersawah selama ini terkungkung oleh ongkos produksi yang mahal, kekinian margin modal dengan hasil tidak lebih dari 10 persen.
“Saat ini sejak ditanam sampai panen hanya dapat untuk membayar tenaga kerja pertanian di sawah si petani itu sendiri,” ujar Endry.
Pertanian itu adalah bisnis publik, sehingga tidak aple to aple kalau risiko dari bisnis ini ditanggung oleh pak ibu tani sendiri.
“Ini yang saya katakan Basawah Pokok Murah itu harus dan penting,” ujar Endry Martinus.
Pakar Sosial Ekonomi Pertanian Unand ini mengatakan, Basawah Pokok Murah menjadi solusi dari ancaman risiko bisnis pertanian yang individual menanggung risiko, padahal output-nya adalah untuk orang.
(Rel/adr)























